Apakah Pembengkakan Prostat Bikin Seks Tak Menggairahkan Lagi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pembengkakan prostat yang terjadi bukan akibat kanker disebut dengan benign prostatic hyperlapsia (BPH). Kondisi ini biasanya terjadi seiring  dengan bertambahnya usia. Gejalanya antara lain jadi sering buang air kecil dan kencing tidak tuntas. Selain itu, pembengkakan prostat ternyata juga berpengaruh pada kehidupan seksual pria. Wah, apa saja efeknya yang perlu diwaspadai? Bisakah kondisi ini dikendalikan? Baca terus penjelasan di bawah ini untuk mencari tahu jawabannya.

Bagaimana pembengkakan prostat memengaruhi kehidupan seks Anda?

Efek pembengkakan prostat pada kehidupan seks setiap pria berbeda-beda. Ini tergantung dari seberapa parah kondisi Anda, pengobatan yang diberikan dokter, dan ketahanan tubuh masing-masing. Akan tetapi, hal-hal berikut ini sangat mungkin terjadi sebagai efek dari pembengkakan prostat.

1. Impotensi (disfungsi ereksi)

Efek dari pembengkakan prostat yang pertama adalah impotensi. Impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi merupakan kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi (penis mengeras saat terangsang). Meskipun kondisi ini umumnya disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, serta masalah psikologis tertentu, pembengkakan prostat bisa jadi salah satu pemicunya.

Selain itu, kondisi ini biasanya diakibatkan oleh prosedur transurethral resection of the prostate (TURP). Prosedur bedah ini memang biasanya dilakukan pada pasien BPH. Dikutip dari Healthline, sekitar 5-10 pria mengalami impotensi setelah menjalani pembedahan ini.

Selain prosedur TURP, obat untuk mengobati pembengkakan prostat yakni alpha blocker juga dapat menyebabkan kesulitan ejakulasi dan disfungsi ereksi. Alpha blocker seperti doxazosin (Cardura) dan terazosin (Hytrin) membuat pria lebih susah berejakulasi karena cara kerja obat ini yaitu mengendurkan kandung kemih dan sel-sel otot prostat.

2. Ejakulasi retrogade

Tak hanya itu, prosedur TURP juga menyebabkan ejakulasi retrogade atau yang disebut juga dengan orgasme kering. Hal ini membuat air mani (sperma) yang seharusnya keluar saat orgasme malah masuk kembali ke kandung kemih, bukan keluar melalui penis seperti seharusnya.

Menurut Harvard Medical School, sebanyak 50-75 persen pria yang menjalani TURP mengalami ejakulasi retrograde. Kondisi ini tidak berbahaya, hanya saja bisa membuat pria tidak subur. Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi kepuasan seksual pasangan Anda.

3. Gairah seksual menurun

Inhibitor alpha reductase seperti dutasteride dan finasteride merupakan obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk pasien pembengkakan prostat. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan penurunan gairan seksual pada pria. Pria yang mengonsumsi obat-obatan ini juga dapat mengalami jumlah sperma yang lebih rendah, volume sperma berkurang, dan gerakan sperma yang lebih lambat.

pijat prostat mengatasi disfungsi ereksi

Cegah dan atasi pembengkakan prostat dengan cara berikut

Untuk menghindari dampak negatif pembengkakan prostat pada kehidupan seksual Anda, lakukan cara-cara di bawah ini untuk mencegah dan mengatasi permasalahan prostat yang Anda miliki.

1. Menerapkan gaya hidup sehat

Dosen urologi di Southern Illinois University School of Medicine, dr. Kevin T. McVary menyatakan beberapa faktor risiko pembengkakan prostat dan impotensi sama dengan faktor risiko untuk penyakit jantung dan diabetes. Oleh karena itu, ubah gaya hidup Anda dengan menerapkan pola makan serta pola hidup yang sehat untuk menjaga keseluruhan tubuh yang menghindari Anda dari masalah seksual.

Lebih jauh, dr. Y. Mark Hong, pakar urologi di Phoenix, Amerika Serikat menyarankan pria untuk menghindari makanan kemasan yang sudah diproses berkali-kali di pabrik. Usahakan untuk memilih makanan yang masih segar. Ikan salmon, misalnya, merupakan makanan antiradang yang kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan prostat. Selain itu, sayuran seperti brokoli, bayam, dan kembang kol juga baik untuk kesehatan prostat.

Tak hanya itu, Anda juga perlu menjaga berat badan tetap ideal dan sehat. Untuk itu, lakukan olahraga secara rutin dan teratur. Konsultasikan pada dokter Anda jenis olahraga apa yang baik untuk pasien pembengkakan prostat.

2. Minum obat untuk impotensi

Obat untuk impotensi juga bisa membantu meringankan pembengkakan prostat. Akan tetapi, obat ini tidak bisa digunakan untuk semua orang dengan pembengkakan prostat. Orang dengan BPH yang memiliki riwayat serangat jantung, stroke, dan hipertensi tidak disarankan untuk mengonsumi pil ini. Lebih jelasnya, tanyakan langsung pada dokter yang menangani Anda.

3. Pembedahan

Jika obat-obatan tidak mempan, dokter biasanya akan menganjurkan operasi. Berikut empat jenis pembedahan yang biasanya dilakukan.

  • TURP (transurethral resection of the prostate), pembedahan dengan menghilangkan beberapa jaringan prostat. Sayangnya, prosedur ini sering berdampak masalah ejakulasi dan impotensi.
  • TUIP (transurethral incision of the prostate), yaitu pembuatan alur di prostat.
  • TUMT (thermotherapy microwave transurethral), yakni penghancuran jaringan prostat berlebih menggunakan gelombang mikro.
  • Pengangkatan uretra prostat, di mana jaringan prostat dipindahkan jauh dari uretra.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca