8 Kondisi yang Jadi Penyebab Perut Anda Begah dan Kembung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Perut begah sering dikaitkan dengan makan terlalu banyak sampai kekenyangan. Namun, tidak hanya itu saja alasannya. Ada beberapa hal lain yang bisa jadi penyebab perut begah, terasa penuh, dan padat. Apa saja?

Berbagai penyebab perut begah

Penyebab perut begah ada macam-macam hal. Sebagiannya mungkin tampak sepele dan membuat Anda tidak nyaman beraktivitas seharian. Namun, penyebabnya yang lain mungkin perlu diperiksakan ke dokter.

Di antara banyak hal di bawah ini, mana yang jadi penyebab perut Anda begah?

1. Menelan gas dan udara terlalu banyak

Selain karena makan kekenyangan, perut juga bisa terasa begah karena cara Anda makan. Makan terlalu cepat, makan terburu-buru, dan makan sambil ngobrol bisa membuat Anda sekaligus menelan banyak udara.

Menurut Stephanie Middleberg, RD, ahli Gizi dari Middleberg Nutrition, makan buru-buru akan membuat makanan tidak terkunyah dengan baik. Akibatnya, organ pencernaan tidak akan berfungsi optimal untuk memproses makanan. Alhasil, perut Anda pun terasa lebih penuh, kembung, dan padat setelah makan meski belum begitu kenyang.

Selain itu, hobi makan permen karet juga secara tidak langsung membuat Anda menelan udara terlalu banyak. Mengunyah permen karet membuat otak berpikir bahwa makanan akan masuk, sehingga akhirnya perut mulai menghasilkan asam yang diperlukan untuk memecah makanan. Ketika tidak ada makanan untuk diproses, cairan asam di lambung akan membuat perut terasa penuh dan kembung. 

2. Terlalu banyak minum soda

Sama halnya dengan hobi minum minuman bersoda (berkarbonasi). Gas dari minuman dapat terperangkap di dalam pencernaan dan menyebabkan perut terasa begah. Tidak jarang juga tumpukan gas di perut ini akan membuat Anda sering sendawa setelah minum soda.

Terlebih jika Anda minum soda pakai sedotan. Sebab saat minum pakai sedotan, secara tidak langsung Anda menyedot udara berlebih ke dalam perut. Alhasil perut jadi kembung dan terasa penuh. 

3. Terlalu banyak makan makanan berlemak 

Makan makanan berlemak terlalu banyak dapat menjadi penyebab perut terasa begah. Pasalnya, lemak adalah zat yang sulit dan lambat dicerna oleh tubuh. Makanan berlemak juga termasuk tinggi kalori, yang membuat perut cepat penuh dan Anda merasa kekenyangan seperti begah. 

4. Sedang menstruasi

Perubahan hormon menjelang dan selama menstruasi dapat menjadi penyebab perut terasa kembung atau begah. Saat mau haid, umumnya kadar hormon progesteron dalam tubuh akan berkurang untuk merangsang rahim meluruhkan dindingnya sehingga terjadi perdarahan.

Namun di sisi lain, penurunan kadar progesteron bisa membuat tubuh menahan lebih banyak air dan garam. Alhasil ini bisa menjadi penyebab perut jadi kembung dan terasa begah. 

5. Penyakit pencernaan

Beberapa masalah pencernaan dapat menyebabkan perut terasa begah dan kembung. Contohnya adalah irritable bowel syndrome (peradangan usus besar), penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, hingga sembelit sampai gastoparesis.

Sejumlah gangguan pencernaan di atas menyebabkan usus meradang sehingga bekerja lambat untuk mengolah sisa makanan menjadi feses dan memindahkannya ke rektum.

Selama perpindahan ini, sisa makanan yang mengeras dan mengendap terlalu lama dalam pencernaan menghasilkan gas yang menjadi penyebab perut terasa begah.

6. Pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus

Dalam dunia medis, pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus dikenal sebagai SIBO (small intestinal bacterial overgrowth). Bakteri yang dimaksud di sini adalah bakteri baik yang berguna untuk mencerna makanan. Maka dari itu, kondisi SIBO belum tentu menandakan penyakit infeksi.

Namun ketika bakteri dalam usus kecil berkembang biak berlebihan, ini tetap dapat berisiko memicu masalah pencernaan tertentu. 

SIBO bisa menjadi penyebab perut terasa penuh, kembung, dan begah tiba-tiba, dan diare. Pertumbuhan bakteri berlebih juga dapat membuat nutrisi dari makanan lainnya sulit diserap oleh tubuh. 

7. Kelebihan cairan dalam tubuh (retensi)

Jika Anda terlalu banyak makan makanan asin, asupan garam berlebih dapat mengikat cadangan air dalam tubuh. Makan terlalu banyak garam juga dapat mengganggu kerja hormon yang semestinya mengendalikan kadar cairan tubuh. 

Ketika jaringan dalam tubuh menahan terlalu banyak air, tidak jarang hal ini dapat menjadi penyebab perut terasa kembung dan begah. Dalam dunia medis, kondisi kelebihan cairan dalam tubuh disebut retensi.

Retensi cairan kronis dapat mengarah pada kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes atau gagal ginjal. 

8. Intoleransi makanan

Seseorang yang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu dapat merasa begah dan kembung beberapa jam setelah mengonsumsi pemicunya. Jenis intoleransi makanan yang paling umum adalah intoleransi laktosa, intoleransi karbohidrat, dan intoleransi gluten.

Makanan yang sering menjadi perut begah pada orang yang memiliki toleransi laktosa di antaranya adalah susu, keju, atau es krim. Tubuh dari orang yang memiliki intoleransi laktosa umumnya kekurangan enzim laktase yang seharusnya bekerja mencerna gula susu atau laktosa. Ketika laktosa menumpuk dalam tubuh, salah satu gejala yang bisa muncul adalah perut begah.

Ada juga beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap makanan yang mengandung karbohidrat tertentu, seperti brokoli, kacang-kacangan, dan kembang kol. Jenis karbohidrat khusus ini agak lebih sulit untuk dicerna oleh tubuh beberapa orang. Ketika usus tidak dapat mencerna makanan tersebut, bakterilah yang akan mengurainya dan kemudian melepaskan gas buangan. Gas tersebut menyebabkan perut terasa kembung.

Selain intoleransi laktosa dan karbohidrat, jenis intoleransi makanan yang lain adalah intoleransi gluten. Ini adalah kondisi yang membuat tubuh yang tidak dapat mencerna gluten, jenis protein khusus di dalam produk pangan gandum.

Apabila Anda mengidap intoleransi gluten, bakteri di dalam pencernaan akan memakan gluten dan nantinya memproduksi gas di dalam perut. Gas yang terperangkap dalam perut dapat menjadi penyebab Anda merasa kembung dan begah.

Perlu dipahami bahwa intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca