Manfaat Bicara Sendiri untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apabila Anda suka melihat orang atau teman Anda sedang bicara sendiri di kamar, kamar mandi, atau di meja kantornya, bukan berarti teman Anda gila atau terkena gangguan mental. Mungkin saja teman Anda lagi belajar presentasi atau sedang memotivasi diri sendiri.

Begitu pula dengan Anda. Kalau Anda tiba-tiba sedang berbicara sendiri, bukan berarti Anda gila. Kecuali kalau Anda bicara sendiri dengan pohon dengan pakaian orang gila…

Sebuah riset yang dilakukan di University of Michigan menemukan bahwa orang-orang yang terkadang berbicara pada diri mereka sendiri menjelang presentasi atau rapat penting, biasanya berprestasi lebih baik dan lebih jarang mengalami kecemasan atau meragukan diri sendiri.

Seperti dilansir UniverseofMemory.com, Ethan Kross, profesor psikologi dan direktur  Laboratorium Pengendalian Diri dan Emosi di University of Michigan, mengatakan ketika orang-orang berpikir tentang diri mereka sebagai orang lain, pikiran ini akan membuat mereka menilai diri sendiri secara objektif, sehingga akan  menjadi masukan yang membantu.

Dalam studi lainnya, ahli psikologi Gary Lupyan dari University of Wisconsin-Madison dan Daniel Swingley dari University of Pennsylvania, mengadakan beberapa eksperimen untuk mencari tahu apakah berbicara dengan diri sendiri akan membantu Anda menemukan barang yang hilang atau tidak.

Singkatnya, mereka tidak bisa memungkiri bahwa berbicara akan membantu proses pencarian barang hilang, terutama ketika ada hubungan yang kuat antara nama dan target visual. Selain itu, berbicara dengan diri sendiri bisa membuat ingatan atau memori Anda terstimulasi.

Coba pikir, ketika Anda berbicara lantang, Anda menstimulasikan lebih banyak indra daripada ketika Anda berbicara pelan. Anda mendengar suara. Disadari atau tidak, tubuh Anda merasakan suara seiring dengan pikiran menghantarkannya melalui tulang. Faktanya, hantaran tulang adalah salah satu alasan mengapa suara kita terdengar berbeda jika kita mendengar rekaman suara kita sendiri,

Berbicara dengan diri sendiri bisa meningkatkan memori atau ingatan Anda. Itulah salah satu manfaat paling penting dari berbicara dengan diri sendiri. Namun, seperti diungkap oleh Linda Sapadin, psikolog asal Amerika berdasarkan hasil penelitian Gary dan Daniel tadi, manfaat lainnya dari berbicara sendiri yaitu:

  • Menyalurkan emosi. Ketika Anda sedang kesal atau marah, seperti di jalan raya yang macet misalnya, lalu Anda berbicara atau teriak-teriak sendiri, secara tidak Anda sadari, lama-lama Anda akan tenang sendiri. Ya, itulah manfaatnya, membuat emosi jadi tersalurkan.
  • Jadi lebih fokus. Saat seseorang menulis sambil membaca apa yang ditulis, perlahan akan membuat otak jadi lebih fokus pada satu hal. Artinya, ini juga membuat kemampuan otak untuk mengingat jadi meningkat.
  • Bikin termotivasi. Sama seperti yang dijelaskan oleh Gary dan Daniel, ketika Anda sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu, seperti presentasi misalnya, kemudian Anda berbicara sendiri, itu bisa meningkatkan motivasi Anda dan menghilangkan kecemasan yang sebelumnya menggerogoti Anda.
  • Membuat kita mampu mengatur jadwal. Yang ada di pikiran kita kadang memang terlalu banyak sampai kita berpikir dan bicara sendiri: habis ini harus ngapain, melakukan apa, dan setelah itu bikin apa, dan sebagainya. Dengan berbicara sendiri, pelan-pelan Anda akan mulai belajar mengatur jadwal diri Anda sendiri dan mengorganisir apa yang harus Anda lakukan.
  • Mampu menganalisis masalah sendiri. Kadang saat punya masalah, Anda biasa curhat dengan teman atau pasangan. Namun, dengan berbicara pada diri sendiri, Anda justru akan lebih mampu menganalisis situasi masalah Anda sendiri. Anda juga akan berbicara dengan suara hati Anda sendiri dan menemukan apa yang benar-benar Anda inginkan.

Jadi, tenang saja… Saat Anda berbicara sendiri, justru Anda akan merasakan banyak manfaat bagi diri Anda sendiri dan mungkin akan membuat Anda jadi lebih baik. Tak perlu takut dianggap gila, ya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
tips menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit