Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sering dengar kalau wanita punya titik-titik sensitif khusus yang bisa memberikan kenikmatan seks maksimal. Dua di antaranya yang cukup populer adalah klitoris dan G-spot. Tapi tahukah Anda kalau wanita ternyata juga punya titik lain yang tak kalah peka terhadap rangsangan? Ya, titik yang dimaksud adalah payudara.

Mirip seperti klitoris dan G-spot, Anda bisa mencapai orgasme dengan stimulasi di area ini. Ingin tahu bagaimana cara merangsang payudara supaya nikmatnya bisa klimaks? Baca terus informasi di bawah ini.

Wanita bisa orgasme hanya dengan rangsangan payudara

Sudah bukan rahasia lagi kalau wanita memang lebih sulit mencapai orgasme daripada pria. Orgasme wanita sendiri adalah saat di mana rahim, vagina, dan anus berkontraksi hebat. Sensasi inilah yang membuat orgasme terasa sungguh nikmat.

Sayangnya, wanita butuh stimulasi khusus supaya bisa merasakan sensasi kenikmatan tersebut secara maksimal. Penetrasi saja biasanya tidak cukup membuat Anda mencapai klimaks. Bagian luar vagina seperti klitoris justru memiliki saraf yang lebih peka terhadap rangsangan. Maka, wanita lebih mudah orgasme kalau menerima rangsangan klitoris.

Sebuah penelitian tahun 2011 dalam Journal of Sexual Medicine berhasil membuktikan bahwa ternyata otak wanita sangat responsif terhadap stimulasi payudara. Melalui pindai otak, tampak bahwa reaksi wanita ketika menerima stimulasi di area payudara sama intensnya seperti reaksi otak ketika menerima stimulasi di klitoris.

Penelitian sebelumnya yang dipimpin oleh seorang pakar kesehatan seksual dan pernikahan dr. Herbert Otto membuktikan hasil yang serupa. Dalam penelitian yang dilakukan tahun 2009 ini, sebanyak 29 persen wanita peserta penelitian berhasil mencapai orgasme berkat rangsangan payudara.

Mengenal reaksi payudara saat seks

Merangsang payudara saat seks bisa mengantar Anda menuju puncak kenikmatan. Ini karena puting susu dan areola payudara juga merupakan organ seksual wanita, sama seperti vagina. Buktinya, payudara bisa menunjukkan tanda-tanda jika Anda merasa bergairah.

Tanda-tanda payudara terangsang antara lain warna puting susu berubah jadi lebih gelap, ukuran payudara membesar hingga 25%, serta puting susu mengeras (ereksi). Jika Anda terus bermain dengan area sensitif ini saat berhubungan seks, Anda bisa mencapai orgasme tanpa harus penetrasi!

Tips mencapai orgasme dengan merangsang payudara

Setiap wanita memiliki selera dan kepekaannya masing-masing ketika berhubungan seks. Ada orang yang suka sentuhan lembut, tapi ada juga yang lebih suka disentuh dengan cukup intens. Maka, Anda dan pasangan bisa mencoba berbagai gaya untuk merangsang payudara.

Sebagai permulaan, gunakan jari untuk mengelilingi areola payudara selembut mungkin. Dari situ Anda bisa menambah kecepatan atau tekanan sampai ke puting susu. Untuk memberi sensasi yang lebih intens, selingi dengan mencium atau menghisap lembut area sensitif ini. Jangan lupa gunakan lidah untuk menggoda bagian puting susu pasangan.

Kalau puting dan payudara sudah terasa agak kebas, pelankan sentuhan Anda. Kemudian goda pasangan, seolah ingin merangsang payudara lagi tetapi tidak jadi. Trik ini akan membangun antisipasi pada wanita dan membuatnya jadi lebih bergairah.

Bagi para pria, baca tanda-tanda dan bahasa tubuh pasangan. Bila pasangan memang suka sentuhan yang lebih kuat, tambahkan tekanan dan gerakan di area payudara. Sedangkan untuk para wanita, jangan ragu untuk memberi tahu pasangan sentuhan mana yang terasa nikmat bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Siapa bilang multiorgasme itu sulit untuk Anda raih? Anda bisa mencapai orgasme berkali-kali dengan cara-cara yang ada di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit