Cara Menggunakan KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar istilah KB kalender? Sistem kalender atau metode ritme kalender adalah salah satu bentuk kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan tanpa risiko efek samping. Menggunakan sistem kalender bisa jadi sangat efektif untuk pengendalian kehamilan dengan menghindari berhubungan seksual saat masa subur. Namun, apakah KB kalender termasuk metode yang efektif mencegah kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini.

KB kalender untuk mencegah kehamilan secara alami

Jika Anda merencanakan kehamilan, Anda dapat menggunakan sistem kalender guna menentukan hari terbaik untuk berhubungan seks. Begitu pula sebaliknya, jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda bisa menggunakan KB kalender sebagai cara alami untuk menghindari berhubungan seks tanpa pengaman. Untuk menggunakan metode kalender, Anda harus melacak riwayat menstruasi Anda demi memprediksi kapan Anda akan berovulasi.

Namun, KB kalender membutuhkan ketekunan dan pencatatan yang cermat agar hasil bisa akurat. Jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda dan pasangan harus menghindari untuk berhubungan seks atau menggunakan kondom, atau alat kontrasepsi lainnya, saat berhubungan seks saat masa subur Anda.

Tapi ingat, KB dengan sistem kalender ini hanya bisa mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak melindungi Anda dan pasangan dari kemungkinan penularan penyakit kelamin, jika tidak menggunakan kondom.

Bagaimana cara menggunakan sistem kalender?

Bagi Anda yang belum pernah menggunakan KB dengan sistem kalender, ada beberapa hal yang perlu Anda beri tahukan kepada dokter terlebih dahulu.

Persiapan sebelum menggunakan KB kalender

Beberapa informasi ini dapat membantu dokter menentukan apakah KB dengan sistem kalender dapat membantu Anda mencegah kehamilan. Informasi yang harus Anda beri tahu kepada dokter sebelum menggunakan KB kalender sebagai metode kontrasepsi adalah:

  • Baru selesai menstruasi.
  • Baru saja melahirkan.
  • Baru berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal, misalnya pil KB.
  • Sedang menyusui.
  • Sudah mendekati usia menopause.
  • Miliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Jika dokter atau ahli medis profesional sudah menyatakan bahwa KB dengan sistem kalender ini dapat secara efektif membantu Anda menunda kehamilan, Anda bisa memerhatikan cara penggunaan KB kalender ini.

Memahami cara penggunaan KB kalender

Jika Anda ingin menggunakan KB kalender sebagai cara alami mencegah kehamilan, setidaknya Anda harus memahami apa yang terjadi pada tubuh Anda selama siklus menstruasi. Hal ini dapat membantu Anda memahami penggunaan sistem kalender.

Biasanya siklus menstruasi terbagi dalam tiga fase yaitu periode awal dari infertilitas (atau pra-ovulasi infertilitas), periode subur, dan beberapa hari tidak subur sebelum periode selanjutnya mulai kembali (infertilitas pasca-ovulasi).

Hari pertama dari siklus menstruasi bulanan Anda adalah hari pertama dari periode infertilitas. Seorang wanita akan berpeluang besar untuk bisa hamil atau mencapai masa kesuburannya selama ovulasi dan tepat sesaat atau tepat sebelum ovulasi. Kesuburan adalah kemampuan tubuh untuk mengalami kehamilan.

Ovulasi adalah masa di saat sel telur dilepaskan dari indungnya, dan terjadi umumnya sebulan sekali, sekitar 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Saat sel telur dilepaskan, usia hidupnya termasuk singkat. Waktu pembuahan harus dilakukan 24-48 jam setelah masa ovulasi, jika Anda ingin hamil.

Namun, sperma dapat tetap hidup layak dalam tubuh wanita sampai lima hari setelah ejakulasi. Jadi, jika sperma tetap tinggal dalam saluran reproduksi Anda sambil menunggu sel telur yang baru turun, peluang Anda untuk hamil akan tetap ada, bahkan jika Anda dan pasangan berhubungan seks beberapa hari sebelum Anda berovulasi.

Pada banyak kasus, mekanisme biologis ini memungkinkan masa kesuburan bertahan hingga 5-8 hari setelah hubungan seks, bergantung pada karakteristik sperma pasangan Anda, frekuensi ejakulasi selama masa subur, dan berbagai faktor lainnya.

Hari-hari spesifik di mana ovulasi terjadi akan bergantung pada panjang siklus Anda, yang sebagian besar dikendalikan oleh perubahan hormon tubuh Anda.

Seperti yang telah disebutkan, masa kedaluwarsa sperma dalam tubuh adalah lima hari setelah ejakulasi. Maka dari itu, wanita akan paling subur saat:

  • Lima hari sebelum ovulasi.
  • Selama hari ovulasi.
  • 12-24 jam setelah ovulasi.

Menggunakan KB kalender sebagai metode kontrasepsi

Jika Anda sudah memahami bagaimana cara kontrasepsi sistem kalender bekerja, kini saatnya Anda memahami bagaimana caranya menggunakan sistem kalender sebagai metode kontrasepsi. Sebelum Anda menggunakan sistem kalender ini, Anda harus mencatat dengan cermat siklus menstruasi Anda selama kurang lebih enam bulan berturut-turut.

Pastikan bahwa Anda telah menandai hari pertama dari siklus menstruasi Anda. Hari pertama dari siklus menstruasi adalah hari saat Anda pertama haid. Lalu, tandai pula hari pertama pada siklus-siklus berikutnya. Hitung jumlah hari yang merentangi siklus pertama dan siklus kedua.

Jika jarak dari siklus pertama dengan siklus kedua terpaut kurang dari 27 hari, sistem kalender mungkin tidak akan akurat bagi Anda.

Risiko menggunakan KB kalender untuk mencegah kehamilan

Meski KB dengan sistem kalender tidak membuat Anda mengeluarkan biaya apa pun dan terhitung aman membantu Anda mencegah kehamilan. Bisa dikatakan, sistem kalender mungkin tidak memiliki risiko yang berarti untuk kesehatan Anda dan pasangan.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain, sistem ini mungkin tidak bisa dibilang cukup efektif dalam menunda kehamilan. Pasalnya, efektivitas dari KB kalender ini bergantung pada masing-masing individu. Maka itu, jika KB kalender ini efektif bagi pasangan lain, belum tentu sistem kalender juga efektif untuk Anda dan pasangan.

Bahkan, dilansir dari Mayo Clinic, 24 dari 100 wanita yang menggunakan KB kalender mengalami kehamilan pada tahun pertama percobaan dengan metode ini. Di samping itu, KB alami seperti ini tidak membantu Anda mencegah terjadinya penularan penyakit kelamin.

Perhatikan ini saat berhubungan seks menggunakan sistem kalender

Anda tidak perlu merasa cemas jika ingin melakukan hubungan seks karena hanya mengandalkan kalender sebagai KB alami. Hal yang perlu diperhatikan adalah Anda berhubungan seksual saat masih aman.

Untuk mencegah kehamilan dengan sistem kalender, idealnya Anda harus memahami benar siklus menstruasi Anda dan proses biologis yang terjadi selama masa itu. Anda harus menyimpan catatan setidaknya untuk enam sampai 12 bulan siklus menstruasi, dan harus menghitung jangka waktu periode kesuburan yang berasal dari siklus pendek dan panjang.

Jika siklus menstruasi Anda berkisar antara 26-32 hari (dihitung dari hari pertama haid terakhir sampai hari pertama haid selanjutnya), masa subur akan terjadi pada hari ke-8 hingga hari ke-19.

Nah, ketika Anda hendak menghitung kapan waktu yang aman untuk berhubungan seks saat menstruasi, hari ke-1 hingga ke-7 dan hari ke-21 dari keseluruhan siklus Anda adalah waktu yang aman untuk berhubungan seks dengan risiko kehamilan minimum. Metode ini cocok untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, misalnya siklus 25-32 hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ada beberapa cara memenuhi hasrat kepuasan seksual wanita, salah satunya memakai vibrator. Tapi kalau terlalu sering pakai vibrator, apa efeknya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/04/2020 . 4 menit baca

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup?

Menggunakan menstrual cup lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Namun, sebenarnya berapa lama masa pakai menstrual cup yang ideal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 25/04/2020 . 4 menit baca

Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

Penelitian menemukan bahwa ubungan seks secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga membantu mencegah pikun. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/04/2020 . 5 menit baca

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
KB selama pandemi COVID-19

BKKBN Tekankan Pentingnya Program KB Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca
bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 menit baca
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . 4 menit baca