4 Langkah Wujudkan Seks Oral yang Aman dan Nikmat Dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap pasangan idealnya melakukan seks oral yang aman. Ini bertujuan agar penyakit kelamin tidak menyerang dan menghambat kehidupan seksual Anda. Lalu bagaimana cara mengajak pasangan untuk melakukan seks oral aman, tanpa membuatnya tersinggung atau tak nyaman? Intip tips-tipsnya di sini.

Cara mengajak dan melakukan seks oral yang aman dengan pasangan

The British Association for Sexual Health and HIV (BASHH) mengatakan bahwa tingkat penyebaran penyakit menular seksual seperti herpes genital, klamidia dan gonore menyebar cepat lewat seks oral yang tidak aman.

Dr. Peter Greenhouse, konsultan kesehatan seksual untuk NHS di Inggris juga mengatakan bahwa penyebaran gonore meningkat pesat karena penyakit ini resistan alias kebal terhadap obat. Obat-obatan umum sekarang tidak ampuh lagi membasmi bakteri gonore. Bakteri ini akan tetap berada di tenggorokan dan di dalam mulut akibat banyak pasangan tidak melakukan seks oral yang aman.

Faktanya, bukan hanya penyakit herpes genital, gonore, dan sipilis saja yang gampang menyebar lewat seks oral. Penyakit kelamin lain seperti HIV, hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C, kutil kelamin, dan kutu kemaluan juga dapat ditularkan lewat seks oral.

Bagaimana cara mengajak pasangan agar mau melakukan seks oral yang aman?

Seks oral yang aman bisa dimulai dengan cara diskusi dan ajakan yang tepat dengan pasangan. Ada baiknya ajakan dan pencegahan penyakit kelamin lewat seks oral ini dilakukan ketika Anda dan pasangan sudah mulai lebih intim.

1. Coba mulai dengan pertanyaan

pertanyaan tentang seks sebelum menikah

Sebelum memulai sesi panas Anda, pastikan Anda berdua saling jujur dan terbuka soal riwayat seksual masing-masing. Tanyakan hal penting seperti, “Kamu sudah pernah berhubungan intim sebelum ini?”.

Pertanyaan semacam itu bisa menjadi pembuka percakapan yang mengantarkan Anda pada pertanyaan serius seperti, “Kamu sudah pernah suntik HPV atau dites HIV belum?”. Bila pasangan Anda tampak tersinggung atau malu menjawabnya, tidak perlu marah. Jelaskan saja pelan-pelan bahwa hal tersebut penting diketahui supaya Anda berdua bisa menikmati seks oral yang panas tanpa mengkhawatirkan risiko penyakit.

Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa mereka memiliki gejala penyakit kelamin. Pasalnya, gejala penyakit kelamin sering diabaikan dan virus bisa hinggap di tubuh Anda selama bertahun-tahun tanpa gejala yang parah.

2. Ajak pasangan tes penyakit kelamin bersama

dokter kandungan yang bagus

Seks oral terasa nyaman bila dilakukan dengan pasangan yang bebas dari penyakit kelamin. Untuk mendapatkan rasa aman, Anda dan pasangan bisa sama-sama melakukan tes penyakit kelamin. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa sama-sama mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi tubuh masing-masing lewat hasil tes.

Bila pasangan Anda tidak mau melakukan tes penyakit kelamin, silakan gunakan alat pengaman yang aman untuk mencegah penularan penyakit kelamin. 

3. Cegah bersama-sama

pakai kondom sesudah ereksi

Bila Anda dan pasangan dinyatakan bersih dari virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin, mulailah diskusi tentang bagaimana cara mencegahnya. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, misalnya suntik HPV (human papillomavirus) dan memakai kondom untuk seks oral yang aman.

Pemakaian kondom atau lateks pelindung mulut (dental dam) sangat disarankan saat seks oral. Meskipun oral seks membawa risiko HIV yang sangat sedikit, Anda masih dapat tertular jika orang yang menerima seks oral memiliki penyakit kelamin atau ada luka pada daerah genital mereka. Virus dan bakteri penyebab penyakit kelamin juga bisa didapat jika seks dilakukan dengan luka di mulut atau gusi berdarah.

4. Jangan saling menyalahkan

program hamil, pria tidak subur

Jika nantinya Anda atau pasangan ada yang terkena penyakit, ada baiknya jangan saling menyalahkan. Pasalnya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa ia tertular atau menularkan penyakit ke orang lain. Sebaiknya Anda fokus pada perawatan, pengobatan, dan gaya hidup yang bisa mengatasi penyakit kelamin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit