Tak Lebih Baik dari Rokok, Vape Juga Memengaruhi Performa Seks Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Rokok terbukti dapat menurunkan kualitas sperma, merusak gen pada sel telur, dan mengurangi kesuburan. Namun, bahaya ini ternyata tidak hanya terdapat pada rokok. Vape yang digadang-gadang lebih baik daripada rokok juga memiliki dampak serupa bagi performa seks Anda.

Dampak vape bagi performa seks

Banyak perokok beralih menggunakan vape karena menganggapnya lebih aman dibandingkan rokok. Rokok elektrik ini pun kerap digunakan sebagai masa peralihan oleh orang-orang yang ingin berhenti merokok.

Mengacu pada American Heart Association, asap vape memang tidak sebahaya asap rokok karena kandungan bahan kimianya jauh lebih sedikit. Namun, vape tetap mengandung racun dan zat kimia yang bahaya seperti halnya rokok.

Zat kimia pada vape tidak secara langsung menimbulkan dampak bagi kehidupan seks Anda. Pengaruh vape terhadap kualitas hubungan seksual juga belum diketahui secara pasti dan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Kendati demikian, kandungan nikotin pada vape tetap berisiko mengganggu fungsi seksual Anda. Nikotin bersifat vasokonstriktor, artinya zat ini membuat pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran darah.

Aliran darah yang lancar merupakan faktor penting untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Jika aliran darah menuju penis terhambat, penis akan lebih sulit mengalami ereksi sehingga Anda berisiko mengalami impotensi.

Selain itu, penyempitan pembuluh darah juga dapat menurunkan gairah seksual Anda. Kesulitan mencapai ereksi serta libido yang rendah sebagai dampak vape akhirnya menurunkan performa seks Anda bersama pasangan.

Vape juga bisa memengaruhi kesuburan

Dampak vape tidak hanya memengaruhi performa seks, tapi juga kesuburan. Nikotin, zat aditif, propylene glycol, serta bahan-bahan lain yang terkandung dalam cairan vape memengaruhi kesuburan dan berdampak langsung pada sperma.

Bahan-bahan berbahaya ini dapat membunuh banyak sel testis penghasil sperma serta mengurangi kemampuan gerak sperma. Padahal, sperma harus mampu bergerak dengan cepat agar bisa membuahi sel telur.

Tak hanya itu, zat kimia pada vape juga meningkatkan jumlah sperma dengan bentuk tidak normal. Bagi orang-orang yang pernah merokok sebelumnya, kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Selain menurunkan performa seks, vape berisiko menyebabkan dampak berupa kecanduan. Ini disebabkan karena tubuh Anda terpapar lebih banyak nikotin. Semakin Anda kecanduan, semakin buruk pengaruhnya terhadap kehidupan seksual dan kesuburan.

Tips berhenti menggunakan vape

Baik rokok maupun vape sama-sama memberikan dampak buruk bagi performa seks dan kesuburan Anda. Satu-satunya cara mencegah dampak tersebut adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok dan menggunakan vape.

Anda dapat memulainya dengan langkah sederhana seperti:

  • Menentukan tanggal dan waktu untuk berhenti menggunakan vape.
  • Membuang vape dan semua produk yang berkaitan dengannya.
  • Tidak menggunakan produk alternatif seperti tembakau kunyah, isap, maupun tempel.
  • Lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.
  • Mencari dukungan dari teman, pasangan, dan keluarga.
  • Berkonsultasi dengan terapis profesional seperti psikolog.

Tidak sedikit yang memercayai bahwa vape merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan rokok. Padahal, sebagian besar vape justru mengandung lebih banyak nikotin dibandingkan rokok tembakau.

Nikotin dalam rokok maupun vape memiliki dampak besar bagi performa dan kehidupan seks Anda. Cara terbaik untuk memelihara kesehatan reproduksi Anda adalah dengan menghindari kebiasaan merokok serta menggunakan vape.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Macam-Macam Jenis Vape (Rokok Elektrik) Plus Risiko Bahayanya yang Perlu Anda Tahu

Anda memang tidak salah jika menganggap bahaya vape alias rokok elektrik tidak sebesar rokok tembakau. Namun, bukan berarti tak ada efek samping lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 21 Juni 2017 . Waktu baca 12 menit

Vape vs Rokok: Mana yang Lebih Aman?

Peneliti di Jepang menemukan bahwa dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 24 Mei 2017 . Waktu baca 10 menit

Ini Bahaya Rokok Elektrik untuk Kesuburan Pria

Kita semua tahu merokok tembakau dapat menyebabkan impotensi. Tapi tahukah Anda bahwa bahaya rokok elektrik ternyata tak jauh berbeda?

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Kesuburan, Berhenti Merokok, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

Tips Menggunakan Vape untuk Berhenti Merokok

Vape bebas nikotin disebut sebagai salah satu cara ampuh untuk membantu berhenti merokok. Namun, menurut penelitian, bukan begitu caranya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Januari 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan liquid vape

Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
liquid vape

Vape Rasa Vanili dan Kayu Manis Ternyata Paling Bahaya! Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit
liquid vape

Awas, Penelitian Ungkap Bahaya Liquid Vape Bagi Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
keracunan nikotin

Penyebab Keracunan Nikotin dan Langkah-langkah Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit