Perkembangan zaman menuntut kita hidup serba cepat, termasuk makan makanan cepat saji yang notabene mengandung banyak garam. Padahal, batas maksimum asupan garam untuk orang dewasa rata-rata hanya  6 gram atau satu sendok teh per hari.

Kebanyakan makan garam dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Dalam jangka pendek, konsumsi garam berlebih dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan yang bisa berujung bahaya. Berikut adalah beberapa tanda bahwa tubuh Anda sudah kebanyakan makan garam.

Apa saja tanda-tanda tubuh kebanyakan makan garam?

1. Sering buang air kecil

Seperti yang Anda tahu, kelebihan konsumsi air bisa membuat Anda jadi lebih sering bolak-balik buang air kecil. Efek yang sama ternyata juga terjadi jika Anda kebanyakan makan garam. Sebabnya, konsumsi garam berlebih “memaksa” ginjal Anda bekerja lebih keras untuk membilasnya keluar dari tubuh yang berujung pada meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Saat Anda buang air kecil, tubuh Anda akan kehilangan kalsium, mineral tubuh yang berperan dalam membuat tulang dan gigi Anda tetap kuat. Sehingga jika Anda terlalu sering buang air kecil, maka tubuh Anda akan kehilangan kalsium dan dapat melemahkan tulang Anda. Tubuh yang kekurangan kalsium  meningkatkan risiko osteoporosis.

2. Sering sakit kepala

Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi garam lebih banyak dari batas anjurannya lebih cenderung sering mengalami sakit kepala meski tekanan darahnya normal, dibandingkan dengan orang dewasa yang mengonsumsi garam sewajarnya.

3. Sering haus

Terlalu banyak garam dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh, yang dapat membuat mulut Anda kering. Ini sebabnya mengapa kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda haus bahkan dehidrasi.

Dehidrasi dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi kemampuanAnda untuk mengingat. Bahkan, sebuah studi telah menemukan bahwa orang yang mengalami dehidrasi memiliki tingkat kognitif yang lebih buruk dibandingkan dengan yang tidak. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut Anda harus minum lebih banyak air.

4. Tekanan darah tinggi

Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan jumlah cairan di dalam tubuh Anda, yang akan membuat jantung Anda bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Pada akhirnya, kerja jantung yang “lembur” dapat meningkatkan tekanan darah.

5. Muncul kantung mata

Ya, bahkan kantung mata sekalipun bisa menjadi pertanda anda sudah kebanyakan makan garam. Ini bisa terjadi karena tubuh Anda mencari cara untuk menyeimbangkan kelebihan garam, yang berakibat pada terjadinya pembengkakan pada organ tubuh, yang seringkali disebut dengan edema. Namun, munculnya kantung mata juga dapat disebabkan karena kurang tidur, alergi, atau karena obat-obatan.

Tips membatasi asupan garam dalam menu makan sehari-hari

Jika Anda mengalami satu atau bahkan lebih dari tanda-tanda kebanyakan makan garam di atas, kini mulai saatnya untuk belajar mengendalikan asupan makanan asin untuk menghindari risiko bahaya kesehatan yang mungkin terjadi. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, bahaya asupan garam berlebih akan berdampak pada meningkatnya tekanan darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga osteoporosis.

Berikut adalah beberapa cara untuk membatasi asupan garam Anda:

  1. Konsumsi makanan yang segar – baik daging, buah, dan sayur-sayuran.
  2. Biasakan untuk melihat label pada makanan kaleng yang Anda beli. Usahakan membeli makanan kaleng yang rendah sodium.
  3. Anda juga dapat membandingkan makanan yang Anda beli. Pilih makanan yang mengandung sodium paling rendah.

Meskipun sulit membiasakan diri untuk membatasi asupan garam pada makanan Anda, namun, Anda tetap harus mencobanya. Orang dewasa yang sehat harus membatasi konsumsi garam dan air sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan cairan tubuh melalui keringat dan urin, serta untuk memenuhi nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Pasalnya, kekurangan sodium dalam tubuh justru dapat menurunkan kemampuan kognitif otak. Konsumsi garam yang sewajarnya (6 gram atau 1 sdt per hari) bermanfaat bagi tubuh untuk memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam perkembangan otak.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca