5 Pertanyaan Tentang Seks yang Wajib Ditanyakan ke Pasangan Sebelum Malam Pertama

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ada banyak hal yang perlu Anda berdua diskusikan matang-matang sebelum menikah. Salah satunya adalah tentang seks. Membicarakan tentang seks bahkan sebelum Anda berdua “sah” itu penting karena seks tidak dapat dipungkiri adalah salah satu fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Ngobrol tentang seks sebelum menikah dengan pasangan juga bisa membantu masing-masing pihak menyatukan paham dan mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Berikut adalah sejumlah pertanyaan tentang seks yang harus Anda berdua saling ajukan untuk satu sama lain.

Pertanyaan tentang seks yang wajib Anda tanyakan pada satu sama lain

Ngobrolin seks mungkin tidak bisa sebebas membicarakan siapa penyanyi favorit Anda atau apa yang Anda lakukan seminggu ini. Maka agar lebih nyaman dan luwes membahas masalah intim ini, buatlah janji dengan pasangan untuk sediakan waktu khusus demi curhat empat mata.

Apa saja sih yang perlu ditanyakan soal seks sebelum menikah? Ingat, Anda berdua harus benar-benar jujur, dalam menjawabnya!

1. Apa pernah berhubungan seks sebelumnya?

Sebelum melontarkan pertanyaan tentang seks yang paling sensitif ini, tanyakan dulu ke diri sendiri apakah Anda sudah siap mendengar jawabannya. Apakah jawabannya akan bertentangan dengan prinsip yang selama ini Anda pegang teguh? Jika ya, apa yang akan Anda lakukan?

Yang perlu diingat, aktivitas seks itu sendiri memiliki banyak bentuk, mulai dari berciuman, bercumbu (foreplay), menggesekkan alat kelamin (petting/dry humping), masturbasi, seks oral, hingga penetrasi penis. Pasangan Anda mungkin pernah mendapatkan blowjob dari mantan pacarnya dulu, tapi menganggapnya itu hanya main-main sementara Anda tidak berpikiran seperti itu.

Maka, samakan dulu pemahaman Anda berdua tentang apa itu seks. Kemudian, Anda perlu memikirkan reaksi yang tepat sesuai dengan jawaban yang ia berikan. Misalnya, “apakah kamu selalu bergonta-ganti pasangan seks?” atau “apakah kamu memakai kondom waktu itu?”

Anda juga perlu mempertimbangkan reaksi pasangan ketika ia berbalik bertanya pada Anda. Jawablah sejujurnya tentang kehidupan seks Anda selama ini. Dari sana, diskusikanlah berdua apa rencana ke depannya.

2. Sudah pernah tes penyakit kelamin atau suntik HPV sebelumnya?

Jika Anda atau pasangan pernah berhubungan seks (baik dengan atau tanpa kondom) sebelumnya, hal yang selanjutnya harus ditanyakan adalah apakah mereka sudah pernah menjalani tes penyakit kelamin sebelumnya.

Tanyakan juga mengenai riwayat kesehatannya, terutama tentang vaksin apa yang sudah pernah dilakukan oleh pasangan. Vaksin HPV merupakan salah satu vaksin yang penting didapat bagi pria maupun wanita dewasa yang sudah pernah berhubungan seks.

Menurut Debby Herbenick, Ph.D., profesor dari Indiana University, banyak orang-orang yang belum sadar kalau mereka sebenarnya sudah tertular penyakit kelamin. Padahal, ini bisa berpotensi untuk menularkan penyakit pada pasangannya.

3. Perlukah kita memakai kondom (atau kontrasepsi lainnya) untuk seterusnya?

Keputusan untuk menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan perlu didiskusikan berdua dari jauh-jauh hari sebelum mengikat janji. Pasalnya, pasangan Anda mungkin ingin cepat-cepat punya anak setelah menikah, sementara Anda ingin menikmati masa-masa bulan madu terlebih dulu.

Jika Anda berdua berencana untuk tidak buru-buru, penggunaan kondom atau pil KB untuk sementara waktu mungkin bisa jadi solusi. Sementara jika Anda berdua mantap untuk tidak ingin punya anak, mungkin bisa menggunakan cara lain yang lebih permanen, seperti vasektomi atau tubektomi.

Terlepas dari ingin tidaknya punya anak, pemakaian kondom untuk seterusnya selama seks meski sudah berstatus suami-istri juga wajib dipertimbangkan apabila salah satu dari Anda terdiagnosis positif mengidap penyakit kelamin menular. Ini bertujuan untuk menhindari efek pingpong penularan penyakit.

4. Apa yang Anda harapkan/inginkan dari hubungan seks kita setelah sudah menikah?

Seks adalah kegiatan yang seharusnya menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat. Maka, penting untuk menanyakan apa yang ia harapkan dan inginkan dari Anda saat berhubungan seks untuk ke depannya. Begitu pun sebaliknya. Anda perlu menyampaikan dengan jelas apa yang Anda inginkan dari pasangan seputar seks setelah sudah sah menikah.

Misalnya, apakah Anda berencana untuk punya anak setelah menikah dan kapan tepatnya. Atau, mengungkapkan seberapa sering ingin berhubungan seks dalam seminggu atau kondisi-situasi seperti apa yang membuat Anda tidak mau berhubungan seks terlebih dulu. Misalnya saat kecapekan atau saat sedang sibuk dikekang deadline kantor.

Anda berdua juga boleh saling membicarakan tentang apa-apa saja yang membuat Anda bergairah (dan apa yang mematikannya), fantasi seksualposisi seks menantang yang selama ini ingin Anda coba, hingga hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan untuk di atas ranjang. Membicarakan hal-hal ini jauh sebelum malam pertama bisa membantu satu sama lain untuk tahu apa yang harus diharapkan di masa depan.

5. Yuk, cek kesehatan sebelum menikah?

Sebelum mantap mengucap janji suci, ada baiknya Anda ajak pasangan untuk menjalani premarital checkup berdua. Tujuannya agar saling mengetahui apakah masing-masing memiliki “bakat” penyakit genetik atau masalah kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi Anda berdua dan/atau menurun pada generasi selanjutnya.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca