Psstt, Orang yang Punya Bentuk Wajah Ini Punya Gairah Seks Paling Tinggi (Anda Salah Satunya?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 November 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Wajah adalah cerminan si empunya tubuh. Banyak hal yang dapat terlihat dari wajah seseorang, entah itu usia atau mendeteksi kebohongan dari ekpresinya. Bentuk wajah juga dapat mengungkapkan seberapa tinggi gairah seksual Anda yang selama ini mungkin terkubur dalam diri. Sebuah penelitian asal Kanada melaporkan bahwa orang-orang pemilik bentuk wajah khas berikut ini punya gairah seksual yang tinggi. Bentuk wajah yang seperti apa? Memang, apa hubungannya bentuk wajah dengan tinggi–rendahnya hasrat seks seseorang?

Orang-orang yang punya bentuk wajah lebar memiliki gairah seksual tinggi

Bentuk wajah manusia dapat berkaitan dengan sikap, perilaku, dan karakteristik kepribadian tertentu. Nah, sebuah penelitian asal Kanada yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior melaporkan bahwa orang yang memiliki bentuk wajah lebar memiliki gairah seksual yang lebih tinggi daripada kelompok orang lainnya yang punya wajah lebih mungil.

Peneliti menentukan seberapa lebar wajah seseorang dengan mengukur selisih antara panjang wajah (dari puncak dahi sampai ujung dagu) dengan lebar wajah (dari sisi paling ujung kanan wajah hingga ke sisi kiri wajah terdekat dengan telinga). Menurut penelitian ini, semakin besar perbedaan antara panjang dan lebar wajah Anda, semakin tinggi gairah seks Anda.

Sederhananya, baik pria maupun wanita dengan karakteristik bentuk wajah yang lebih pendek, lebih lebar, dan lebih persegi, dilaporkan memiliki libido tinggi.

Semakin lebar wajah seorang pria, semakin rentan berselingkuh

Kesimpulan ini didapat oleh tim peneliti yang sama setelah mengumpulkan 145 mahasiswa, yang hampir setengahnya adalah pria. Semua mahasiswa ini diketahui sedang menjalin hubungan asmara dengan pasangannya masing-masing pada saat penelitian berlangsung.

Tim peneliti kemudian meminta mereka untuk menyerahkan pas foto wajah mereka dan mengisi kuesioner terkait tentang kebiasaan, perilaku, aktivitas seksual, dan gairah seks masing-masing. Setelahnya, mereka juga diberikan pertanyaan seputar pandangan dan sikap mereka terhadap seks bebas dan perselingkuhan.

Setelah mengukur rasio selisih panjang-lebar wajah setiap partisipan dan mengolah data dari kuesioner, peneliti menemukan bahwa pria yang memiliki wajah lebar dan persegi lebih rentan tergoda untuk berselingkuh karena gairah seks mereka yang tinggi.

Apa hubungannya gairah seksual dengan bentuk wajah?

Tingginya gairah seksual berhubungan erat dengan hormon seks testosteron. Semakin tinggi kadar testosteron dalam tubuh, semakin tinggi libido Anda.

Peneliti meyakini bahwa orang-orang yang memiliki kadar testosteron tinggi cenderung memiliki wajah lebar dan persegi. Hal inilah yang membuat para ahli berkesimpulan bahwa hormon testosteron juga memengaruhi bentuk wajah seseorang.

Tentu tidak semua orang yang berwajah lebar otomatis bisa langsung dicap sebagai orang-orang yang mesum atau tukang selingkuh. Bagaimanapun juga, karakteristik dan kepribadian setiap orang berbeda-beda tergantung oleh banyak faktor lainnya. Alasan setiap orang untuk memutuskan berselingkuh pun bisa didasari oleh banyak hal.

Di sisi lain, tinggi-rendahnya gairah seksual seseorang juga dipengaruhi oleh banyak hal. Misalnya saja, gaya hidup yang tidak sehat (terlalu banyak mengonsumsi alkohol, merokok, sering begadang, makan makanan berlemak) hingga masalah kesehatan tertentu. 

Penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk memastikan kaitan antara bentuk wajah dan gairah seksual.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Penurun Gairah Seks yang Perlu Anda Hindari

Saat baru menikah, gairah seks Anda mungkin menggebu-gebu. Tapi kok sekarang seperti kehilangan nafsu, ya? Mungkin ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Dari mulai rambut rontok hingga tekanan darah tinggi, semua bisa terjadi hanya gara-gara putus cinta. Mengapa patah hati menyebabkan gangguan kesehatan?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Bukan Hanya Terasa Nikmat, Ini 3 Manfaat Orgasme untuk Kesehatan Kulit

Dibalik kenikmatannya yang sering dikaitkan dengan seks. Ternyata ada beragam manfaat orgasme yang baik untuk kesehatan kulit Anda, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sebelum berhubungan intim

9 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 4 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit
posisi seks agar cepat hamil

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme wanita

Mengapa Orgasme Wanita Berbeda dengan Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit