Tak Ingin Vagina Berdarah Setelah Berhubungan Seks? Cegah Dengan 5 Langkah Jitu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit wanita yang mengeluh vaginanya berdarah setelah berhubungan seks. Biasanya, ini dianggap hal yang wajar apabila Anda baru pertama kali berhubungan seksual. Namun, Anda tentu akan berubah jadi panik dan khawatir bila hal ini terus terjadi berulang setiap kali berhubungan seks. Lantas, adakah cara mencegah vagina berdarah setelah berhubungan seks? Yuk, baca terus ulasan berikut ini.

Vagina berdarah setelah berhubungan seks, apakah normal?

Perdarahan dari vagina tentu bukan hal yang asing bagi wanita. Hal ini wajar terjadi ketika seorang wanita mengalami menstruasi. Selain itu, vagina berdarah juga biasa terjadi saat wanita pertama kali berhubungan seksual.

Namun yang jadi pertanyaan, apakah vagina berdarah tetap dianggap normal meskipun sudah berkali-kali berhubungan seksual?

Jawabannya adalah bisa normal dan tidak. Perdarahan yang terjadi hanya sesekali sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila terjadi berulang kali, Anda harus segera memastikan penyebabnya.

Ada banyak hal yang membuat wanita sering mengalami vagina berdarah setelah berhubungan seks. Mulai dari kurangnya pelumas sebelum berhubungan intim, posisi seks yang terlalu keras, atau terburu-buru berhubungan seks, tapi belum cukup pemanasan alias foreplay.

Selain itu, vagina berdarah juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi atau penyakit tertentu pada organ reproduksi wanita, baik pada leher rahim (serviks) maupun rahim. Tumbuhnya polip atau fibroid pada serviks maupun rahim bisa memicu perdarahan pada vagina setelah berhubungan seks.

Cara mencegah vagina berdarah setelah berhubungan seks

Sebelum mencari cara mencegah vagina berdarah setelah berhubungan seks, Anda harus memastikan dulu penyebabnya. Ya, setiap penyebab vagina berdarah tentu mempunyai upaya pencegahannya masing-masing.

Nah, berikut ini berbagai cara mencegah vagina berdarah setelah berhubungan seks yang bisa Anda lakukan:

1. Banyak minum air putih

minum air putih sebelum tidur

Dehidrasi tidak hanya menyebabkan bibir kering dan pucat, tapi juga mengakibatkan vagina kering. Ketika tubuh Anda kekurangan cairan, labia mayora, labia minora, dan seluruh bagian vagina juga akan ikut mengering. Maka tak heran jika setelah berhubungan seksual, vagina akan terasa nyeri dan bahkan mengalami perdarahan.

Maka itu, selalu pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Caranya, perbanyaklah minum air putih minimal 8 gelas per hari supaya tubuh tetap sehat dan bugar.

2. Pakai pelumas seks

pelumas untuk seks

Pada dasarnya, vagina bisa memproduksi cairan pelumas secara alami. Akan tetapi, ada banyak hal yang membuat cairan tersebut tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup sehingga menyebabkan vagina kering. Misalnya karena menopause atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Kalau sudah begitu, sebaiknya gunakan pelumas tambahan sebelum berhubungan seks. Namun ingat, jangan sembarangan menggunakan pelumas seks karena beberapa di antaranya justru dapat membahayakan vagina. Gunakan pelumas yang berbahan dasar air atau silikon untuk membantu mencegah perdarahan vagina setelah berhubungan seks.

3. Pakai kondom

menolak pakai kondom

Terkadang, vagina juga rentan mengalami perdarahan jika Anda berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Gesekan antara penis dan vagina sering kali memicu luka dan infeksi pada vagina sehingga menyebabkan perdarahan.

Maka itu, tidak ada salahnya untuk memasang kondom terlebih dahulu sebelum berhubungan seksual. Supaya lebih licin, jangan lupa oleskan pelumas tipis-tipis di sepanjang permukaan kondom.

Lagi-lagi, perhatikan lagi kandungan pada pelumas seks yang Anda pilih. Hindari menggunakan pelumas berbahan dasar minyak karena dapat merusak kondom lateks. Pilihlah pelumas air atau silikon yang lebih aman untuk vagina Anda.

4. Bicarakan dengan pasangan

pertanyaan tentang seks sebelum menikah

Jangan malu untuk membicarakan soal seks dengan pasangan Anda. Mungkin saja Anda berdua kurang pemanasan, seks terlalu cepat, atau melakukan posisi seks yang tidak nyaman sehingga menyebabkan vagina berdarah.

Bicaralah dari hati ke hati dengan pasangan Anda. Diskusikan mengenai seberapa lama pemanasan atau foreplay yang diinginkan, posisi bercinta yang disukai dan terasa nyaman, serta bagian tubuh mana yang ingin dan tidak ingin disentuh.

Dengan memahami kebutuhan dan keinginan satu sama lain, aktivitas di ranjang bisa dinikmati dan terasa bergairah. Semakin Anda dibuat nyaman dengan pasangan, maka risiko vagina berdarah bisa dicegah sedini mungkin.

5. Konsultasi ke dokter

bidan atau dokter kandungan

Jika vagina berdarah disebabkan oleh penyakit, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan memastikan dulu penyebabnya, apakah karena infeksi, polip, fibroid, atau endometriosis yang umum dialami oleh wanita.

Bila ditemukan adanya infeksi pada vagina, maka dokter biasanya akan memberikan krim dan obat-obatan antiradang untuk menyembuhkan infeksinya. Namun bila disebabkan oleh polip, fibroid, atau endometriosis, dokter biasanya akan menganjurkan prosedur operasi. Hal ini bertujuan untuk mengangkat kelebihan jaringan atau kelainan yang menyebabkan vagina berdarah.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

Bosan dengan ritual seks yang itu-itu saja? Coba dulu trik pijat payudara yang bisa membuat Anda dan pasangan tambah panas berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tanda-tanda selingkuh

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sumber kepuasan seksual

4 Hal Mengejutkan yang Bisa Jadi Sumber Kepuasan Seksual Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit