Strategi Memperkenalkan Pasangan Baru Pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setelah bercerai atau ditinggal pasangan dan menjadi single parent, banyak orang yang memutuskan untuk hidup melajang selamanya atau mencari tambatan hati yang baru. Kedua hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, nyatanya tidak semudah itu memulai hubungan cinta baru, terlebih kalau Anda telah memiliki anak. Anda mungkin merasa sangat gugup, bagaimana kira-kira reaksi anak saat Anda memperkenalkan pasangan baru Anda padanya? Apakah anak akan menerimanya dengan baik atau justru melawan? Nah, itu semua tentu kembali lagi pada si buah hati. Namun, Anda dan pasangan baru bisa melakukan berbagai cara pendekatan berikut ini pada si buah hati.  

Strategi memperkenalkan pasangan baru pada anak

1. Sebut sebagai teman terlebih dahulu

Jangan langsung menyebut pasangan baru Anda sebagai “pacar” atau “pasangan”. Ini bukan cuma berlaku bagi Anda dan pasangan baru, lho. Orang-orang di sekitar Anda dan si kecil (misalnya orangtua, kakak, adik, atau sahabat Anda) sebaiknya juga tidak membahasakan pasangan baru Anda sebagai “pacar baru ayahmu” atau “calonnya ibumu”. Terutama di depan anak. 

Sebut sebagai “teman dekat”, “teman baik”, atau “teman spesial” dulu. Dengan begitu, anak bisa membangun gambaran bahwa pasangan Anda adalah sosok yang dekat dan penting bagi Anda.

2. Jangan terburu-buru

Anda harus menomorsatukan rasa nyaman antara anak dan calon pasangan. Kalau sudah ada kecocokan dan rasa nyaman antara keduanya, barulah Anda boleh memikirkan tentang hubungan yang lebih lanjut.

Ingat, Anda sendiri mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai benar-benar merasa nyaman dengan pasangan. Begitu juga dengan anak-anak.

3. Menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama-sama

Bukan cuma Anda yang butuh kencan seru dengan pasangan baru Anda. Si kecil pun butuh waktu dan kegiatan yang bisa mendekatkannya dengan pasangan Anda. Cari kegiatan atau tempat yang disukai anak, misalnya kebun binatang atau taman bermain dan kunjungi bersama-sama.

Hal yang sederhana seperti main video game bersama di rumah pun patut dicoba, supaya anak merasa lebih nyaman dan percaya diri karena berada di rumahnya sendiri.

4. Tetap prioritaskan anak

Meskipun punya pasangan baru, anak tetap harus menjadi prioritas Anda. Jika si kecil membutuhkan Anda, hadirlah baginya. Intinya, jangan sampai anak takut orangtuanya akan “dicuri” oleh orang lain sehingga ia merasa terancam dengan kehadiran pasangan baru Anda.

5.  Menarik perhatian anak

Anda juga bisa meminta pasangan untuk membawa bingkisan yang sebelumnya telah Anda rencanakan berdua. Misalnya mainan yang sudah lama diidamkan si kecil. Katakan pada si kecil bahwa hadiah tersebut dipilih sendiri oleh pasangan Anda untuknya. Ini berguna untuk menarik perhatian anak Anda pertama kali.

makan bersama keluarga

Jangan lupakan beberapa aturan ini ketika memperkenalkan pasangan pada buah hati

Memberikan anak waktu adalah hal yang sangat penting untuk menyesuaikan tujuan Anda ke depannya. Entah bercerai atau ditinggal pasangan, anak-anak butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi keluarga yang tidak selengkap dulu.

Biasanya anak butuh waktu satu atau dua tahun untuk mengelola amarah, kesedihan, dan emosi lainnya. Jika Anda mengenalkan pasangan kepada anak-anak Anda terlalu cepat, anak belum tuntas mengelola emosinya tapi malah dipaksa untuk menghadapi gejolak emosi yang baru.

Selain itu, pahamilah bahwa setiap anak akan bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya anak berulah di depan pasangan Anda sebagai cara untuk mengujinya atau mendapatkan perhatian Anda. Jangan langsung marah atau menyalahkan anak. Justru inilah sinyal atau tanda dari anak bahwa ia sebenarnya membutuhkan komunikasi yang terbuka dengan Anda sebagai orangtuanya. Atau ia ingin menyampaikan suatu kekhawatiran tertentu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 18, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca