Cara Menggunakan KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernahkah Anda mendengar istilah KB kalender? Sistem kalender atau metode ritme kalender adalah salah satu bentuk kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan tanpa risiko efek samping. Menggunakan sistem kalender bisa jadi sangat efektif untuk pengendalian kehamilan dengan menghindari berhubungan seksual saat masa subur. Namun, apakah KB kalender termasuk metode yang efektif mencegah kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini.

KB kalender untuk mencegah kehamilan secara alami

Jika Anda merencanakan kehamilan, Anda dapat menggunakan sistem kalender guna menentukan hari terbaik untuk berhubungan seks. Begitu pula sebaliknya, jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda bisa menggunakan KB kalender sebagai cara alami untuk menghindari berhubungan seks tanpa pengaman. Untuk menggunakan metode kalender, Anda harus melacak riwayat menstruasi Anda demi memprediksi kapan Anda akan berovulasi.

Namun, KB kalender membutuhkan ketekunan dan pencatatan yang cermat agar hasil bisa akurat. Jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda dan pasangan harus menghindari untuk berhubungan seks atau menggunakan kondom, atau alat kontrasepsi lainnya, saat berhubungan seks saat masa subur Anda.

Tapi ingat, KB dengan sistem kalender ini hanya bisa mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak melindungi Anda dan pasangan dari kemungkinan penularan penyakit kelamin, jika tidak menggunakan kondom.

Bagaimana cara menggunakan sistem kalender?

Bagi Anda yang belum pernah menggunakan KB dengan sistem kalender, ada beberapa hal yang perlu Anda beri tahukan kepada dokter terlebih dahulu.

Persiapan sebelum menggunakan KB kalender

Beberapa informasi ini dapat membantu dokter menentukan apakah KB dengan sistem kalender dapat membantu Anda mencegah kehamilan. Informasi yang harus Anda beri tahu kepada dokter sebelum menggunakan KB kalender sebagai metode kontrasepsi adalah:

  • Baru selesai menstruasi.
  • Baru saja melahirkan.
  • Baru berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal, misalnya pil KB.
  • Sedang menyusui.
  • Sudah mendekati usia menopause.
  • Miliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Jika dokter atau ahli medis profesional sudah menyatakan bahwa KB dengan sistem kalender ini dapat secara efektif membantu Anda menunda kehamilan, Anda bisa memerhatikan cara penggunaan KB kalender ini.

Memahami cara penggunaan KB kalender

Jika Anda ingin menggunakan KB kalender sebagai cara alami mencegah kehamilan, setidaknya Anda harus memahami apa yang terjadi pada tubuh Anda selama siklus menstruasi. Hal ini dapat membantu Anda memahami penggunaan sistem kalender.

Biasanya siklus menstruasi terbagi dalam tiga fase yaitu periode awal dari infertilitas (atau pra-ovulasi infertilitas), periode subur, dan beberapa hari tidak subur sebelum periode selanjutnya mulai kembali (infertilitas pasca-ovulasi).

Hari pertama dari siklus menstruasi bulanan Anda adalah hari pertama dari periode infertilitas. Seorang wanita akan berpeluang besar untuk bisa hamil atau mencapai masa kesuburannya selama ovulasi dan tepat sesaat atau tepat sebelum ovulasi. Kesuburan adalah kemampuan tubuh untuk mengalami kehamilan.

Ovulasi adalah masa di saat sel telur dilepaskan dari indungnya, dan terjadi umumnya sebulan sekali, sekitar 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Saat sel telur dilepaskan, usia hidupnya termasuk singkat. Waktu pembuahan harus dilakukan 24-48 jam setelah masa ovulasi, jika Anda ingin hamil.

Namun, sperma dapat tetap hidup layak dalam tubuh wanita sampai lima hari setelah ejakulasi. Jadi, jika sperma tetap tinggal dalam saluran reproduksi Anda sambil menunggu sel telur yang baru turun, peluang Anda untuk hamil akan tetap ada, bahkan jika Anda dan pasangan berhubungan seks beberapa hari sebelum Anda berovulasi.

Pada banyak kasus, mekanisme biologis ini memungkinkan masa kesuburan bertahan hingga 5-8 hari setelah hubungan seks, bergantung pada karakteristik sperma pasangan Anda, frekuensi ejakulasi selama masa subur, dan berbagai faktor lainnya.

Hari-hari spesifik di mana ovulasi terjadi akan bergantung pada panjang siklus Anda, yang sebagian besar dikendalikan oleh perubahan hormon tubuh Anda.

Seperti yang telah disebutkan, masa kedaluwarsa sperma dalam tubuh adalah lima hari setelah ejakulasi. Maka dari itu, wanita akan paling subur saat:

  • Lima hari sebelum ovulasi.
  • Selama hari ovulasi.
  • 12-24 jam setelah ovulasi.

Menggunakan KB kalender sebagai metode kontrasepsi

Jika Anda sudah memahami bagaimana cara kontrasepsi sistem kalender bekerja, kini saatnya Anda memahami bagaimana caranya menggunakan sistem kalender sebagai metode kontrasepsi. Sebelum Anda menggunakan sistem kalender ini, Anda harus mencatat dengan cermat siklus menstruasi Anda selama kurang lebih enam bulan berturut-turut.

Pastikan bahwa Anda telah menandai hari pertama dari siklus menstruasi Anda. Hari pertama dari siklus menstruasi adalah hari saat Anda pertama haid. Lalu, tandai pula hari pertama pada siklus-siklus berikutnya. Hitung jumlah hari yang merentangi siklus pertama dan siklus kedua.

Jika jarak dari siklus pertama dengan siklus kedua terpaut kurang dari 27 hari, sistem kalender mungkin tidak akan akurat bagi Anda.

Risiko menggunakan KB kalender untuk mencegah kehamilan

Meski KB dengan sistem kalender tidak membuat Anda mengeluarkan biaya apa pun dan terhitung aman membantu Anda mencegah kehamilan. Bisa dikatakan, sistem kalender mungkin tidak memiliki risiko yang berarti untuk kesehatan Anda dan pasangan.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain, sistem ini mungkin tidak bisa dibilang cukup efektif dalam menunda kehamilan. Pasalnya, efektivitas dari KB kalender ini bergantung pada masing-masing individu. Maka itu, jika KB kalender ini efektif bagi pasangan lain, belum tentu sistem kalender juga efektif untuk Anda dan pasangan.

Bahkan, dilansir dari Mayo Clinic, 24 dari 100 wanita yang menggunakan KB kalender mengalami kehamilan pada tahun pertama percobaan dengan metode ini. Di samping itu, KB alami seperti ini tidak membantu Anda mencegah terjadinya penularan penyakit kelamin.

Perhatikan ini saat berhubungan seks menggunakan sistem kalender

Anda tidak perlu merasa cemas jika ingin melakukan hubungan seks karena hanya mengandalkan kalender sebagai KB alami. Hal yang perlu diperhatikan adalah Anda berhubungan seksual saat masih aman.

Untuk mencegah kehamilan dengan sistem kalender, idealnya Anda harus memahami benar siklus menstruasi Anda dan proses biologis yang terjadi selama masa itu. Anda harus menyimpan catatan setidaknya untuk enam sampai 12 bulan siklus menstruasi, dan harus menghitung jangka waktu periode kesuburan yang berasal dari siklus pendek dan panjang.

Jika siklus menstruasi Anda berkisar antara 26-32 hari (dihitung dari hari pertama haid terakhir sampai hari pertama haid selanjutnya), masa subur akan terjadi pada hari ke-8 hingga hari ke-19.

Nah, ketika Anda hendak menghitung kapan waktu yang aman untuk berhubungan seks saat menstruasi, hari ke-1 hingga ke-7 dan hari ke-21 dari keseluruhan siklus Anda adalah waktu yang aman untuk berhubungan seks dengan risiko kehamilan minimum. Metode ini cocok untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, misalnya siklus 25-32 hari.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 23, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca