Bakteri Jahat Dalam Tubuh Kita, Dari Mana Asalnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa di dalam tubuh Anda terdapat banyak bakteri? Setidaknya ada 100 triliun jenis dan jumlah bakteri yang ada di dalam tubuh juta. Bakteri-bakteri tersebut terdapat di bagian kulit, sistem pencernaan, mulut, serta beberapa bagian lain di dalam tubuh. Namun sebagian besar hidup di saluran pencernaan Anda. Kabar buruknya, tak semua bakteri dalam tubuh adalah bakteri baik. Nah, bagaimana bisa ada bakteri jahat dalam tubuh kita? Dari manakah asalnya?

Bakteri jahat sedikit jumlahnya, tetapi berbahaya

Anda pasti tahu bahwa bakteri juga ada di sekitar kita, entah itu di udara, air, tanah, dan di semua tempat. Oleh karena itu, sangat susah untuk menghindari bakteri masuk ke mulut.

Terdapat dua jenis bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Disebut dengan bakteri karena jenis bakteri-bakteri tersebut mempunyai peran penting dalam membantu proses pencernaan serta penyerapan zat gizi dalam tubuh. Sedangkan bakteri jahat adalah bakteri yang lebih banyak didapatkan dari luar tubuh dan bisa mengakibatkan infeksi.

Bakteri adalah makhluk hidup terkecil yang ada di muka bumi yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop. Untungnya, tidak terlalu banyak jenis bakteri yang bersifat merugikan dan buruk bagi kesehatan. Namun ketika tubuh terinfeksi bakteri yang bersifat jahat, maka dapat menyebabkan berbagai penyakit, bahkan kematian.

Berbagai jenis bakteri jahat di dalam tubuh kita

Saking banyaknya bakteri di lingkungan kita, Anda tidak mungkin hidup tanpa bakteri dan tidak bisa menghindari bakteri. Berikut adalah jenis bakteri yang paling sering menginfeksi tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit.

BACA JUGA: Berbagai Jenis Bakteri yang Bisa Hidup di Kulit Anda

1. Clostridia

Beberapa jenis bakteri clostridia tidak berbahaya jika masuk ke dalam tubuh, tetapi sebagian lainnya justru dapat menginfeksi jaringan tubuh. Seperti contohnya clostridium perfringes yang bisa menyebabkan jaringan di dalam tubuh kekurangan oksigen serta makanan dan kemudian mengakibatkan kematian jaringan. Lain lagi dengan clostridium difficile yang menginfeksi saluran pencernaan dan menimbulkan gejala diare.

2. Streptococci

Sebagian besar dari bakteri streptococci bisa menginfeksi tubuh dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Contohnya saja streptococcus pyogenes yang menyebabkan infeksi pada tenggorokan, meningitis, dan pneumonia. Menurut data dari Merck Manual of Medical information, streptococcus dan Clostridia adalah jenis bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi kulit dan berbagai jaringan mati.

3. Staphylococci

Staphylococci juga bisa mengakibatkan infeksi kulit, seperti bisul, abses, dan pustula. Selain ini bakteri staphylococci juga dapat menginfeksi tulang, sendi, dan luka terbuka. Namun ada juga jenis staphylococus yang tidak berbahaya yaitu staphylococcus epidermis yang biasanya hidup di atas permukaan kulit. Namun ketika bakteri ini masuk ke bagian dalam tubuh, seperti sendi dan bagian jantung maka dapat menimbulkan dampak buruk.

BACA JUGA: Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

4. Listeria dan Bacilli

Listeria monocytogenes tersebar melalui makanan seperti keju dan daging yang terkontaminasi. Jika seorang ibu hamil terinfeksi bakteri ini akan secara otomatis bayi yang dikandungnya akan mengalami infeksi akibat bakteri yang sama. Bakteri Basil ditemukan di tanah dan air, sementara binatang dan serangga adalah pembawa bakteri yang dapat meyebabkan infeksi pada manusia. Beberapa jenis Bacillus bisa menyebabkan keracunan makanan, anthrax, dan menginfeksi luka terbuka pada kulit.

5. Bakteri jahat pada usus

Sistem pencernaan juga menjadi tempat yang paling banyak ditumbuhi bakteri-bakteri dari luar. Bakteri jahat yang tinggal di usus dan kemudian menginfeksi usus biasanya menyebabkan berbagai gejala seperti penurunan nafsu makan, mual, muntah, kram perut, demam, serta terdapat darah pada BAB. Berbagai jenis bakteri yang dapat menginfeksi usus adalah yersinia, shigella yang ditemukan di air, salmonella yang banyak terkandung di dalam telur serta daging, campylobacter yang ditemukan di daging serta unggas, dan E.coli yang ditemukan di makanan mentah.

Dari mana bakteri jahat berasal?

Bakteri dapat tinggal dan tumbuh di manapun, serta memiliki cara penyebaran yang beragam, yaitu:

  • Melalui air yang terkontaminasi, biasanya cara ini menyebabkan penyebaran bakteri kolera dan tifoid (tipes).
  • Melalui makanan, bakteri yang menyebar dengan cara ini yaitu E.coli, botulism, salmonella.
  • Kontak seksual yang dapat menyebarkan bakteri sipilis, gonore, dan klamidia.
  • Melakukan kontak dengan binatang

BACA JUGA: Mencegah Kanker Dengan Bakteri di Dalam Usus

Memang banyak yang dapat menyebabkan Anda memiliki bakteri yang tumbuh di diri Anda, namun yang paling sering dijadikan penyebab penyebaran bakteri jahat ini adalah makanan yang terkontaminasi serta kebersihan diri yang tidak terjaga.

Bakteri dengan mudah menyebar melalui makanan, sentuhan dengan benda, orang, atau hewan yang terkontaminasi. Kemudian setelah Anda menyentuh sumber bakteri tersebut Anda tidak mencuci tangan dan tidak membersihkan diri. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengan mencuci tangan rutin menggunakan air yang mengalir dan sabun efektif mencegah penyebaran bakteri lebih besar 60% dibandingkan membersihkan dengan menggunakan alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

    Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    rileksasi tubuh

    5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

    Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    sering kencing di malam hari

    7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit