4 Masalah yang Sering Terjadi Pada Telinga Anda

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Telinga merupakan salah satu panca indera manusia yang berfungsi untuk mendengar. Karena itu, kesehatan telinga sangat penting untuk dijaga. Tapi tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Jika kesehatan telinga tidak dijaga, baik dalam segi kebersihan maupun dalam mendengar suara, maka salah satu masalah telinga di bawah ini bisa saja terjadi pada Anda.

Beberapa masalah telinga yang paling umum

Beberapa kondisi medis di bawah ini dapat memengaruhi kesehatan pendengaran Anda. Kemampuan mendengar Anda bisa saja menurun sampai hilang atau tuli karena masalah telinga ini.

1. Otitis media

Otitis media adalah infeksi atau radang telinga bagian tengah yang dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Masalah telinga ini dapat terjadi saat mukosa (bagian pernapasan atas yang mengeluarkan lendir) menjadi bengkak karena pilek, infeksi pernapasan, atau alergi. Pada akhirnya, tabung Eustachia akan tersumbat oleh penumpukan cairan.

Orang dewasa mempunyai ukuran tabung Eustachia yang lebih besar dibandingkan anak-anak sehingga lebih jarang mengalami infeksi telinga ini. Anak-anak lebih mungkin terserang infeksi ini pada satu atau kedua telinganya.

Jika infeksi telinga tidak segera diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Otitis media dapat menyebabkan infeksi pada tulang mastoid belakang telinga, gendang telinga pecah, dan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.

2. Tinnitus

Apakah Anda suka mendengar denging di telinga? Waspada, mungkin Anda mengalami tinnitus. Tinnitus terjadi saat Anda mendengar bunyi-bunyi di telinga Anda, seperti bunyi menderu keras, ketukan, gumaman, sampai berdengung. Suara ini bisa terdengar terputus-putus atau terus-menerus.

Biasanya tinnitus terjadi karena kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Salah satu penyebab kerusakan ini adalah karena paparan suara yang sangat keras dalam waktu lama. Biasanya kerusakan saraf pendengaran dan tinnitus sering terjadi bersamaan seiring dengan usia Anda yang makin menua. Untuk mencegah masalah telinga ini, disarankan agar Anda selalu menjaga kesehatan telinga, termasuk menjaga telinga dari paparan suara keras.

3. Swimmer’s ear (telinga perenang)

Telinga perenang yang juga dikenal sebagai otitis eksterna adalah infeksi pada telinga luar yang disebabkan oleh adanya air yang terjebak dalam saluran telinga sehingga bakteri terperangkap di sana. Air dalam saluran telinga membuat lingkungan telinga menjadi lembab, di mana bakteri dapat berkembang biak. Dalam kondisi yang parah, lapisan kulit dalam telinga bisa membengkak, menyebabkan iritasi dan juga infeksi. Selain biasanya terjadi pada para perenang, otitis eksterna juga bisa terjadi karena air yang masuk ke telinga saat mandi.

4. Penumpukan kotoran telinga

Kotoran telinga (earwax) atau juga biasa dikenal dengan serumen adalah komponen yang secara alami dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian luar telinga. Earwax ini dihasilkan telinga dengan tujuan untuk menjebak partikel debu atau partikel kecil lainnya yang masuk ke telinga agar tidak masuk lebih dalam lagi sampai ke gendang telinga.

Normalnya, earwax  ini akan menumpuk, mengering, dan keluar dari telinga dengan sendirinya. Namun, earwax  yang banyak menumpuk dalam saluran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Salah membersihkan saluran telinga bisa menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau benda kecil lainnya justru dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam lagi masuk ke telinga. Sehingga akan terjadi penumpukan kotoran telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Kapan telinga harus diperiksakan ke dokter?

Pemeriksaan dini sangat penting dilakukan agar masalah tidak bertambah parah. Untuk itu, Anda harus segera memeriksakan telinga Anda ke dokter, bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Telinga terasa sakit
  • Telinga berdenging
  • Pusing
  • Telinga mengeluarkan nanah atau darah
  • Demam dan merasa lemas
  • Pernah mengalami trauma pada leher dan kepala sebelum merasa sakit telinga
  • Pendengaran terganggu atau memburuk secara bertahap
  • Ada benda asing di telinga
  • Sudah menggunakan obat telinga tapi gejala belum membaik atau malah terasa gatal

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit