7 Pertanyaan Yang Sering Diajukan Seputar Vasektomi

Oleh

Jika Anda sudah mantap tidak ingin memiliki anak lagi, vasektomi adalah metode kontrasepsi yang paling bisa diandalkan — lebih aman dan terjangkau dibanding ligasi tuba, prosedur kontrasepsi permanen untuk wanita.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan tentang vasektomi.

Apa yang terjadi selama vasektomi?

Untuk memahami bagaimana vasektomi bekerja, Anda perlu sedikit memahami lebih jauh tentang anatomi tubuh Anda. Sperma diproduksi dalam testis dan disimpan dalam kantung yang disebut epididimis. Dari kantung ini, sperma akan mengalir melalui sebuah tabung tipis seukuran tali sepatu sepanjang 40 centimeter, disebut dengan vas deterens. Vas deterens terhubung dengan kelenjar prostat produksi air mani dan vesikulas seminalis yang berdekatan dengan kandung kemih Anda.

Begitu sperma keluar dari ujung vas, campur tangan pria dalam proses reproduksi pun dimulai. Jika sperma tidak keluar dari vas, akan masih tetap ada air mani yang keluar — namun tidak memiliki kandungan sperma untuk bisa membuahi sel telur dalam rahim wanita.

Untuk melakukan vasektomi, dokter bedah akan memijat skrotum Anda sampai ia bisa merasakan vas. Proses pencarian vas ini sama seperti ketika Anda berusaha menemukan tali dalam pinggang karet celana jogging setelah tali tersebut tertarik ke dalam. Setelah ditemukan, dokter akan menusuk lapisan kedua skrotum untuk membuat lubang mikro menggunakan jarum dan menggunakan penjepit kecil untuk sedikit menarik vas keluar. Kemudian, ia akan menjahit ujung tabung, dengan proses yang dinamakan intraluminal cauterization with fascial interposition. Dengan teknik ini, dokter akan mengiris ujung tabung vas menjadi dua cabang, membuat luka pada salah satu dinding dalam dengan jarum panas. Setelah itu, dokter akan menjahit jaringan pelindung vas (fascia) untuk menutup bukaan tabung.

Menjahit tabung mencegah terjadinya rekanalisasi, yang mungkin terjadi ketika saluran mikroskopik tumbuh di anatara potongan ujung tabung vas. Saat itu terjadi, sperma bisa mengalir melalui jalur baru ini untuk kemudian bercampur dengan air mani.

Apakah prosedur ini akan terasa sakit?

Vasektomi biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dan dapat dilakukan di bawah pengaruh anestesi lokal atau umum. Rasa sakit yang dilaporkan saat menjalani vasektomi termasuk ringan hingga sedang di sekitar testis, hanya beberapa detik, tergantung dari ambang toleransi rasa sakit setiap pasien. Anda harus beristirahat selama 24 jam setelah itu dan menghindari pekerjaan fisik yang berat, seperti bersepeda, angkat beban, bermain golf, melompat, berenang, jogging, dan berendam, selama seminggu.

Beberapa hari setelah vasektomi testis mungkin terasa sakit atau ngilu seperti mereka telah ditendang. Sementara kebanyakan pria hanya merasa tidak nyaman selama beberapa minggu setelah prosedur, tetap ada risiko waktu pemulihan yang lebih lama bagi sebagian pasien. Sangat jarang, infeksi atau perdarahan mungkin timbul, dan pembengkakan akan memerah dalam setahun pertama. Jika hal ini terjadi, obat-obatan penghilang nyeri kronis akan diresepkan untuk meringankan keluhan Anda.

Apakah vasektomi akan mempengaruhi kehidupan seks?

Vasektomi tidak akan menurunkan kadar testosteron, mengganggu gairah seks Anda, kemampuan untuk ereksi, orgasme, maupun ejakulasi.

Tidak akan ada perubahan besar dalam ejakulasi, baik dari warna dan tekstur, bau, hingga rasa. Testis akan tetap memproduksi sperma, namun akan diserap kembali oleh tubuh. Hal ini juga terjadi pada sperma yang tidak termasuk dalam cairan ejakulasi saat Anda klimaks, setelah beberapa lama, terlepas dari apakah Anda menjalankan vasektomi atau tidak. Karena tabung diblokir sebelum vesikula seminalis dan prostat, Anda masih mengeluarkan ejakulasi dalam volume cairan yang sama.

Anda bisa melanjutkan untuk berhubungan seks segera setelah Anda merasa nyaman, biasanya sekitar seminggu. Dengan catatan, Anda mungkin memiliki sakit ringan sesekali di testikel Anda selama gairah seksual selama beberapa bulan setelah operasi.

Apakah vasektomi 100 persen efektif mencegah kehamilan?

Lebih dari 99 persen kasus vasektomi terjamin efektif untuk mencegah kehamilan.

Yang perlu dipahami, Anda masih bisa membuat pasangan Anda hamil kecuali jumlah sperma Anda benar-benar nol. Hingga saat itu, Anda harus tetap menggunakan metode kontrasepsi lain sampai tiga bulan setelah vasektomi, karena masih ada sisa-sisa sperma yang mengapung di sekitar ujung bukaan vas.

Kapan saya akan benar-benar steril?

Anda harus ejakulasi setidaknya 20-30 kali setelah prosedur untuk membersihkan cadangan sperma yang ada. Setelah itu, sangat disarankan untuk segera menjalani tes penghitungan sperma 12 minggu pasca-operasi untuk memastikan jumlah sperma Anda nol.

Setelah terbukti nol, Anda bisa berhubungan seks tanpa bantuan alat kontrasepsi lain. Namun ingat, vasektomi bukan metode untuk menghentikan penyebaran penyakit kelamin dan HIV. Anda masih bisa menularkan atau memperoleh penyakit kelamin saat Anda berhubungan seks tanpa kondom, karena proses kebiri tidak akan memiliki pengaruh apapun terhadap kesehatan seksual Anda.

Vasektomi bisa dibatalkan. Benarkah?

Vasektomi adalah kontrasepsi permanen, namun tetap mungkin untuk membatalkan prosedur ini jika Anda sudah terlanjur menjalaninya dan ingin kembali subur. Operasi ini disebut vasovastotomy — lebih rumit dan memerlukan waktu dua kali lipat lebih lama daripada vasektomi.

Dokter bedah harus menemukan kedua ujung vas yang dipotong dan membuka ikatan dan memotong setiap jaringan parut. Kemudian kedua ujung tersebut harus sangat hati-hati dijahit bersama-sama dalam sebuah operasi terampil.

Semakin jauh jarak antara vasektomi dengan vasovastotomy, akan semakin rendah peluang sukses Anda untuk memutarbalikkan keadaan. Sekalipun prosedur pembalikkan sukses, Anda tidak akan secara otomatis bisa memiliki anak kembali, karena kehamilan juga bergantung pada kesuburan pasangan Anda.

Apakah ada risiko kanker prostat dan demensia?

Saat ini tidak ada bukti medis dan uji klinis konsisten yang bisa menunjukkan keterkaitan antara kanker prostat dan vasektomi. Selain itu, risiko demensia hingga saat ini masih menjadi hipotesis belaka, yang memerlukan kajian medis lebih mendalam.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca