4 Langkah Wujudkan Seks Oral yang Aman dan Nikmat Dengan Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/08/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Setiap pasangan idealnya melakukan seks oral yang aman. Ini bertujuan agar penyakit kelamin tidak menyerang dan menghambat kehidupan seksual Anda. Lalu bagaimana cara mengajak pasangan untuk melakukan seks oral aman, tanpa membuatnya tersinggung atau tak nyaman? Intip tips-tipsnya di sini.

Cara mengajak dan melakukan seks oral yang aman dengan pasangan

The British Association for Sexual Health and HIV (BASHH) mengatakan bahwa tingkat penyebaran penyakit menular seksual seperti herpes genital, klamidia dan gonore menyebar cepat lewat seks oral yang tidak aman.

Dr. Peter Greenhouse, konsultan kesehatan seksual untuk NHS di Inggris juga mengatakan bahwa penyebaran gonore meningkat pesat karena penyakit ini resistan alias kebal terhadap obat. Obat-obatan umum sekarang tidak ampuh lagi membasmi bakteri gonore. Bakteri ini akan tetap berada di tenggorokan dan di dalam mulut akibat banyak pasangan tidak melakukan seks oral yang aman.

Faktanya, bukan hanya penyakit herpes genital, gonore, dan sipilis saja yang gampang menyebar lewat seks oral. Penyakit kelamin lain seperti HIV, hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C, kutil kelamin, dan kutu kemaluan juga dapat ditularkan lewat seks oral.

Bagaimana cara mengajak pasangan agar mau melakukan seks oral yang aman?

Seks oral yang aman bisa dimulai dengan cara diskusi dan ajakan yang tepat dengan pasangan. Ada baiknya ajakan dan pencegahan penyakit kelamin lewat seks oral ini dilakukan ketika Anda dan pasangan sudah mulai lebih intim.

1. Coba mulai dengan pertanyaan

pertanyaan tentang seks sebelum menikah

Sebelum memulai sesi panas Anda, pastikan Anda berdua saling jujur dan terbuka soal riwayat seksual masing-masing. Tanyakan hal penting seperti, “Kamu sudah pernah berhubungan intim sebelum ini?”.

Pertanyaan semacam itu bisa menjadi pembuka percakapan yang mengantarkan Anda pada pertanyaan serius seperti, “Kamu sudah pernah suntik HPV atau dites HIV belum?”. Bila pasangan Anda tampak tersinggung atau malu menjawabnya, tidak perlu marah. Jelaskan saja pelan-pelan bahwa hal tersebut penting diketahui supaya Anda berdua bisa menikmati seks oral yang panas tanpa mengkhawatirkan risiko penyakit.

Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa mereka memiliki gejala penyakit kelamin. Pasalnya, gejala penyakit kelamin sering diabaikan dan virus bisa hinggap di tubuh Anda selama bertahun-tahun tanpa gejala yang parah.

2. Ajak pasangan tes penyakit kelamin bersama

dokter kandungan yang bagus

Seks oral terasa nyaman bila dilakukan dengan pasangan yang bebas dari penyakit kelamin. Untuk mendapatkan rasa aman, Anda dan pasangan bisa sama-sama melakukan tes penyakit kelamin. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa sama-sama mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi tubuh masing-masing lewat hasil tes.

Bila pasangan Anda tidak mau melakukan tes penyakit kelamin, silakan gunakan alat pengaman yang aman untuk mencegah penularan penyakit kelamin. 

3. Cegah bersama-sama

pakai kondom sesudah ereksi

Bila Anda dan pasangan dinyatakan bersih dari virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin, mulailah diskusi tentang bagaimana cara mencegahnya. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, misalnya suntik HPV (human papillomavirus) dan memakai kondom untuk seks oral yang aman.

Pemakaian kondom atau lateks pelindung mulut (dental dam) sangat disarankan saat seks oral. Meskipun oral seks membawa risiko HIV yang sangat sedikit, Anda masih dapat tertular jika orang yang menerima seks oral memiliki penyakit kelamin atau ada luka pada daerah genital mereka. Virus dan bakteri penyebab penyakit kelamin juga bisa didapat jika seks dilakukan dengan luka di mulut atau gusi berdarah.

4. Jangan saling menyalahkan

program hamil, pria tidak subur

Jika nantinya Anda atau pasangan ada yang terkena penyakit, ada baiknya jangan saling menyalahkan. Pasalnya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa ia tertular atau menularkan penyakit ke orang lain. Sebaiknya Anda fokus pada perawatan, pengobatan, dan gaya hidup yang bisa mengatasi penyakit kelamin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020