Memahami Cara Kerja Katabolisme Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda semua pasti sudah tidak asing dengan istilah metabolisme, yaitu proses yang dilakukan tubuh untuk mendapatkan energi. Namun, nyatanya, metabolisme masih terbagi menjadi dua bagian lagi, yaitu katabolisme dan anabolisme. Agar bisa menghasilkan energi, tubuh melakukan proses katabolisme. Ya, katabolisme adalah salah satu proses tubuh memecah nutrisi menjadi energi. Lantas, fakta unik apa lagi yang berkaitan dengan katabolisme?

Apa itu katabolisme?

Katabolisme adalah proses ketika tubuh mencerna makanan menjadi molekul-molekul kecil di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi. Molekul-molekul yang besar dan rumit dalam tubuh itu kemudian dipecah menjadi yang lebih kecil dan sederhana. Jadi, saat Anda mengonsumsi nasi atau makanan pokok lain yang diubah tubuh menjadi energi utama, maka saat itulah katabolisme terjadi. Secara sederhana, katabolisme dapat diartikan sebagai proses pembentukan energi yang berasal dari penguraian karbohidrat (atau makanan pokok lainnya).

Contoh proses katabolisme sama seperti halnya karbohidrat dari nasi yang  masuk ke dalam tubuh. Karbohidrat kemudian diubah menjadi disakarida dan dipecah lagi menjadi monosakarida (glukosa).

Glukosa adalah bagian terkecil pada hasil katabolisme karbohidrat yang akan diserap tubuh masuk ke dalam aliran darah. Nantinya, glukosa dalam darah akan mengalir ke seluruh tubuh dan dibagikan ke sel-sel tubuh lainnya yang membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.

Proses katabolisme juga melibatkan beberapa hormon di dalam tubuh

kelenjar adrenal

Katabolisme merupakan sebuah proses yang masih harus dibantu oleh hormon dan enzim tertentu. Beberapa hormon yang berperan dalam proses katabolisme, antara lain:

Hormon akan memengaruhi proses katabolisme, yang mana itu akan berdampak pada respons tubuh. Bila ada beberapa hormon di atas yang terganggu, hal itu akan memengaruhi proses katabolisme dan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Karena pada dasarnya proses metabolisme, hormon dan enzim di dalam tubuh saling berkaitan. Misalnya saja, homon adrenalin sangat berguna untuk jantung dan memiliki peran yang berkaitan dengan aliran oksigen yang dibawa darah ke seluruh tubuh. Bayangkan jika hormon adrenalin Anda terganggu. Tentu jantung dan aliran oksigen juga bisa terpengaruh.

Latihan olahraga katabolisme untuk tingkatkan kesehatan

manfaat bersepeda

Olahraga dapat membantu proses katabolisme berjalan dengan lebih baik. Olahraga yang dapat meningkatkan proses katabolisme disebut dengan olahraga katabolik. Olahraga katabolik diketahui dapat mengurangi berat badan dengan membakar lemak lebih banyak serta membangun massa otot yang lebih banyak pula. Kadang, proses-proses katabolik ini sering dijadikan acuan apakah tubuh Anda bisa menghilangkan atau menambah berat badan dengan cepat atau tidak.

Olahraga katabolik, seperti bersepeda, renang, dan berlari bisa menjadi latihan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, terutama jantung. Latihan katabolik dipercaya dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.  Dengan begitu, paru-paru dan jantung Anda juga akan menjadi lebih sehat.

Olahraga untuk Kanker Usus Besar

Menurut American College of Sports Medicine, untuk tetap sehat dan mendapatkan hasil kebugaran yang maksimal Anda bisa mengikut panduan olahraga dengan pengaturan waktu sebagai berikut:

  • 150 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang
  • 75 menit seminggu dengan intensitas tinggi

Anda bisa membagi waktu-waktu olahraga tersebut menjadi tiga sampai lima hari jadwal latihan dalam 1 minggu. Jika Anda memiliki riwayat kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya Anda mengonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai olahraga tersebut.

Selama melakukan latihan katabolik ini, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan Anda akan mengalami peningkatan. Pada proses ini, tubuh Anda akan memecah glikogen (hasil pemecahan karbohidrat) menjadi energi untuk digunakan sebagai bahan bakar selama berolahraga. Jika karbohidrat dalam tubuh Anda telah habis dan tak ada lagi yang bisa diubah menjadi energi, hormon kortisol dalam tubuh Anda akan menggunakan asam amino untuk menciptakan energi.

Ini penyebab katabolisme berjalan lambat

Meski merupakan proses alami yang terjadi dalam tubuh, katabolisme bisa saja berjalan lambat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Kurang gerak dan beraktivitas

Apa benar orang malas cenderung iq tinggi?

Energi yang diterima dari makanan akan digunakan sebagai energi oleh tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas. Lalu, bagaimana jika Anda hanya duduk diam selama satu hari penuh?Proses katabolisme Anda akan berjalan dengan lambat. Katabolisme adalah proses untuk menghasilkan energi. Olahraga membantu proses itu berjalan dengan lebih cepat. Ketika Anda tidak banyak bergerak, tubuh akan lebih sedikit (atau lebih lambat) dalam membakar karbohidrat sehingga energi yang tercipta pun akan lebih sedikit.

2. Kalori yang diasup tubuh kurang

Membatasi jumlah asupan sering kali dipilih sebagai salah satu cara menurunkan berat  badan. Padahal, makan terlalu sedikit dapat membuat proses katabolik dan anabolik Anda menurun. Akibatnya, tubuh Anda tidak bisa menghasilkan energi seperti semestinya.

Saat Anda menurunkan total asupan kalori Anda menjadi sangat sedikit dari biasanya, tubuh akan menganggap Anda sedang kelaparan. Dalam kondisi itu, tubuh akan memperlambat pembakaran kalori dalam tubuh Anda.

3. Kurang tidur

sering mengantuk

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai macam penyakit dan juga kelelahan di keesokan harinya. Selain itu, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memperlambat metabolisme Anda dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Penelitian yang dilakukan Spaeth dan kawan-kawan pada tahun 2015, misalnya, membuktikan bahwa kurang tidur dapat menurunkan tingkat metabolisme istirahat orang dewasa sehat pada pagi hari. Kurang tidur dapat membuat metabolisme karbohidrat dalam tubuh Anda terganggu sehingga saat bangun tidur tubuh Anda masih mempunyai kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang tinggi menunjukkan bahwa glukosa yang seharusnya dipecah menjadi energi dalam tubuh tetap mengalir bebas dalam aliran darah.

4. Stres

Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol Anda. Hal ini kemudian membuat nafsu makan Anda meningkat. Jika hal ini terjadi terus-menerus, Anda dapat mengalami kenaikan berat badan karena karbohidrat yang tak dipecah menjadi energi disimpan sebagai lemak. Kenaikan berat badan ini pada akhirnya dapat menyebabkan metabolisme tubuh Anda menurun.

5. Konsumsi obat-obatan tertentu

Ya, obat-obatan tertentu juga dapat memperlambat metabolisme dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah antidepresan, obat diabetes, steroid, dan terapi hormon. Jika Anda merasa mengalami kenaikan berat badan setelah mengonsumsi obat tersebut, mungkin obat tersebut mempunyai dampak terhadap metabolisme tubuh Anda. Apabila kondisi ini sampai menganggu Anda, sebaiknya Anda segera mendiskusikannya dengan dokter Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca