Menghadapi Suami Pensiun? Lakukan Beberapa Cara Ini

Oleh

Menghadapi suami pensiun merupakan salah satu fenomena saat memasuki usia senja yang mungkin sedang Anda alami. Ada berbagai kemungkinan masalah yang timbul saat suami pensiun dari pekerjaannya. Tidak melulu soal finansial, Anda mungkin mulai mengkhawatirkan bagaimana suami menghadapi pensiun dan hari-hari tanpa kesibukan yang sudah bertahun-tahun dijalaninya. Jangan khawatir! Anda bisa menghadapinya bersama dengan pasangan.

Kondisi yang mungkin terjadi setelah suami pensiun

Setelah suami Anda pensiun, sebagai pasangan tentu Anda juga akan merasakan perubahan. Bahkan, sekalipun jika Anda seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Pasalnya, Anda yang selama ini terbiasa sendiri saat suami bekerja, kini merasakan hal yang berbeda. Suami mungkin juga akan bersama Anda di rumah selama 24 jam sehari. Tentu Anda khawatir suami akan terlalu bergantung pada Anda nantinya.

Jika Anda dan suami belum siap menghadapi kenyataan bahwa suami Anda akan pensiun, banyak dampak buruk terhadap kesehatan mental yang mungkin terjadi. Apalagi, seperti kebanyakan laki-laki, suami Anda mungkin merasa bahwa karirnya yang menunjukkan siapa dirinya. Tanpa pekerjaannya, suami Anda bisa saja merasa kehilangan jati diri.

Kondisi mental Anda dan suami mungkin juga dipengaruhi oleh kondisi rumah yang mulai berubah. Semakin sering Anda bertemu dengan pasangan, semakin sering pula Anda berinteraksi dengannya. Bisa saja, hal ini menimbulkan masalah baru karena perubahan kebiasaan yang terjadi. Sehingga, tidak hanya suami Anda yang stres, Anda pun ikut-ikutan merasa tertekan dengan situasi tersebut.

Tidak hanya itu, pensiun menjadi pengingat bagi Anda dan suami bahwa usia sudah tidak lagi muda. Kekhawatiran mengenai hidup pun semakin bermunculan. Anda mungkin merasa semakin dekat dengan kematian, berbagai penyakit serius dan kekhawatiran lainnya.

Maka itu, Anda harus melakukan upaya bersama suami untuk menghadapi kondisi dan situasi baru setelah suami Anda pensiun. Jadi, apa saja cara yang dapat dilakukan istri menghadapi suami pensiun?

Menjalani kehidupan bersama setelah suami pensiun

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan menghadapi suami pensiun yang dapat mencegah stres. Oleh sebab itu, jika memungkinkan, rencanakan sejak awal agar Anda dan suami lebih siap menghadapi dan menjalani kehidupan pasca pensiun kelak.

1. Rencanakan dengan matang

Jika suami Anda merupakan karyawan atau pekerja, tentu Anda telah mengetahui sejak awal bahwa akan tiba masa pensiun suami Anda. Oleh sebab itu, persiapkan rencana finansial setelah pensiun sejak dini bersama suami Anda. Pasangan yang telah menyiapkan rencana finansial jauh-jauh hari sebelum pensiun tiba dipercaya akan lebih bahagia. Ini merupakan salah satu cara menghadapi suami pensiun yang utama.

Di samping itu, Anda juga bisa mewujudkan mimpi bersama pasangan yang justru tidak kesampaian saat Anda dan suami masih bekerja, misalnya keliling dunia berdua. Mungkin, saat ini anak-anak Anda masih belum cukup umur untuk ditinggal sendiri dan adanya pekerjaan membatasi waktu Anda. Belum lagi banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi membuat impian Anda keliling dunia jadi terhambat.

Oleh karenanya, persiapkan rencana tersebut setelah Anda pensiun. Siapkan keuangan dan jaga kesehatan Anda sejak awal. Dengan begitu, suami pensiun maka Anda sudah memiliki tabungan yang cukup dan tubuh yang sehat untuk berkeliling dunia berdua. Apalagi, saat itu anak-anak Anda mungkin sudah membangun keluarga sendiri sehingga Anda lebih mudah bepergian.

2. Lakukan kegiatan yang disukai bersama

Menghadapi suami pensiun tidak selalu sulit atau tidak menyenangkan. Mungkin ada pasangan yang dulu tidak memiliki banyak waktu bersama, maka saat suami pensiun akan menjadi waktu yang tepat di mana Anda berdua bisa melakukan berbagai kegiatan bersama.

Anda dan suami dapat memanfaatkan waktu melakukan kegiatan bersama sebagai pasangan. Sebagai contoh, Anda  mengikuti perlombaan olahraga atau memasak bersama. Selain itu, Anda juga bisa melakukan kegiatan sukarelawan bersama suami Anda.

Tidak harus selalu melakukan hal yang besar, bahkan Anda bisa mengatur rutinitas bersama dengan pasangan di rumah. Jika Anda dan suami senang menjadwalkan kegiatan Anda, atur kegiatan yang bisa Anda lakukan bersama dari pagi hingga malam. Jika bosan, ubah jadwal tersebut sesuai dengan keinginan Anda.

3. Beri ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan masing-masing

Menjadi pasangan yang telah bertahun-tahun bersama, Anda tentu tahu bahwa sepasang suami istri tidak harus bersama selama 24 jam sehari. Bahkan, meski Anda berdua bersama-sama berada di rumah.

Menghadapi suami pensiun juga termasuk memberinya ruang dan waktu untuk melakukan hal yang disukainya sendiri. Hargai privasi dan kesenangannya dan jangan memaksakan kehendak Anda terhadap pasangan.

Dengan memberinya jarak, ruang, dan waktu, Anda dan suami tidak akan cepat merasa bosan satu sama lain. Apalagi, suami Anda mungkin akan menghargai upaya Anda untuk membiarkannya menghabiskan waktu demi hobi dan kesukaannya tanpa perlu diganggu. Hal ini mungkin mengurangi permasalahan yang mungkin terjadi jika Anda terus menerus bersama.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memberi ruang dan waktu agar suami Anda menjalin pertemanan dengan orang lain. Jangan melarangnya bertemu dengan teman-temannya selama masih dalam batas wajar. Beri ia kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai macam orang agar ia tidak suntuk di rumah.

4. Beri dukungan moral untuk suami

Cara menghadapi suami pensiun yang tidak kalah penting yaitu menghabiskan waktu untuk berbicara secara mendalam dengan suami Anda. Jika Anda tidak tahu apa yang dipikirkan dan dirasakannya, Anda mungkin akan kesulitan memahaminya, apalagi menjalani masa-masa ini bersamanya.

Oleh karena itu, cobalah untuk membuat pasangan Anda merasa spesial dengan mendengarkan ceritanya dan memberi dukungan moral. Coba untuk pahami apa yang dirasakannya, apalagi suami Anda yang terbiasa bekerja, kemungkinan terkejut dengan masa-masa di mana dirinya tidak sibuk seperti sedia kala. Komunikasi menjadi hal penting dalam pernikahan, bahkan saat suami Anda menghadapi masa pensiun ini.

5. Saling berbuat baik

Teruslah berbuat baik dengan suami Anda, meskipun Anda sedang jengkel dengannya. Pasalnya, suami Anda sendiri tentu juga sedang berusaha menghadapi masa pensiun ini, jadi cobalah terus dampingi pasangan Anda dengan terus berbuat baik padanya.

Jika suami Anda marah, jangan ikut marah namun terus beri ia kasih sayang. Pasalnya, susah untuk bertahan marah bila orang yang sedang dimarahi tetap baik pada Anda. Di samping itu, segala kebaikan yang Anda berikan pada pasangan akan memperdalam hubungan Anda karena pasangan Anda tentu menghargai segala kebaikan yang Anda limpahkan padanya.

Jangan lupa untuk selalu berterima kasih dan memujinya setiap kali suami Anda berbuat baik pada Anda. Hal ini mungkin akan membuatnya lebih mudah menghadapi masa pensiun yang membuatnya stres.

Beberapa cara di atas dapat membantu Anda menghadapi suami pensiun. Tentu saja, setiap pasangan memiliki kondisi yang berbeda satu sama lain saat memasuki masa pensiun. Utamakan komunikasi yang lancar untuk melalui masa pensiun ini.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 22, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2020

Sumber