Obat cacing bisa diberikan ketika si kecil tiba-tiba jadi tidak nafsu makan, badannya sekilas jadi terlihat kurus, lemah dan lesu, Kondisi turun nafsu makan seperti ini sering disebabkan karena cacingan.

Pasalnya, cacingan rentan menyerang anak-anak yang masih belum mengerti betul tentang kebersihan diri dan makanan yang ia makan. Lantas, apa saja obat cacing yang bisa diberikan?

Apa itu cacingan?

Cacingan adalah kondisi pada manusia yang sering ditandai dengan adanya parasit cacing yang hidup di usus besar dan usus halus. Cacing pada parasit manusia dapat hidup di dalam tubuh karena darah dan nutrisi pada usus diserap, sehingga cacing bisa bertahan hidup di dalam perut.

Cacingan pada manusia ini umumnya disebabkan karena 4 macam jenis cacing. Apa saja?  Ada cacing kremi, cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang. Masing-masing dari parasit cacing ini obatnya beda, karena jenisnya juga beda. Apabila salah minum obat cacing, yang ada anak makin lama sembuhnya.

Apa saja gejala cacingan?

Gejala umum cacingan adalah:

  • sakit perut
  • Diare, mual, atau muntah
  • Kentut terus dan perut kembung
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab
  • Sakit perut atau nyeri saat perut ditekan

Orang yang sedang terkena cacingan juga dapat mengalami disentri. Disentri adalah infeksi usus menyebabkan diare dengan darah dan lendir di tinja. Cacing yang ada di usus juga dapat menyebabkan ruam atau gatal di sekitar dubur atau vulva.

Dalam beberapa kasus, Anda bisa melihat cacing di tinja saat buang air besar. Beberapa orang mungkin menderita cacingan selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apa pun.

Penyebab cacingan yang tidak Anda duga

cacingan pada anak

1. Dari tanah yang terkontaminasi

Anak-anak biasanya hobi main tanah, mengambil mainan yang jatuh di tanah, atau bahkan nyeker telanjang kaki di tanah. Main dengan tanah yang terinfeksi cacing adalah cara paling umum penyebab anak cacingan.

Telur cacing bisa masuk lewat kaki dan ke dalam tubuh. Ini karena larva cacing bisa menembus kulit kaki. Cacing juga bisa masuk ke tubuh ketika anak main tanah dan di tangan atau di bawah kuku mereka ada telur cacing. Anak-anak biasanya sering secara tidak sengaja memasukkan jari atau tangan mereka yang kotor ke dalam mulut.

Biasanya anak terkena infeksi jenis cacing tambang, cacing gelang, cacing pita dan cacing gelang. Segera minum obat cacing apabila sudah terlihat gejala cacingan. 

2. Dari minum air yang terkontaminasi

Beberapa jenis cacing dapat berkembang biak di air. Umumnya air yang ada di genangan, di danau, atau di bendungan bila terkontaminasi dan dijadikan sumber air minum bisa menyebabkan masyarakat terinfeksi.

Selain itu, bermain, mandi dan berenang di area air yang terkontaminasi ini juga dapat menyebabkan Anda terkena infeksi cacing. Anak-anak cenderung paling sering kena cacingan karena sistem kekebalan mereka lebih lemah daripada orang dewasa.

3. Makan makanan kurang matang atau yang terkontaminasi

Telur cacing tambang dan telur cacing gelang umumnya terdapat di tanaman dan sayuran yang tumbuh di tanah terkontaminasi. Apabila sayuran dan buah tidak dicuci bersih, orang dewasa maupun anak-anak bisa terkena infeksi cacingan.

Selain dari sayuran dan buah, cacingan bisa didapat dari daging hewan yang terkontaminasi telur cacing, ini disebabkan karena hewan tersebut makan dan minum dari air dan tanah yang terdapat telur cacing.

Daging hewan yang kemungkinan bisa terkontaminasi antara lain seperti ikan, sapi, domba, dan kambing yang bisa terkena infeksi cacing pita. Selain itu, daging dan ikan yang mentah, atau tidak dimasak dengan matang juga dapat membawa cacing ke dalam tubuh.

4. Kontak dengan orang yang terinfeksi

Jika orang dewasa atau bahkan anak-anak yang sudah positif terinfeksi cacingan, maka ia bisa menularkannya ke orang lain. Biasanya jenis infeksi cacing kremi yang menular lewat orang lain.

Penularannya bisa dari telur cacing yang berada di bawah kuku atau di tangan yang kurang bersih. Setelah itu, tangan yang terkontaminasi telur cacing apabila memegang mainan lain atau benda, telurnya bisa berpindah. Alhasil, anak sehat lain yang memegang mainan terkontaminasi tersebut berisiko tertular apabila jari dan tangan dimasukkan ke dalam mulutnya.  

Bagaimana dokter mendiagnosis cacingan?

Jika Anda atau si kecil punya gejala cacingan, baiknya segera cek ke dokter. Nantinya bila diduga cacingan, dokter dapat melakukan pemeriksaan feses Anda. Kemungkinan akan diperlukan beberapa sampel tinja untuk memastikan adanya parasit di dalam feses Anda.

Selain itu dokter bisa melakukan tes lain, namanya tes “Scotch tape“. Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan pita ke anus beberapa kali untuk mengambil telur cacing kremi. Nantinya pita akan diidentifikasi di bawah mikroskop untuk melihat ada telur cacing atau tidak.

Jika cacing atau telur cacing tidak terdeteksi, dokter dapat melakukan tes darah untuk mencari antibodi yang diproduksi tubuh Anda ketika terinfeksi oleh parasit. Selain itu, dokter mungkin melakukan rontgen atau menggunakan tes skrining seperti computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI),  tergantung pada luas atau lokasi penyakit yang dicurigai.

Obat cacing di apotek

epilepsi pada anak

Piperazin, pirantel pamoat, mebendazol dan albendazol adalah antihelmintik atau obat cacing yang banyak Anda temui di apotek dengan berbagai macam merek dagang. Berikut jenis cacing dan jenis obat cacing yang wajib Anda ketahui.

1. Cacing gelang

Untuk obat cacing gelang, Anda bisa membeli obat yang mengandung kandungan piperazin. Piperazin dalam obat cacing dapat membunuh cacing gelang dengan cara melumpuhkan otot-otot cacing. Nantinya cacing yang lumpuh akan ikut terbuang bersama kotoran.

2. Cacing kremi

Untuk obat cacing kremi, Anda bisa membeli obat yang mengandung zat pirantel pamoat. Zat pada obat ini dapat membasmi lebih banyak cacing dibandingkan piperazin. Pirantel pamoat bekerja dengan cara melumpuhkan neuromuskular cacing. dan mengeluarkannya dari dalam tubuh bersamaan dengan kotoran, Untuk obat cacing kremi biasanya tidak perlu pakai obat pencahar agar mulas.

3. Cacing tambang

Untuk obat cacing tambang atau cacing cambuk, Anda bisa memberikan obat dengan kandungan mebendazol. Obat mengandung mebendazole sebetulnya bisa mengobati cacing kremi dan cacing gelang juga. Cara kerja obat ini adalah dengan mencegah cacing menyerap gula yang merupakan sumber makanan cacing. Perlahan cacing akan mati.

4. Cacing pita

Untuk obat cacing pita, Anda bisa memberikan obat yang mengandung zat Albendazol. Zat tersebut  juga cukup efektif dalam membasmi cacing kremi, cacing gelang, cacing cambuk dan cacing tambang. Obat ini bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap gula atau glukosa, sehingga parasit ini mati karena kehabisan energi.

Ada hal yang harus diperhatikan

Perlu diingat sebagian besar obat cacing hanya dapat membasmi cacing dengan cara merusak sistem saraf atau mencegah cacing menyerap glukosa sehingga parasit ini mati, namun tidak dengan telur cacingnya.

Oleh karena itu, pemberian obat cacing perlu diulang dalam jangka waktu tertentu agar cacing yang baru menetas dari telur dapat segera dibasmi sebelum menjadi dewasa dan menghasilkan telur cacing baru, ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri siklus hidup cacing.

Pastikan anda memilih obat cacing sesuai dengan gejala yang ditimbulkan karena masing-masing dari parasit ini biasanya memiliki gejala yang berbeda dan tentu dengan obat yang berbeda pula. Perhatikan label yang terdapat dalam kemasan obat. Jika anda tidak yakin cacing apa yang ada di dalam tubuh, konsultasi ke dokter adalah pilihan yang paling tepat.

Obat cacing alami

obat mual

1. Biji labu

Menurut University of Maryland Medical Center, biji buah labu bisa menjadi obat cacing alami. Pasalnya, biji labu mengandung banyak zat bermanfaat seperti asam amino, karbohidrat dan asam lemak.

Selain itu, mereka memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dapat menjadi oobat cacing gelang dan cacing pita secara alami. Cara penggunaannya, tumbuk biji labu dan campur dengan air hangat. Anda juga bisa mencampur biji labu dan bawang dengan susu kedelai untuk membantu tubuh Anda melawan cacing gelang.

Selain itu, menurut International Journal of Molecular Sciences di tahun 2016,  menyatakan bahwa ekstrak biji labu memiliki beberapa aktivitas anti-parasit yang bagus untuk obat cacingan

2. Bawang putih

Bawang putih dikenal dapat membantu melawan cacing gelang, parasit giardia lamblia , dan cacing kremi.  Ketiga parasit tersebut bisa menginfeksi usus serta mengganggu fungsi saluran pencernaan Anda. 

Silakan racik bawang putih dan lobak yang diparut, lalu parutan keduanya dicampur air. Saring campuran bawang  putih dan lobak dan konsumsilah dua kali sehari sebelum makan untuk mengobati cacing dan parasit giardia.

3. Wortel

Wortel bisa menjadi membantu mengatasi infeksi cacing karena kandungan vitamin A nya. Vitamin A pada wortel kaya akan betakaroten yang bisa mencegah adanya cacing berkembang biak di dalam tubuh.

Anda hanya perlu menghaluskan wortel dengan blender dan campur dengan madu, campuran ini bisa membantu mengobati cacing kremi yang ada di dalam perut. Konsumsi 1 sendok makan campuran wortel dan madu ini sebelum sarapan pagi dan sebelum tidur.

4. Goldenseal

Goldenseal adalah tanaman herbal yang bekerja sebagai antimikroba dan dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan. Anda bisa menggunakan goldenseal sebagai obat cacing dalam sediaan tablet, salep, dan bubuk yang dijual di toko obat herbal.

Goldenseal mengandung berberin. Ini adalah zat yang bekerja melawan parasit di usus seperti giardia lamblia, parasit entamoeba histolytica, dan cacing kremi.

5. Makan makanan sehat

Ada beberapa pola makan sehat yang direkomendasikan sebagai obat cacing dan parasit di usus secara alami. Antara lain:

  • Sementara hindari dulu mengonsumsi kopi, gula rafinasi, alkohol, dan biji-bijian olahan
  • Disarankan untuk makan makanan yang mengandung bawang putih
  • Disarankan untuk makan wortel, ubi jalar, labu, dan makanan lain yang mengandung tinggi beta-karoten. Beta karoten dapat mencegah perkembangbiakan cacing di dalam tubuh.
  • Disarankan untuk makan makanan probiotik seperti yoghurt atau kimchi, makana tersebut berfungsi untuk ,embangun kembali bakteri bermanfaat dalam usus Anda
  • Disarankan untuk banyak makan makanan yang kaya vitamin C dan vitamin B

Beberapa praktisi kesehatan herbal juga menyarankan melakukan pembersihan usus atau detoksifikasi. Ini adalah sebuah cara yang dapat dilakukan dengan makan makanan tinggi serat dan suplemen yang bisa menjadi obat cacing. Detoks dilakukan untuk membantu tubuh Anda dalam membersihkan parasit usus. Suplemen yang bisa membantu jadi obat cacing adalah suplemen psyllium husk, suplemen buah bit, dan suplemen biji rami.

Segera minum obat cacing agar tidak komplikasi

Segera minum obat cacing agar cacing di dalam tubuh cepat hilang, pasalnya, cacing di usus meningkatkan risiko anemia dan komplikasi penyumbatan usus. Komplikasi cacingan ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, seperti orang dengan infeksi HIV atau AIDS.

Infeksi cacing di usus juga dapat menimbulkan risiko lebih tinggi jika Anda sedang hamil. Jika Anda hamil dan ditemukan memiliki infeksi cacing usus, dokter Anda akan menentukan terapi obat cacing mana yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan dan akan memantau Anda dengan seksama saat Anda selama kehamilan.

Bagaimana cara mencegah cacingan?

Ada beberapa cara yang harus dilakukan anak agar mencegah cacingan dan tidak perlu repot minum obat cacing selalu. Orangtua bisa memastikan anak melakukan hal berikut ini:

  • Pastikan anak dan orangtua cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan,
  • Cuci tangan juga setelah menyentuh, main tanah atau menggunakan toilet
  • Pastikan hanya  minum air botolan atau air matang
  • Apabila memelihara anjing atau kucing, jaga dan rawat kebersihan hewan dan kandangan secara teratur.
  • Segera buang kotoran anjing dan kucing di tempat sampah dan cuci tangan bersih setelahnya
  • Cuci buah dan sayuran yang ditanam di kebun secara menyeluruh
  • jangan biarkan anak-anak bermain di daerah di mana ada banyak kotoran anjing atau kucing
  • Jangan makan buah dan sayuran mentah apabila banyak kasus cacingan di lingkungan Anda
  • Jangan nyeker atau berjalan tanpa alas kaki di lingkungan tinggi kasus cacingan
  • Jangan makan daging  babi, sapi, atau ikan air tawar mentah atau yang kurang matang

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca