Benarkah Oral Seks Bisa Menyebabkan Kanker Mulut?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kanker mulut terkadang disebut kanker kepala dan leher, dan termasuk kanker pada mulut, bibir dan lidah, juga kanker amandel, esofagus, pangkal tenggorokan, nasofaring (bagian yang menyambungkan hidung dan tenggorokan) dan kelenjar tiroid.

Beberapa jenis kanker mulut berhubungan dengan infeksi human papilloma virus (HPV) pada mulut dan tenggorokan. Lantas, apa benar seks oral bisa menyebabkan kanker mulut? Bagaimana cara mencegahnya?

Benarkah seks oral dapat menyebabkan kanker mulut?

Para ahli selama bertahun-tahun sudah mengetahui bahwa faktor risiko utama dari kanker mulut adalah minuman alkohol dan merokok serta mengonsumsi tembakau. Tetapi ada bukti berkembang bahwa infeksi pada mulut akibat HPV adalah penyebab utama kanker mulut.

Sekitar 25% kanker mulut dan 35% tenggorokan berhubungan dengan HPV, tetapi jumlah pastinya berbeda antara masing-masing penelitian. Kemungkinan, hal ini disebabkan karena perbedaan cara yang digunakan untuk menguji virus, atau tingkat rokok dan risiko faktor lainnya yang berbeda.

Mendeteksi virus HPV pada sampel penderita kanker mulut tidak berarti bahwa HPV adalah penyebab dari kanker. Virus menjadi bagian dari genetik sel kanker, memicunya untuk bertumbuh.

Bagaimana kita bisa terserang HPV pada mulut?

Ada lebih dari 100 jenis HPV, dan 15 di antaranya berhubungan dengan kanker. Ke-15 jenis ini dikenal sebagai jenis HPV risiko tinggi. Jenis HPV yang ditemukan di mulut hampir semuanya ditularkan secara seksual, sehingga melakukan seks oral bisa menjadi salah satu hal yang menyebabkan kanker mulut. Jenis HPV risiko tinggi juga ditularkan melalui vagina dan seks anal, dan terkait dengan:

  • Kanker serviks
  • Kanker vagina
  • Kanker anal
  • Kanker penis
  • Kanker laring
  • Kanker tenggorokan

Beberapa bisa ditularkan melalui sentuhan antar kulit dan menyebabkan kutil, termasuk kutil kelamin. Jenis HPV yang menyebabkan kutil berisiko rendah dan bukan jenis yang sama dengan penyebab kanker.

Kebanyakan orang yang aktif secara seksual (sekitar 90%) akan terpapar jenis HPV kelamin risiko tinggi atau rendah pada usia 25 tahun, tetapi hanya 2-3% dari beberapa orang ini yang akan terserang kutil kelamin. Jadi, kebanyakan dari kita telah terinfeksi, tetapi hanya beberapa yang terkena dampaknya.

Tidak diketahui seberapa umumnya infeksi HPV di mulut hingga menyebabkan kanker akibat seks oral. Sebuah penelitian dilakukan pada tahun 2009-2010 menyimpulkan  bahwa lazimnya infeksi oral HPV pada pria adalah 10% dan wanita 3.6%.

Faktor risiko untuk HPV mulut yang diidentifikasi pada penelitian ini termasuk:

  • Usia: lazimnya pada kelompok usia 30-34 tahun dan 60-64 tahun
  • Jumlah pasangan seks: 20% orang dengan pasangan seks lebih dari 20 akan terkena infeksi HPV mulut
  • Jumlah rokok yang dihisap per hari

Ada bukti yang menyatakan bahwa, untuk beberapa kanker mulut, faktor risiko mungkin terkait dengan kebiasaan seksual. Faktor risiko ini termasuk:

  • Pernah melakukan seks oral
  • Melakukan seks oral dengan empat orang atau lebih selama hidup Anda
  • Khusus pria, pertama kali melakukan seks pada usia dini (di bawah 18 tahun)

Saat ini, sedikit penelitian yang telah meneliti perbandingan kemungkinan risiko dari pemberian seks oral pada pria dan wanita. Tetapi, kita tahu bahwa HPV yang berhubungan dengan kanker orofaring dua kali lebih umum pada pria dibandingkan pada wanita, dan paling umum terjadi pada pria heteroseks di usia 40-an dan 50-an.

Hal ini mengindikasikan bahwa seks oral pada wanita lebih berisiko daripada melakukan seks oral pada pria. Hal ini tampaknya berlawanan dengan intuisi kita, tetapi konsentrasi HPV pada kulit vulva yang tipis dan lembap lebih tinggi daripada jumlah virus pada kulit penis yang tebal dan kering, dan ini mempengaruhi seberapa mudahnya virus ditularkan. Penelitian lain mengindikasi bahwa HPV bisa terdapat dalam air mani dan ditularkan saat ejakulasi.

Hal yang pasti diketahui adalah bahwa terdapat penyebaran infeksi lain melalui seks oral, termasuk herpes, klamidia, sifilis, dan gonore, maka masuk akal untuk melindungi diri Anda dan pasangan Anda dengan melakukan seks oral yang aman.

Kenapa HPV menyebabkan kanker?

HPV tidak secara langsung menyebabkan kanker, tetapi virus ini menyebabkan perubahan pada sel yang terinfeksi (sebagai contoh, di tenggorokan atau serviks), dan sel-sel ini kemudian menjadi penyebab kanker.

Sangat sedikit orang yang terinfeksi HPV akan berkembang menjadi kanker. Pada 90% kasus, infeksi sembuh secara alami dalam kurun waktu dua tahun.

Namun, virus cenderung sulit hilang bagi para perokok. Hal ini dikarenakan rokok merusak sel pelindung khusus dalam kulit disebut sel surveilans kekebalan, menyebabkan virus menetap. Kanker serviks dan vulva jarang terjadi pada wanita yang tidak merokok, kecuali disebabkan oleh imunosupresi (lemahnya sistem kekebalan).

Bila perubahan sel benar terjadi, bisa membutuhkan waktu lama, bahkan sampai sepuluh tahun. Kanker mulut yang berhubungan dengan HPV nampaknya merespon pengobatan lebih baik dibandingkan dengan kanker mulut yang tidak berhubungan dengan HPV.

Bisakah vaksin HPV membantu pria seperti pada wanita?

Ya. Hampir semua kanker serviks yang diketahui berhubungan dengan HPV dan vaksin menawarkan perlindungan bagi wanita. Vaksin juga melindungi wanita dari kanker vulva dan vagina yang berhubungan dengan HPV.

Selain itu, mungkin akan melindungi mereka dari kanker anal dan mulut. Saat ini tidak ada bukti bahwa vaksin akan melindungi diri terhadap kanker mulut, tetapi ada kemungkinan, karena HPV menyebabkan kanker mulut, tenggorokan dan anal dengan cara yang sama seperti pada kanker serviks.

Lambat laun, vaksin HPV akan mengurangi jumlah kasus infeksi HPV pada wanita, HPV akan lebih jarang pada populasi umum – di mana penderita HPV pada pria dan wanita akan lebih sedikit. Hal ini telah terjadi di Australia, di mana kasus kutil kelamin turun secara drastis pada wanita dan pria heteroseksual di bawah usia 21 tahun dalam kurun waktu empat tahun saat dimulainya kampanye vaksinasi.

Namun, vaksin yang diberikan hanya pada wanita tidak akan bermanfaat pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Bila Anda khawatir terkait dengan kanker mulut, kunjungi dokter Anda. Ketika dipastikan memiliki kanker mulut, akan ada gejala yang jelas, dan dokter Anda seharusnya bisa melihatnya dengan memeriksa mulut Anda. Bila kanker mulut didiagnosis awal, akan lebih mudah untuk diobati, tetapi sekitar separuh dari kanker ini didiagnoisa ketika penyakit sudah menyebar hingga ke leher.

Gejala kanker mulut termasuk:

  • Bercak kemerahan dan putih pada lidah dan garis mulut Anda
  • Satu atau lebih sariawan yang tidak sembuh setelah tiga minggu
  • Bengkak di mulut yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu
  • Nyeri ketika menelan
  • Merasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan

Anda bisa membuat seks oral lebih aman dengan menggunakan kondom pada penis pria, karena ini bertindak sebagai pembatas antara mulut dan penis. Kondom di sekitar kelamin wanita (plastik lembut dan sangat tipis) bisa melindungi diri terhadap infeksi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

    Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

    Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

    Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

    Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasangan malu berhubungan intim

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kanker esofagus kanker kerongkongan

    Kanker Esofagus

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    kanker penis

    Kanker Penis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    gejala kanker lidah

    Kanker Lidah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit