Dalam pandangan masyarakat, masturbasi merupakan sebuah tabu. Tak hanya di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara Eropa dan Amerika. Pada kenyataannya, banyak orang yang secara aktif bermasturbasi. Namun, karena tekanan sosial, mereka yang melakukan masturbasi biasanya tidak akan mengakuinya. Oleh karena itu, sulit untuk mencatat berapa tepatnya jumlah orang yang pernah melakukannya. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut soal masturbasi, silakan baca terus informasi lengkap seputar masturbasi berikut ini.  

Apa yang dimaksud dengan masturbasi?

Masturbasi adalah kegiatan yang dilakukan seseorang guna mendapatkan stimulasi atau rangsangan seksual dengan cara menyentuh area sensitif atau organ intimnya sendiri. Bagi setiap orang, bagian yang menerima rangsangan bisa berbeda-beda. Wanita biasanya akan memberikan rangsangan seksual pada payudara, klitoris, dan vagina. Sementara itu, laki-laki biasanya melakukan masturbasi dengan merangsang penis atau buah zakar. Masturbasi biasanya dilakukan sampai dirinya mencapai puncak kenikmatan seksual atau orgasme yang ditandai dengan ejakulasi.

Umumnya masturbasi dilakukan seorang diri. Namun, pada kasus lain, seseorang akan melakukan masturbasi bersama dengan pasangan seksualnya. Bermasturbasi bersama orang lain bisa berarti Anda merangsang area sensitif Anda sendiri berbarengan dengan pasangan Anda yang juga merangsang area sensitifnya sendiri. Bisa juga berarti Anda dan pasangan memberikan rangsangan bagi satu sama lain.  

Bagaimana cara melakukan masturbasi?

Tak ada satu cara pasti untuk melakukan masturbasi. Setiap orang akan mencoba dan melakukan berbagai teknik yang paling berhasil mengantarnya menuju orgasme. Ada yang menggunakan tangan untuk menyentuh organ intim, tapi ada juga yang mengandalkan bantuan alat seks atau alat bantu lainnya, misalnya vibrator. Orang-orang umumnya akan bermasturbasi sambil membayangkan adegan atau imajinasi yang erotis. Tak jarang juga orang-orang bermasturbasi sambil menonton pornografi.

Mengapa seseorang bermasturbasi?

Ada berbagai alasan seseorang melakukan masturbasi. Alasan yang sering ditemui adalah mendapatkan kepuasan seksual dari aksi tunggal tersebut. Beberapa orang juga bermasturbasi untuk meluapkan gairah seksual yang telah dipendam. Misalnya karena tidak memiliki pasangan seksual atau dirinya sedang tidak bisa bercinta atau melakukan aktivitas seksual bersama pasangannya. Namun, bahkan para pasangan yang kehidupan seksualnya begitu berwarna pun masih tetap melakukan masturbasi, baik seorang diri maupun bersama-sama. Pada beberapa kasus, ini karena pasangan tersebut berusaha untuk mencegah kehamilan.

Selain untuk mendapatkan atau melampiaskan gairah seksual, masturbasi juga bisa dilakukan seseorang dengan tujuan mengenal tubuhnya sendiri. Biasanya hal ini dilakukan oleh anak-anak yang baru membangun kesadaran soal bagian-bagian tubuhnya dan sensasi yang dihasilkan setiap bagian tubuh.

Siapa saja yang melakukan masturbasi?

Masturbasi dilakukan baik oleh perempuan dan laki-laki. Akan tetapi, karena tradisi dan budaya yang berlaku, perempuan lebih sering mendapat kecaman atau pandangan negatif jika kedapatan bermasturbasi. Sementara itu, laki-laki yang melakukannya justru dianggap sesuatu yang umum. Padahal, masturbasi merupakan hal yang sama, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Meskipun masturbasi biasanya mulai dibicarakan ketika remaja melalui masa pubertas, sebenarnya anak-anak di usia semuda 6 tahun pun sudah mulai mempelajari organ intim mereka. Namun, mereka mungkin tak benar-benar memahami apa yang terjadi saat mereka melakukan masturbasi. Jika anak Anda mulai mengalami masa ini, sebaiknya diskusikan dengan baik, jangan dihukum sehingga anak Anda merasa malu.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang lanjut usia (lansia) tetap melanjutkan aktivitas masturbasi setelah melewati usia 60 tahun. Meskipun beberapa lansia mengalami penurunan fungsi seksual karena penuaan alami, tak menutup kemungkinan bahwa mereka masih mendapatkan kenikmatan seksual dengan melakukan masturbasi.

Apa efek samping melakukan masturbasi?

Dokter dan ahli kesehatan di seluruh dunia sepakat bahwa melakukan masturbasi tidak membahayakan atau memberikan efek samping tertentu bagi tubuh Anda. Namun, jika Anda melakukan masturbasi bersama dengan pasangan dan terjadi pertukaran cairan tubuh, ada risiko penularan penyakit kelamin. Hal ini mungkin terjadi misalnya karena Anda saling meminjam mainan seks atau saling menyentuh alat kemaluan Anda sendiri dan pasangan.  

Berbagai mitos seputar masturbasi yang tidak benar antara lain adalah sperma laki-laki akan berkurang jika terlalu sering melakukan masturbasi. Selain itu, ada anggapan bahwa masturbasi bisa memicu jerawat. Anggapan ini pun tak lebih dari sekadar mitos. Selama Anda selalu mempertimbangkan kebersihan diri dan keamanan saat menggunakan alat bantu, masturbasi tak akan melukai atau membahayakan Anda.

Apakah masturbasi itu wajar?

Pertanyaan ini mungkin adalah salah satu alasan mengapa fenomena masturbasi masih saja menjadi tabu. Sebagian orang menganggap masturbasi sebagai kelainan, keputusasaan, atau ketidakmampuan untuk mengendalikan hasrat sekskual. Pada kenyataannya, melakukan masturbasi adalah hal yang sama sekali wajar dan normal bagi laki-laki dan perempuan. Para ahli dalam bidang kesehatan dan perkembangan mental bahkan menyebutkan bahwa masturbasi merupakan aktivitas seksual yang sama positifnya seperti berhubungan seks.

Namun, jika Anda merasa bahwa frekuensi Anda melakukan masturbasi terlalu sering, Anda bisa langsung berkonsultasi pada tenaga kesehatan. Biasanya pria atau wanita melakukan masturbasi tidak lebih dari 4 sampai 5 kali seminggu. Anda juga sebaiknya berkonsultasi pada psikolog atau dokter jika Anda hanya bisa mendapatkan kepuasan seksual dari masturbasi saja. Sedangkan jika Anda sedang bersama pasangan, Anda tidak akan mendapat kenikmatan apa pun.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca