Sering Kesemutan Atau Pegal-pegal? Bisa Jadi Anda Kekurangan Kalium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kalium adalah mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Sebagai elektrolit, kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Kalium juga penting untuk menjaga fungsi otot dan saraf yang mengendalikan jantung. Jika tubuh Anda kekurangan kalium, maka tubuh akan memberikan pertanda melalui serangkaian gejala. Ada gejala yang ringan dan serius, tergantung dari seberapa parah tubuh kehilangan kalium. 

Yang terjadi jika tubuh kekurangan kalium

Kekurangan kalium dalam istilah medis disebut dengan hipokalemia. Kondisi ini terjadi jika kadar kalium dalam aliran darah seseorang berada di bawah batas normal. Dalam kondisi normal, kadar kalium di dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 5  mEq/L. Namun, apabila kadar kalium dalam darah kurang dari 3,5 mEq/L kondisi ini bisa disebut sebagai kekurangan kalium.

Sedangkan apabila kadar kalium sangat rendah, yaitu kurang dari 2,5 mEq/L, maka kondisi ini merupakan kekurangan kalium tingkat lanjut yang bisa berbahaya atau bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Itu sebabnya, ketahui tanda atau ciri jika tubuh Anda kekurangan kalium untuk mengurangi masalah yang lebih serius. Berikut ini beberapa akibat yang ditimbulkan jika kadar kalium dalam tubuh Anda berada di bawah batas normal:

  • Kram otot dan kedutan.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Mual dan muntah.
  • Palpitasi jantung (jantung berdebar-debar; detak jantung Anda terasa tidak seperti biasanya, seperti terlalu lambat, atau detakannya tidak berirama, atau memiliki jumlah detakan lebih dari normal).
  • Sering buang air kecil dan merasa haus.
  • Kesemutan dan mati rasa.

Untuk memastikan kadar kalium dalam tubuh Anda berada di batas normal atau tidak, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan beberapa tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, dan tes EKG. 

4 Jenis Nyeri yang Paling Sering Dikeluhkan Berdasarkan Kelompok Usia

Apa penyebab kekurangan kalium?

Ada beberapa kondisi bisa menyebabkan seseorang kekurangan kalium. Misalnya seseorang mengalami muntah-muntah dan diare yang bersamaan, terlalu banyak berkeringat, kecanduan alkohol, gangguan makan seperti bulimia, dan penggunaan obat pencahar yang berlebihan. Selain itu, kekurangan kalium juga bisa disebabkan karena efek dari kondisi medis yang serius, seperti gagal ginjal kronis, ketoasidosis diabetes, kekurangan asam folat, dan malnutrisi.

Namun, umumnya faktor yang paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami kekurangan kalium secara berlebihan adalah karena pengaruh mengonsumsi obat-obatan diuretik yang berfungsi untuk mempercepat pembentukan urine. Penggunaan obat diuretik sering diresepkan untuk orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Oleh karena itu, hindari penggunaan obat diuretik secara berlebihan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini. Untuk itu, penggunaan obat ini harus selalu di bawah pengawasan dokter untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara mencegah agar tubuh tidak kekurangan kalium?

Kekurangan kalium bisa dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi. Makanan yang mengandung kalium tergolong tidak sulit ditemukan dan dapat dimasukkan dalam pola makan sehari-hari. Berikut ini beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi yang bisa Anda konsumsi sehari-sehari guna mencegah kekurangan kalium. 

1. Kentang

Kentang merupakan sumber kalium terbaik. Bahkan, di antara jenis makanan yang lain, kentang mengandung kalium terbanyak yaitu 925 mg kalium.

Meski demikian, jangan lupa perhatikan cara mengolahnya. Ingatlah selalu kalau kentang goreng adalah musuh terbesar Anda. Lebih baik, konsumsi kentang panggang lengkap dengan kulitnya. Anda bisa mencari resep kentang panggang seperti yang ada di restoran favorit Anda. Namun, jangan lupa, hindari menambahkan saus atau keju yang berlebihan.

2. Alpukat

Banyak orang yang tidak mau mengonsumsi alpukat karena dianggap sebagai buah yang tinggi lemak. Namun, kandungan lemak omega-6 dalam buah alpukat ternyata sangat baik untuk mengurangi potensi penyakit jantung. Alpukat mengandung asam oleat tak jenuh yang bisa mengurangi bahaya tingginya kolesterol dalam tubuh.

Selain itu,  satu buah alpukat pun diketahui mengandung lebih dari dua kali kandungan kalium pada pisang. Itu sebabnya, buah alpukat sangat baik untuk membantu Anda mencukupi kebutuhan asupan kalium guna mencegah kekurangan kalium dalam darah. 

3. Pisang

Selain mengandung karbohidrat dan serat yang kaya, pisang juga nyatanya juga mengandung kalium yang baik untuk tubuh. Kandungan karbohidrat sehat di dalamnya juga mampu membuat perut terasa kenyang serta membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Selain itu, makan pisang secara teratur juga bisa membantu Anda menghindari kram otot. 

4. Ikan

Tidak hanya kaya kandungan asam lemak omega-3, ikan juga tinggi kalium, mineral, dan zat besi. Sebagian besar ikan pada dasarnya mengandung banyak kalium, seperti salmon, sarden, tuna, dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Sama seperti kentang, hindari mengolah ikan secara digoreng. Pilihlah metode masak yang lebih menyehatkan seperti dijadikan sop, dibakar, ataupun dipanggang. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 mins read

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 3 mins read
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 5 mins read
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 3 mins read
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read