Jenis-jenis Alat Kontrasepsi (KB) yang Tersedia, Beserta Plus Minusnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Saat ini tersedia ragam jenis atau macam-macam alat kontrasepsi atau KB yang membantu menunda atau mencegah kehamilan. Hanya saja, tidak jarang hal tersebut justru menimbulkan kebingungan saat akan memilih. Padahal, penggunaannya hanya akan efektif jika digunakan dengan tepat. Pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasangan. Berikut informasi tentang alat kontrasepsi dan plus minusnya.

Alat kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal umumnya mengandung kombinasi dari progestin dan estrogen, atau progesteron saja. Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk. Macam-macam alat kontrasepsi hormonal termasuk pil KB, suntik KB, implan, patch, dan cincin vagina.

1. Pil KB kombinasi progestin dan estrogen

Kandungan di dalam pil KB ini adalah kombinasi antara progestin dan estrogen. Kontrasepsi yang satu ini membantu menahan ovarium agar tidak memproduksi sel telur.

Alat kontrasepsi ini juga menyebabkan adanya perubahan pada lendir serviks atau leher rahim serta endometrium agar sperma tidak bisa ‘bertemu’ dengan sel telur. Berbeda tipe pil KB kombinasi, maka kandungan dosis estrogen dan progestin di dalamnya pun berbeda.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin menggunakan satu dari macam-macam alat kontrasepsi yang tersedia, Anda bisa meminta dokter membantu Anda menentukan jenis pil KB kombinasi yang sesuai untuk kondisi Anda.

Sebelum menggunakannya, ada baiknya jika Anda mencari tahu mengenai kelebihan dan kekurangan dari pil kombinasi ini.

Kelebihan dari alat kontrasepsi pil KB kombinasi

Salah satu kelebihan yang bisa Anda rasakan dari penggunaan pil ini adalah mengurangi perdarahan saat menstruasi. Biasanya, jika Anda mengalami pendarahan berat saat menstruasi, Anda berarti sedang mengalami fibroid rahim atau berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Di samping itu, kelebihan lain yang mungkin bisa Anda rasakan adalah Anda dapat mengurangi gejala PMS atau premenstrual syndrome. Gejala dari kondisi ini tak jarang mengganggu, sehingga tentu Anda akan merasa lebih nyaman jika gejalanya bisa berkurang.

Selain kedua kelebihan yang telah disebutkan, pil KB jenis ini juga bisa memberikan macam-macam kelebihan lain, seperti membantu siklus menstruasi yang tadinya berantakan menjadi lebih teratur. Tak hanya itu, alat kontrasepsi ini juga dapat mengurangi rasa sakit atau kram yang disebabkan karena menstruasi.

Anda juga dapat mengurangi risiko dari penyakit kanker ovarium serta endometrium, stroke, salphingitis, dan rematik. Selain itu, menggunakan pil KB kombinasi mungkin juga dapat mengurangi produksi hormon androgen yang menjadi penyebab timbulnya sindrom ovarium polikistik atau PCOS yang mungkin Anda alami.

Sementara itu, tidak hanya kelebihan dari penggunaan pil KB, Anda mungkin juga perlu memahami kekurangannya.

Kekurangan alat kontrasepsi pil KB kombinasi

Tidak hanya kelebihannya, Anda juga perlu memahami kekurangan dari penggunaan pil KB kombinasi ini. Penggunaan alat kontrasepsi yang satu ini dianggap dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, menggunakan pil KB kombinasi juga berpotensi meningkatkan berat badan Anda. Namun, kondisi tersebut bisa diatasi dengan cara mengimbangi penggunaannya dengan diet dan berolahraga.

Tidak hanya itu, menggunakan pil KB kombinasi kemungkinan dapat mengganggu produksi Air Susu Ibu (ASI). Sayangnya, penggunaan pil KB ini tidak dapat melindungi Anda dari risiko tertular penyakit kelamin.

2. Pil KB progestin

Jenis pil KB berikutnya dikenal dengan pil mini. Pil ini berbeda dengan pil kombinasi, pil mini hanya mengandung progestin saja. Alat kontrasepsi oral ini memiliki kandungan hormon progestin yang lebih rendah dari dosis progestin pada pil kombinasi.

Pil KB progestin dapat membuat lendir serviks menjadi lebih kental, sehingga mencegah sperma untuk ‘bertemu’ dengan sel telur. Menggunakan pil mini juga dapat menahan atau mencegah proses ovulasi, meski hanya pada saat-saat tertentu saja.

Jika Anda ingin menggunakan pil KB progestin, Anda bisa memahami kelebihan dan kekurangan dari penggunaannnya terlebih dahulu.

Kelebihan alat kontrasepsi pil KB progestin

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di Mayo Clinic, penggunaan pil mini atau pil KB progestin cenderung mudah. Pasalnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti menggunakan pil ini, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama hingga masa subur Anda kembali normal seperti semula.

Selain itu, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Satu dari macam-macam alat kontrasepsi ini juga tidak mengganggu produksi Air Susu Ibu (ASI).

Namun, ada kekurangan dari penggunaan pil mini yang juga harus Anda ketahui.

Kekurangan alat kontrasepsi pil KB progestin

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan pil KB progestin, ada kemungkinan bahwa kontrasepsi ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Tidak hanya itu, penggunaan pil mini sebagai alat kontrasepsi dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Pil ini juga tidak membantu Anda mengurangi risiko mengalami infeksi menular seksual yang mungkin terjadi saat Anda melakukan hubungan intim dengan pasangan.

3. Alat kontrasepsi IUD  (Intra-Uterine Device)

IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki berbentuk seperti huruf T. IUD ini dimasukkan ke dalam rahim dan terkadang  menyisakan sedikit benang di vagina untuk menandakan posisi IUD.

Ada 2 macam alat kontrasepsi IUD yang bisa Anda pilih, yaitu IUD berisi tembaga dan hormon. IUD tembaga bisa digunakan sampai 10 tahun, sedangkan IUD hormon hanya sampai lima tahun.

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan alat KB IUD sebagai pilihan kontrasepsi, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari alat KB IUD ini.  

Kelebihan alat kontrasepsi IUD

Ada beberapa kelebihan dari penggunaan alat kontrasepsi yang satu ini. Pertama, alat KB IUD adalah alat kontrasepsi yang “use and forget”. Artinya, IUD mudah digunakan, namun setelah pemasangan alat kontrasepsi ini, Anda tidak perlu merasa harus repot dalam penggunaannya sehari-hari.

Di samping itu, penggunaan IUD dipergunakan untuk waktu jangka panjang. Jadi, Anda hanya perlu menggunakannya untuk sekali pakai dalam kurun waktu tertentu.

Bahkan, IUD tidak akan mengganggu kesuburan Anda. Pasalnya, setelah alat ini dilepas dari rahim, kesuburan Anda dapat kembali dengan cepat.

Sayangnya, IUD ini juga memiliki kekurangan jika ingin dijadikan sebagai cara mencegah kehamilan.

Kekurangan alat kontrasepsi IUD

Salah satu masalah yang mungkin terjadi jika Anda menggunakan KB IUD sebagai alat kontrasepsi adalah posisi dari alat ini bisa bergeser saat berada di dalam rahim. S

elain itu, alat ini sebenarnya membuat Anda yang menggunakannya merasa tidak nyaman. Bahkan, pasangan juga mungkin akan merasa tak nyaman saat melakukan hubungan seksual dengan Anda karena ada sisa benang IUD di vagina.

Ditambah lagi, penggunaan KB IUD dapat menyebabkan efek samping seperti kram dan perdarahan saat menstruasi menjadi lebih banyak.

Alat kontrasepsi dengan metode penghalang fisik

Selain beberapa kontrasepsi hormonal di atas, ada pula kontrasepsi yang dilakukan dengan penghalang fisik, seperti:

1. Kondom

Selain penggunaan kontrasepsi hormonal, Anda juga bisa menggunakan kondom. Kondom adalah merupakan kontrasepsi yang bisa Anda pilih. Meski lebih umum ditemukan kondom untuk pria, namun ada pula kontdom untuk wanita. Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan meningkat terutama setelah ditambahkan lubrikan spermisida di kondom.

Kelebihan alat kontrasepsi kondom

Kelebihan yang bisa Anda rasakan dari menggunakan kondom adalah dapat mencegah penularan penyakit kelamin. Sementara itu, alat ini juga sangat praktis dan mudah ditemukan di mana saja. Ditambah lagi alat ini juga sangat mudah digunakan.

Kekurangan alat kontrasepsi kondom

Namun,, alat ini juga memiliki kekurangan yang harus Anda ketahui. Salah satunya adalah penggunaan kondom dapat menimbulkan alergi dari bahan yang digunakan untuk membuat kondom.

Tak hanya itu saja, Anda harus membeli kondom dalam jumlah banyak jika ingin menggunakannya. Pasalnya, kondom hanya bisa digunakan sekali. Sementara itu, pemakaian kondom harus tepat karena dapat timbul risiko terlepas.

2. Spermisida

Spermisida adalah zat kimia yang dapat merusak sperma. Spermisida dapat berbentuk krim, jeli, busa atau supositori. Namun, Anda bisa menggunakan ini sebagai alat kontrasepsi. 

Kelebihan alat kontrasepsi spermisida

Anda bisa menggunakan spermisida karena sifatnya yang hanya sementara, sehingga Anda bisa menjadikan alat ini sebagai alternatif bagi wanita yang ingin atau butuh proteksi sementara. Tidak hanya itu, spermisida bisa didapatkan dengan mudah.

Kekurangan alat kontrasepsi spermisida

Spermisida juga memiliki kekurangan, misalnya masa perlindungan alat ini terlalu singkat sesuai sifat penggunaan. Hal ini menyebabkan efektivitasnya akan berkurang, apabila pemakaiannya sudah melebihi satu jam.

Di samping itu, meskipun spermisida mampu mencegah kehamilan, Anda tidak bisa mencegah penularan penyakit kelamin saat berhubungan dengan pasangan Anda jika menggunakan spermisida

3. Diafragma

Diafragma biasanya terbuat dari lateks atau silikon, berbentuk melingkar seperti kubah dan berfungsi mencegah sperma masuk ke dalam rahim. Cara penggunaannya adalah menekuk atau melipatnya menjadi dua bagian, lalu memasukkannya ke dalam vagina untuk melindungi serviks. 

Kelebihan alat kontrasepsi diafragma

Kelebihan diafragma adalah digunakan bersamaan dengan alat lain, seperti spermisida. Penggunaan keduanya bersamaan dapat meningkatkan efektivitas diafragma. Di samping itu, diafragma bisa dipakai berulang kali.

Kekurangan alat kontrasepsi diafragma

Hanya saja, penggunaan diafragma juga memiliki kekurangan. Sebagai contoh, diafragma yang terlalu besar bisa membuat rasa yang tidak nyaman, sedangkan yang terlalu kecil bisa berisiko lepas atau pindah posisi.

Selain itu, penggunaan diafragma dapat menimbulkan iritasi pada alat kelamin.

Metode kontrasepsi alami

Jika Anda dan pasangan tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi di atas karena berbagai alasan, Anda dapat menerapkan metode pencegahan alami, antara lain:

1. Sistem KB kalender

Tanpa bantuan macam-macam alat kontrasepsi, metode ini menggunakan penghitungan masa subur wanita, dan menghindari berhubungan seks pada masa subur tersebut.

Kelebihan sistem kb kalender

Dibanding kontrasepsi lain, metode sistem kb kalender yang satu ini sangat murah karena Anda mungkin tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak. Di samping itu, Anda hanya mengandalkan perhitungan masa subur. Sehingga, Anda tidak perlu menggunakan bantuan alat apapun.

Kekurangan sistem kb kalender

Dibanding kontrasepsi lainnya, sistem kb kalender ini kurang efektif. Apalagi, metode ini memiliki kemungkinan gagal hingga mencapai 20%. 

2. Menyusui

Pada ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif, pembuahan tidak dapat terjadi selama 10 minggu pertama, sehingga kehamilan dapat dicegah.

Kelebihan menyusui

Jika Anda ingin menggunakan cara ini, Anda tentu tidak perlu mengeluarkan uang. Di samping itu, Anda tidak perlu menggunakan alat apapun atau mengonsumsi apapun. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menyusui

Kekurangan menyusui

Sayangnya, metode ini memang kurang efektif untuk mencegah kehamilan. Biasanya pasangan yang menggunakan metode ini menunggu haid pertama setelah melahirkan untuk berhenti berhubungan seks, padahal masa pembuahan terjadi sebelum adanya menstruasi.

Metode kontrasepsi permanen

Kontrasepsi permanen atau sterilisasi merupakan pilihan bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak lagi. Pada wanita, teknik yang dapat dilakukan adalah tubektomi, ligasi tuba, implan tuba, dan elektrokoagulasi tuba. Sementara itu, pada pria dapat dilakukan vasektomi.

Kelebihan kontrasepsi permanen

Dibandingkan macam-macam kontrasepsi yang ada, kontrasepsi permanen memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan. Tak hanya itu, kontrasepsi permanen tidak memerlukan alat atau hormon tambahan lagi. 

Kekurangan kontrasepsi permanen

Sayangnya, metode kontrasepsi ini juga tetap memiliki kekurangan. Sebagai contoh, biaya yang harus Anda keluarkan untuk menjalani proses dari metode ini tentu lebih mahal dibanding metode atau penggunaan kontrasepsi lainnya.

Selain itu, risiko komplikasi dari tindakan yang harus Anda jalani untuk metode kontrasepsi permanen ini bisa berupa perdarahan atau infeksi. Sayangnya, meski sudah bersifat permanen, metode ini juga tidak dapat mencegah Anda mengalami penularan penyakit kelamin.

Dari beragam jenis atau macam-macam alat kontrasepsi, penting bagi Anda untuk memutuskan bersama dengan pasangan. Hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain apakah pasangan masih ingin memiliki anak atau tidak, kapan pasangan ingin memiliki anak lagi, atau adakah penyakit tertentu yang diidap yang mungkin dapat terpengaruh kontrasepsi. Selain itu pertimbangkan pula harga dan kepraktisan dari setiap metode.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mungkinkah Mencegah Hamil Setelah Berhubungan Seks?

Anda mungkin pernah melakukan hubungan seks tapi lupa menggunakan pengaman. Lalu, bagaimana cara mencegah hamil setelah berhubungan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Tidak hanya KB hormonal, ada berbagai pilihan KB non hormonal yang juga tak kalah efektif dalam mencegah kehamilan. Ketahui pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

KB Alami, Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Pernahkah Anda mendengar istilah KB alami? Ya, Anda memang bisa mencegah kehamilan secara alami tanpa bantuan alat. Tahukah Anda bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

KB suntik biasanya digunakan untuk menunda kehamilan pada wanita yang sudah pernah hamil. Mungkinkah bila KB suntik dipakai saat belum pernah hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kontrasepsi, Hidup Sehat 6 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
manfaat kondom

5 Manfaat Pakai Kondom untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara memilih kondom

Untuk Pasutri, Begini Cara Memilih Kondom yang Pas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit