Mengenal Vasektomi, Metode Kontrasepsi Pria Bersifat Permanen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Vasektomi adalah salah satu KB permanen yang bisa dijalani oleh seorang pria untuk mencegah kehamilan pada pasangan.  Vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang sifatnya permanen, tapi tidak menghalangi pria untuk mengalami ejakulasi dan orgasme. Berikut informasi selengkapnya mengenai vasektomi atau lebih dikenal sebagai sterilisasi.

Seberapa ampuh vasektomi dalam mencegah kehamilan?

Vasektomi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang paling efektif dengan tingkat keberhasilan mencapai 99 persen. Artinya, kurang dari 1 di antara 100 orang wanita yang hamil setelah satu tahun pria menjalani prosedur vasektomi.

Vasektomi dilakukan dengan menjalani prosedur operasi yang dilakukan dengan cara memotong vas deferens, yakni saluran berbentuk tabung kecil di dalam skrotum yang membawa sperma dari testikel menuju penis.

Waktu yang direkomendasikan kepada laki-laki untuk melakukan tes lanjutan demi memastikan tidak ada sperma yang tersisa di kepala penis setelah vasektomi adalah 8-16 minggu. Selain itu, pada beberapa kasus, saluran vas deferens bisa terhubung kembali secara tidak terduga. Namun, kondisi ini adalah hal yang tergolong jarang terjadi setelah prosedur vasektomi dijalankan.

Hal yang perlu dipahami, Anda masih bisa membuat pasangan Anda hamil hingga  jumlah sperma Anda benar-benar nol. Hingga saat itu, Anda harus tetap menggunakan metode kontrasepsi lain, setidaknya sampai tiga bulan setelah vasektomi. Hal ini disebabkan, biasanya masih ada sisa-sisa sperma yang mengapung di sekitar ujung bukaan vas deferens.

Jenis-jenis vasektomi

Ada dua jenis vasektomi, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau bedah.

Pada vasektomi konvensional, dokter bedah akan membuat sayatan pada kedua sisi skrotum yaitu bagian atas skrotum dan bagian bawah penis. Kemudian vas deferens di dalamnya akan dihilangkan, diikat, atau bahkan dikaterisasi. Bekas luka kemudian akan dijahit.

Sementara pada vasektomi tanpa pisau bedah, dokter bedah akan menggunakan penjepit kecil untuk menahan saluran yang akan dipotong.  Selanjutnya akan dibuat lubang kecil pada kulit skrotum dan dokter akan memotong bagian saluran sebelum mengikatnya. Prosedur vasektomi ini tidak memerlukan jahitan dan merupakan prosedur yang paling populer, karena minimnya risiko dan komplikasi yang ditimbulkan.

Apa yang terjadi selama vasektomi?

Untuk memahami bagaimana vasektomi dapat memengaruhi kondisi Anda, Anda perlu mempelajari apa yang terjadi selama prosedur vasektomi berlangsung. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah prosedur vasektomi yang dilakukan untuk mencegah kehamilan pada pasangan.

Persiapan sebelum prosedur operasi

Sebelum Anda menjalani prosedur vasektomi, dokter Anda akan memastikan sekali lagi apakah prosedur ini adalah metode kontrasepsi yang tepat untuk kondisi kesehatan Anda. Dokter akan mengajak Anda berdiskusi seputar pemahaman Anda tentang vasektomi. Sebagai contoh, apakah Anda paham bahwa prosedur ini bersifat permanen atau tidak.

Anda juga diharapkan sudah memiliki keputusan yang matang, jika ingin memilih metode kontrasepsi yang satu ini. Pasalnya, vasektomi adalah pilihan yang berisiko jika Anda suatu hari ingin memiliki keturunan. Selain itu, anggota keluarga terdekat Anda juga diharapkan memiliki pendapat yang sama mengenai keputusan Anda.

Di samping itu, dokter juga akan tetap memaparkan berbagai pilihan metode kontrasepsi lain yang sifatnya temporer atau sementara, sehingga Anda bisa berhenti menggunakan metode atau alat kontrasepsi tersebut jika suatu hari berubah pikiran.

Salah satu hal yang paling penting adalah pastikan bahwa Anda akan melakukan prosedur vasektomi dengan dokter yang tepat. Umumya, prosedur ini akan lebih aman jika dilakukan oleh dokter yang sudah handal dalam melakukan operasi ini, misalnya urolog.

Saat prosedur operasi berlangsung

Setelah memastikan bahwa Anda telah yakin dengan pilihan menjalani vasektomi, Anda baru bisa menjalani prosedur operasi tersebut. Vasektomi adalah sebuah prosedur operasi yang berjalan 10-30 menit lamanya.

Pertama-tama, dokter akan memberikan anestesi lokal, di mana dokter membius area yang akan dioperasi dengan cara menyuntikkannya melalui lapisan kulit skrotum Anda menggunakan jarum berukuran kecil.  Lalu, setelah Anda sudah tidak bisa merasakan apa-apa di area yang akan dioperasi, dokter akan memotong sedikit skrotum bagian atas menggunakan pisau bedah.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan dokter dalam prosedur vasektomi ini adalah mencari vas deferens, yaitu saluran berupa pipa kecil yang membawa sperma dari testis Anda. Lalu, dokter akan menarik sebagian vas deferens melalui sayatan keluar dari skrotum, lalu memotongnya.

Setelah memotong ujung vas deferens, dokter akan menutup saluran tersebut dengan cara diikat, dikaterisasi (dipanaskan), ditutup dengan alat medis. Jika sudah, dokter akan mengembalikan saluran tersebut kembali ke dalam skrotum.

Sayatan pada skrotum akan ditutup dan dijahit kembali oleh dokter. Luka sayatan bekas operasi itu akan segera pulih seiring berjalannya waktu.

Setelah prosedur operasi selesai

Tidak berhenti sampai situ saja, Anda akan merasakan beberapa kondisi pasca operasi. Biasanya, Anda akan mengalami pembengkakan atau rasa sakit setelah menjalani vasektomi. Namun, kondisi ini sebenarnya tidak akan bertahan terlalu lama. Artinya, bengkak dan rasa sakit itu akan hilang seiring berjalannya waktu.

Selama proses pemulihan dari vasektomi, dokter akan meminta Anda untuk segera memberi tahu dokter jika Anda mengalami infeksi, misalnya ada darah yang mengalir dari area yang dioperasi, suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 38 derajat celsius, tubuh mengalami kemerahan, atau rasa sakit meningkat.

Tak hanya itu, Anda juga akan diminta menggunakan perban atau pakaian dalam yang ketat selama kurang lebih dua hari setelah menjalani prosedur vasektomi. Hal lain yang harus Anda lakukan selama dua hari setelah menjalani vasektomi adalah mengompres skrotum dengan es batu.

Anda juga diharapkan untuk membatasi aktivitas setelah prosedur vasektomi. Waktu yang Anda butuhkan untuk beristirahat setelah menjalani operasi vasektomi adalah 24 jam. Anda sudah diperkenankan untuk melakukan aktivitas yang tergolong ringan setelah dua hingga tiga hari berikutnya, tapi jangan berolahraga atau mengangkat beban yang berat hingga satu minggu lebih.

Pasalnya, terlalu banyak beraktivitas setelah menjalani vasektomi dapat menyebabkan perdarahan di dalam skrotum. Aktivitas lain yang juga perlu Anda hindari setelah vasektomi adalah berhubungan seksual hingga satu minggu.

Tujuannya adalah agar Anda tidak mengalami beragam efek samping yang mungkin terjadi setelah menjalani vasektomi. Ejakulasi dapat menyebabkan rasa sakit dan air mani Anda mungkin mengandung darah.

Selain itu, meski sudah lewat dari satu minggu setelah prosedur vasektomi, Anda juga diharapkan untuk menggunakan metode kontrasepsi lain selama berhubungan seksual hingga dokter memastikan bahwa Anda sudah tidak menghasilkan sperma sama sekali.

Namun, perlu diingat bahwa vasektomi bukan metode untuk menghentikan penyebaran penyakit kelamin dan HIV. Anda masih bisa menularkan atau memperoleh penyakit kelamin saat Anda berhubungan seks tanpa kondom, karena proses kebiri tidak akan memiliki pengaruh apapun terhadap kesehatan seksual Anda.

Manfaat melakukan vasektomi

Setelah memahami bagaimana vasektomi dilakukan, kini saatnya Anda memahami manfaat yang mungkin Anda rasakan jika menjalani prosedur ini, di antaranya adalah:

Sangat efektif

Ya, salah satu manfaat dari menjalani metode kontrasepsi ini, vasektomi adalah metode yang sangat efektif, apalagi jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, pil KB, dan metode lainnya. Bahkan, vasektomi 99% efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan pada pasangan.

Di samping itu, vasektomi adalah metode yang bersifat permanen, sehingga saat Anda memutuskan untuk melakukannya, metode ini akan mencegah Anda untuk memiliki keturunan selamanya. Oleh karena itu, Anda memang harus yakin sepenuhnya untuk menjalani prosedur ini.

Kenyamanan

Efek samping dan gangguan yang timbul dari prosedur vasektomi sangatlah minim. Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen yang tidak akan mempengaruhi tingkat testosteron, ereksi, klimaks, libido, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan seks. Selain itu, setelah operasi, pasien vasektomi dapat langsung pulang ke rumah.

Bahkan, Anda sudah tidak perlu lagi membeli kondom atau melakukan rutinitas dengan datang ke dokter pada periode tertentu demi mencegah kehamilan. Sifatnya yang permanen membuat Anda tidak perlu repot melakukan hal-hal tersebut karena selama pasangan Anda melakukan hubungan seksual hanya dengan Anda, pasangan Anda tidak akan hamil selamanya.

Pengaruh terhadap hubungan seks

Anda mungkin khawatir bahwa setelah menjalani vasektomi, kehidupan seks Anda akan berubah. Namun, sebenarnya hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan. Mengapa? Ya, vasektomi tidak akan menurunkan kadar testosteron. Selain itu, vasektomi tidak mengganggu gairah seks Anda, sehingga Anda akan tetap mengalami ereksi, orgasme, hingga ejakulasi.

Vasektomi tidak akan mengganggu Anda selama berhubungan seksual, sehingga Anda juga tidak perlu repot memikirkan cara untuk mencegah pasangan Anda hamil.

Anda bisa melanjutkan untuk berhubungan seks segera setelah Anda merasa nyaman, biasanya sekitar seminggu setelah prosedur. Dengan catatan, Anda mungkin memiliki sakit ringan sesekali di testikel Anda selama gairah seksual selama beberapa bulan setelah operasi.

Jika Anda dan pasangan memang benar-benar tidak ingin memiliki anak, tentu vasektomi adalah metode yang akan memudahkan pasangan Anda, karena ia juga tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi apapun untuk mencegah terjadinya kehamilan. Dengan begitu, hubungan Anda dan pasangan tentu akan lebih intim dan aktivitas seks Anda berdua juga lebih terasa nikmat.

Efek samping menjalani vasektomi

Meski vasektomi tergolong sebagai KB yang efektif mencegah kehamilan, prosedur medis ini tetap memiliki efek samping yang mungkin dialami oleh orang yang menjalani prosedur ini.

Beberapa jenis efek samping yang mungkin terjadi jika Anda menjalani KB vasektomi adalah sebagai berikut.

  • Perdarahan atau terbentuk gumpalan darah di dalam skrotum.
  • Terdapat darah pada air mani yang Anda produksi.
  • Terdapat luka pada skrotum.
  • Infeksi pada area tubuh yang dioperasi.
  • Rasa sakit atau rasa tak nyaman.
  • Pembengkakan.

Tak hanya efek samping, vasektomi juga dapat menimbulkan komplikasi, di antaranya adalah:

  • Rasa sakit yang amat sangat, hal ini bisa dialami 1-2% orang yang menjalani vasektomi.
  • Timbul gangguan testis, berupa penumpukan cairan pada testis yang dapat menyebabkan yang terasa sakit setelah ejakulasi.
  • Peradangan yang disebabkan oleh sperma yang bocor atau bisa disebut granuloma.
  • Kehamilan, tapi hal ini biasanya dialami saat vasektomi gagal.
  • Kista yang terbentuk di dalam tabung kecil yang lokasinya berada bagian atas testis yang bertugas mengumpulkan dan mengirimkan sperma.B

Bisakah prosedur vasektomi dibatalkan?

Vasektomi adalah KB permanen, tapi masih tetap ada kemungkinan untuk membatalkan prosedur ini jika Anda sudah terlanjur menjalaninya dan ingin kembali subur. Operasi pembatalan vasektomi adalah vasovastotomy. Prosedur pembatalan KB vasektomi ini lebih rumit dan memerlukan waktu dua kali lipat lebih lama daripada vasektomi.

Dokter bedah harus menemukan kedua ujung vas deferens yang dipotong dan membuka ikatan dan memotong setiap jaringan parut. Kemudian kedua ujung tersebut harus sangat hati-hati dijahit bersama-sama dalam sebuah prosedur operasi.

Semakin jauh jarak antara vasektomi dengan vasovastotomy, akan semakin rendah peluang sukses Anda untuk memutarbalikkan keadaan. Sekalipun prosedur vasovastotomy sukses, Anda tidak akan secara otomatis bisa memiliki anak kembali, karena kehamilan juga bergantung pada kesuburan pasangan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit