Penis Kurang Keras Meski Sudah Ereksi? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ereksi penis yang normal adalah hasil dari interaksi kompleks antara mental, sistem pusat perifer saraf, hormon, pembuluh darah, dan otot penis. Penis yang tidak keras meski sudah kadang disebabkan oleh faktor kesehatan fisik maupun psikologis. Pada dasarnya, pria juga makhluk emosional dan sensitif, kerja jantung dan otak mereka saling terhubung. Bahkan, pikiran dan perasaan mereka mendorong kemampuan mereka untuk terangsang, mempertahankan ereksi, dan hingga menyebabkan mengapa ereksi penis menjadi “lembek”. Maka itu, ereksi tidak keras dapat disebabkan oleh beberapa hal tertentu antara lain seperti di bawah ini.

Penyebab penis ereksi tidak keras

1. Anda kurang vitamin D

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan, bahwa pria yang “tidak bisa keras” memiliki kadar vitamin D lebih rendah dibandingkan pria yang keras dan tahan lama saat ereksi. Setelah diteliti, nyatanya pada tubuh pria kekurangan vitamin D, guna memperlancar peredaran darah.

Sumber vitamin D bisa Anda dapatkan dengan berjemur di bawah hangat sinar matahari pagi. Dapatkan juga kandungan vitamin D pada sereal oatmeal, roti dan bahkan pada telur dan daging salmon.

2. Kurangi minum kopi

Pada sebuah penelitian University of Texas Health Science Center, 42% pria yang minum kopi kurang dari 2 gelas per hari, memungkinkan  memiliki ereksi yang tidak normal.

Mengapa kurang minum kopi bisa membuat ereksi tidak keras? Sebabnya, kafein membantu memunculkan rileks pembuluh darah dan otot dalam penis, sehingga membantu meningkatkan aliran darah saat Anda menginginkan ejakulasi.

BACA JUGA: 7 Trik Ampuh Buat Istri Bantu Suami Lebih Tahan Lama di Ranjang

3. Menderita penyakit yang memicu risiko impotensi

Penyakit tertentu bisa menjadi penyebab umum impotensi atau membuat ereksi tidak keras. Diabetes adalah salah satu diagnosis penyakit yang dapat mematahkan kejantanan pria. Hal lainnya juga bisa dipicu karena obat-obatan yang sedang dikonsumi, dikutip dari penelitian yang dipublikasikan oleh Annals of Family Medicine.

4. Sedang tidak mood

Penis dan pikiran pria, pada dasarnya memiliki “perasaan” yang sama. Ereksi penis yang tidak keras bisa disebabkan oleh kondisi “mood” yang tidak sesuai. Contohnya antara lain karena, depresi, cemas  dan stres. Ingat, penis dan pikiran pria itu adalah satu kesatuan stimulan yang terhubung.

Untuk hal ini, demi menghindari pasangan Anda kecewa, baiknya Anda jujur dan terbuka. Komunikasikan perasaan Anda yang menghambat ereksi tidak berjalan dengan normal. Minta pengertian, dan setelah perasaan dapat dikendalikan, Anda bisa lagi memulai usaha agar ereksi berjalan normal.

Yang harus dilakukan jika ereksi penis  “lembek”

Ereksi tidak keras bukan berarti Anda mengalami disfungsi ereksi. Ada faktor jangka panjang dan jangka pendek yang bisa menyebabkan ereksi Anda tidak normal. Jika ereksi Anda menganggu kualitas hubungan seksual Anda, disarankan untuk tidak perlu malu berobat ke dokter yang kompeten dalam menangani masalah seksual. Sangat tidak dianjurkan membeli atau meminum berbagai obat kuat yang dijual di pasaran tanpa resep dokter, begitupun meminum obat kuat alami yang belum diketahui kebenaran klaimnya, karena Anda tidak akan tahu risiko kedepannya.

Lakukan olahraga, yang menjadi salah satu cara untuk menunjang kebugaran tubuh agar ereksi menjadi normal kembali. Makan-makanan yang bersih dan sehat kandungannya. Yang terpenting hindari alkohol dan rokok yang jelas-jelas menjadi penyebab disfungsi ereksi permanen.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit