5 Cara Berhenti Memuntahkan Makanan Pada Orang Dengan Bulimia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memuntahkan makanan setelah makan adalah salah bentuk kebiasaan purging pada orang yang memiliki masalah gangguan makan, yakni bulimia. Purging ini juga bisa dianggap sebagai cara pembersihan diri. Selain memuntahkan makanan, orang dengan perilaku bulimia juga ini menggunakan obat pencahar atau diuretik serta melakukan puasa dan olahraga berlebih untuk membersihkan makanan yang sudah dimakan dari dalam tubuhnya.

Mengapa orang bulimia memuntahkan makanan yang sudah dimakan?

Beberapa orang bulimia terkadang hanya menggunakan satu cara untuk “membersihkan dirinya”, tak menutup kemungkinan juga kalau mereka menambahkan dan menggabungkan cara lain untuk mengeluarkan makanan yang telah mereka makan. Sedangkan tujuan akhir yang ingin dicapai dari purging ini untuk “membersihkan” tubuh dari kalori yang dikonsumsi dan mencegah penambahan berat badan.

Lalu bagaimana cara berhenti memuntahkan makanan?  

1. Cari teman yang tepat

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk berhenti dari perilaku memuntahkan makanan adalah dengan mencari teman. Bersama teman, mintalah ia untuk mendukung dan membantu Anda berhenti dari kebiasaan yang buruk ini. Seorang teman atau sahabat yang mengerti Anda bisa menemani Anda di momen-momen penting ketika Anda dalam masa pemulihan.

Bila dirasa sulit menemukan teman atau sahabat untuk mendukung diri Anda, hubungi komunitas khusus (support group) bagi orang dengan gangguan makan. Dokter atau terapis Anda mungkin bisa mencoba memberi tahu komunitas mana yang tepat dan sesuai untuk kebutuhan perubahan Anda. Terlepas dari dengan siapa Anda ingin berubah, pastikan Anda tidak melakukannya sendiri. Isolasi bulimia dapat meningkatkan perasaan kesepian, cemas dan depresi.

2. Coba atur jadwal makan

Jadwal makan yang kacau bisa menyebabkan Anda langsung ingin memuntahkan makanan sesudahnya. Cobalah untuk makan teratur dengan cara membuat jadwal tiga atau empat kali makan. Atau makan lima kali sehari, tapi porsinya sedikit-sedikit. Makan dengan teratur juga bisa membantu menyeimbangkan gizi tubuh dan memberikan asupan untuk dijadikan energi secara konsisten.

3. Buat daftar makanan

Daftar makanan ini bisa mencakup makanan mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Bila makanan yang tidak aman Anda makan, keinginan untuk muntah setelah makan mungkin timbul karena takut bertambah berat badan.

Nah, maka untuk bisa berjalan pada perubahan kebiasaan dari gangguan makan ini, Anda bisa tetap berpegang pada makanan yang boleh dimakan sembari menerapkan pola makan yang teratur dan gizi yang seimbang. Setelah Anda mulai terbiasa menerapkan pola makan teratur bersamaan dengan makanan yang boleh dimakan, Anda pun perlahan bisa menambahkan makanan lainnya untuk memulihkan gangguan makan ini.

4. Coba latihan untuk menahan muntah

Selain memperbaiki asupan dan pola makan, Anda juga harus bisa menahan diri untuk tidak memuntahkan makanan. Rasanya memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan jika Anda melakukannya dengan berlatih.

Pertama Anda berlatih, cobalah untuk menunda keinginan muntah selama tiga menit saja. Lakukan penundaan ini secara bertahap. Setelah sukses menahan muntah selama tiga menit (meskipun setelah itu tetap muntah), Anda bisa meningkatkan lagi waktunya sebanyak 5 sampai 10 menit tiap kali keinginan untuk muntah muncul.

Terus tambah waktunya sampai Anda benar-benar bisa menahan muntah. Hal ini memerlukan banyak waktu, kesabaran dan keinginan sembuh yang kuat.

5. Catat proses selama Anda ingin berubah

Catatan semacam jurnal atau diary tentang perubahan Anda dalam menghadapi gangguan makan ini, terbilang cukup penting. Hal ini juga berperan sebagai wadah untuk Anda menuangkan keluh kesah, pikiran, kegelisahan, tujuan, dan keberhasilan yang Anda capai selama dalam masa perbaikan ini. Catatan dari jurnal-jurnal ini juga memberi Anda tempat untuk memulihkan pikiran Anda, sembari bisa memotivasi diri Anda.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Otak menginterpretasikan informasi yang diterima sistem saraf, tapi bagaimana jika salah? Ini dikenal sebagai sensory processing disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Saraf Lainnya 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit