Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Terpapar Radiasi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tanpa sadar, kehidupan kita dikelilingi oleh radiasi. Mulai dari lingkungan, seperti dari sinar matahari dan gas radon dalam rumah, sampai dengan barang elektronik yang kita pakai sehari-hari. Apakah semua itu berbahaya?

Tidak semua radiasi membahayakan kesehatan manusia. Dengan kecanggihan teknologi, radiasi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia, seperti untuk pengobatan kanker atau untuk tes kesehatan yang menggunakan sinar-X. Namun tetap saja, kita harus berhati-hati terhadap paparan radiasi, karena paparan radiasi yang kuat dapat membahayakan kesehatan.

Apa itu radiasi?

Radiasi mungkin sudah akrab di telinga kita, namun jarang kita ketahui secara benar apa itu radiasi. Radiasi adalah energi yang bergerak dalam bentuk gelombang atau partikel kecil dengan kecepatan tinggi. Secara alami, radiasi ada pada sinar matahari. Sedangkan, radiasi yang dibuat manusia berada dalam bentuk sinar-x, senjata nuklir, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan pengobatan kanker.

Terdapat dua jenis radiasi, yaitu radiasi ion dan radiasi non-ion.

Radiasi ion

Radiasi ion dapat mempengaruhi atom yang terdapat dalam makhluk hidup, sehingga paparan radiasi ion ini dapat menimbulkan risiko kesehatan dengan merusak jaringan dan DNA dalam gen. Dengan cara merusak DNA dalam sel tubuh inilah bagaimana radiasi ion dapat menyebabkan kanker.

Radiasi ion dapat menyebabkan kematian atau kelainan pada sel, dalam waktu sementara maupun permanen. Paparan radiasi dalam jumlah besar dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian dalam hitungan jam atau hari. Tanda-tanda Anda terkena penyakit akibat radiasi adalah mual, lemas, rambut rontok, kulit terbakar, dan berkurangnya fungsi organ. Radiasi ion juga dapat menyebabkan mutasi pada gen Anda, sehingga Anda dapat menurunkannya kepada anak Anda. Radiasi ion ini dapat ditemukan dalam unsur-unsur radioaktif, partikel kosmik dari luar angkasa, dan mesin sinar-x.

Radiasi non-ion

Anda setiap hari pasti menggunakan dan terpapar oleh radiasi non-ion ini. Barang-barang elektronik yang Anda gunakan ternyata menghasilkan radiasi non-ion. Kita dapat menemukan radiasi non-ion ini dalam microwave, telepon seluler, stasiun televisi, radio, telepon nirkabel, termasuk medan magnet bumi, kabel rumah tangga, dan peralatan listrik lainnya.

Berbeda dengan radiasi ion, radiasi non-ion tidak mampu untuk memindahkan elektron atau mengionisasi atom atau molekul, sehingga  radiasi ini tidak sebahaya radiasi ion. Radiasi ini juga memiliki frekuensi yang jauh lebih rendah dari radiasi ion, sehingga mungkin tidak dapat membahayakan kesehatan. Namun, teori lain mengatakan bahwa paparan radiasi non-ion dalam frekuensi tinggi dan cukup kuat juga dapat menyebabkan masalah yang serius.

Bagaimana mengatasi bahaya radiasi?

Seberapa parah dampak yang dapat Anda alami dari radiasi adalah tergantung dari seberapa banyak tubuh Anda menyerap radiasi dari sumbernya. Berikut ini merupakan hal yang dapat Anda kontrol untuk meminimalkan paparan radiasi.

1. Jaga jarak dari sumber radiasi

Semakin Anda dekat dengan sumber radiasi, maka paparan radiasi yang dapat Anda terima semakin besar. Sebaliknya, jika jarak Anda semakin jauh dari sumber radiasi, maka radiasi yang Anda terima jauh lebih sedikit.

2. Mengurangi durasi terhadap paparan radiasi

Sama seperti jarak, waktu Anda yang semakin lama saat terpapar radiasi, memungkinkan tubuh Anda menyerap radiasi yang lebih banyak. Sehingga, waktu Anda terpapar radiasi harus dibatasi seminimal mungkin.

3. Mengurangi kesempatan ion radiasi untuk bergabung ke dalam tubuh

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi kalium iodida (KI) segera setelah terpapar radiasi. Kalium iodida ini dapat membantu melindungi tiroid dari radiasi. Mengapa tiroid? Radiasi berdampak langsung pada kelenjar tiroid, sehingga merusak kemampuan kelenjar tiroid untuk memproduksi iodium, di mana iodium sebagai zat yang sangat dibutuhkan untuk membentuk DNA yang sehat, fungsi kekebalan tubuh, metabolisme, keseimbangan hormon, serta kesehatan jantung.

Sehingga, konsumsi  kalium iodida dapat membantu melawan dampak radioaktif iodium. Kalium iodida mungkin efektif dalam membantu mengurangi paparan radiasi dengan cara mengurangi akumulasi dan simpanan racun radioaktif dalam tiroid. Konsumsi kalium iodida juga dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker tiroid.

4. Menggunakan pelindung

Pelindung yang dimaksud di sini adalah menggunakan bahan penyerap untuk menutupi reaktor atau sumber radiasi lainnya, sehingga pancaran radiasi ke lingkungan dapat berkurang. Pelindung biologis ini bervariasi efektivitasnya, tergantung dari materi yang digunakan untuk menghamburkan dan menyerap radiasi.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengobati sengatan lebah

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    gejala leptospirosis

    Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit