home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Katarsis, Proses Pelepasan Emosi dan Cara Tepat Melakukannya

Katarsis, Proses Pelepasan Emosi dan Cara Tepat Melakukannya

Senang, sedih, marah, dan kecewa adalah emosi dasar yang Anda hadapi setiap harinya. Emosi ini bisa muncul silih berganti tanpa bisa Anda prediksi. Saat merasa senang, Anda bisa tersenyum dan menjalani hari dengan positif. Akan tetapi, saat pekerjaan Anda tidak sesuai ekspektasi, mungkin merasa kecewa dan stres. Pada kondisi inilah proses katarsis (katharsis) dalam diri akan terjadi. Apa sebenarnya katarsis dan mengapa perlu memahaminya?

Apa itu katarsis?

apa itu katarsis?

Secara bahasa, katarsis berasal dari bahasa Yunani “katharsis” yang artinya adalah “pemurnian” atau “pembersihan”, dikutip dari New York University.

Biasanya, istilah ini banyak orang gunakan dalam dunia literasi. Sebagai contoh, tokoh utama dalam novel akan mengalami katharsis emosional yang mengarah pada suatu perubahan positif dalam kehidupannya. Proses ini melibatkan komponen emosional, antara perasaan kuat yang tokoh alami, bagaimana ia mengekspresikannya, dan mengambil pelajaran dari proses tersebut.

Sejauh ini, apakah Anda sudah mengerti pengertian katharsis? Jadi, secara sederhana bisa Anda artikan bahwa katarsis adalah pelepasan emosional.

Dalam teori psikoanalitik, pelepasan emosi ini terkait dengan kebutuhan seseorang untuk meredakan konflik yang dihadapi. Sebagai contoh, Anda mengalami stres karena bertengkar dengan pasangan sehingga menyebabkan perasaan Anda frustasi dan tegang.

Ketimbang melampiaskan perasaan tersebut dengan cara yang tidak tepat, Anda akan lebih baik melepaskannya dengan cara yang sehat, seperti melakukan aktivitas fisik atau aktivitas untuk mengurangi stres lainnya.

Perkembangan katarsis dalam dunia kesehatan

Konsultasi psikologis

Sebenarnya, istilah katharsis sudah cukup populer sejak zaman Yunani kuno. Orang pertama yang menggunakan istilah katarsis adalah Josef Breuer, kawan dari Bapak Psikoanalisis, Sigmund Freud. Breuer mengembangkan istilah ini dalam teknik terapeutik untuk mengobati histeria.

Histeria sendiri merupakan kondisi emosional berlebihan, yang bisa membuat seseorang mengalami halusinasi, kehilangan sensasi, kecemasan, dan perilaku yang sangat emosional.

Sebelumnya ahli kesehatan menganggap histeria sebagai bagian dari DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders), panduan untuk mendiagnosis penyakit mental.

Akan tetapi, pada tahun 1980-an histeria dihapus dari DSM dan masuk dalam kategori gejala dari gangguan disosiatif. Selain itu pengobatan terapi katarsis, juga cukup menunjukkan efektivitas dalam membantu menangani gejala gangguan kecemasan.

Pada pengobatan terapi katharsis, pasien yang mengalami pengalaman traumatis akan berada di bawah hipnosis. Terapis akan meminta pasien untuk mengekspresikan perasaan yang terpendam. Dengan begitu, pasien akan mengalami kelegaan dari perasaan yang membebaninya tersebut.

Pada orang yang mengalami gangguan kecemasan, terapi ini bisa membantu pasien untuk belajar melepaskan diri dari rasa cemas yang berlebihan.

Cara Anda menerapkan katarsis dalam kehidupan sehari-hari

olahraga untuk kanker tulang

Tidak hanya dalam dunia medis, katharsis sebenarnya juga Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anda pernah melewati prosesnya, namun Anda tidak sadar akan hal tersebut.

Tujuan katarsis dalam kehidupan ini adalah membantu seseorang untuk mendapatkan rasa damai dan ketenangan, serta melewati peristiwa buruk dan menyedihkan. Biasanya, proses katharsis hadir ketika Anda mengalami stres akibat PHK karena pandemi, mengalami perceraian, putus dengan pasangan, mengidap penyakit kronis, atau kehilangan orang yang Anda sayangi.

Nah, contoh penerapan katarsis dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin juga Anda lakukan adalah:

1. Curhat dengan teman

Saat merasa stres dan frustasi, biasanya Anda butuh seseorang untuk mendengarkan keluh-kesah Anda. Oleh karena itulah, saat memiliki masalah, kebanyakan orang termasuk Anda, mungkin pernah mencurahkan segala isi hati Anda pada sahabat atau orang yang Anda percaya.

Selain membuat hati Anda jadi lebih lega, cara ini juga bisa membantu Anda untuk memandang masalah sudut pandang yang berbeda dan hal ini mungkin saja bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.

Jikalau Anda sudah melakukan hal ini, tapi masih merasa belum menemukan jalan keluar, jangan ragu untuk meminta bantuan pada psikolog. Sesi konseling dengan psikolog ini sebenarnya punya konsep yang tidak berbeda jauh dengan mengobrol dengan teman Anda.

Bedanya, psikolog memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menggali akar masalah berdasarkan cerita Anda. Mereka juga punya keahlian untuk mengajari Anda bagaimana caranya untuk menghadapi masalah.

2. Bernyanyi atau melakukan aktivitas seni

Saat Anda bersedih, stres, atau kesal dengan sesuatu, apa yang akan Anda lakukan? Menangis dan membanting barang saat marah? Ketimbang melakukan hal tersebut, banyak orang yang memilih untuk mendengarkan musik. Banyak musik dari berbagai genre yang bisa membantu Anda mengekspresikan emosi dan membuat hati Anda jadi lebih lega.

Selain mendengarkan musik, proses katarsis juga bisa Anda wujudkan dengan menyanyikan lagu dan melakukan berbagai aktvitas seni lainnya, seperti melukis, menggambar, mewarnai, atau membuat kolase. Penerapan konsep untuk orang yang mengalami masalah kejiwaan umum disebut sebagai terapi seni.

3. Berolahraga atau bersih-bersih rumah

Perasaan sedih dan kecewa bisa menimbulkan stres dan kecemasan. Kondisi ini akan bertambah buruk jika Anda semakin memikirkannya. Oleh karena itu, proses katarsis terbaik untuk melepaskan diri dari kondisi tersebut adalah dengan membebaskan pikiran Anda dari berbagai hal yang membuat Anda stres dan cemas.

Anda bisa mencoba untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau bersih-bersih rumah. Manfaat olahraga untuk suasana hati dapat membuat Anda bahagia dengan memicu produksi endorfin. Begitu pula dengan membersihkan rumah.

Itu artinya baik olahraga atau bersih-bersih rumah bisa membantu perasaan Anda jadi lebih baik. Anda bisa meluapkan rasa kecewa, sedih, dan marah dengan bersemangat menjalani olahraga atau lebih giat dalam membersihkan perabotan rumah.

Nah, dari semua contoh aktivitas yang berkaitan dengan proses katarsis, mana yang paling memberikan efek bagi Anda? Jangan ragu, untuk mencobanya, ya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Breuer, J., Freud, S., & Brill, A. A. (2013). Studies in hysteria. United States: Karig Press.

Eskin, M. (2013). Problem solving therapy in the clinical practice. Amsterdam: Elsevier.

Sandhu, P. (2015, June 30). Step aside, Freud: Josef Breuer is the true father of Modern psychotherapy. Retrieved March 22, 2021, from https://blogs.scientificamerican.com/mind-guest-blog/step-aside-freud-josef-breuer-is-the-true-father-of-modern-psychotherapy/.

Psychoanalytic theory. Retrieved March 22, 2021, from https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/psychoanalytic-theory.

Young, H. (2020, December 13). Confluence. Retrieved March 22, 2021, from https://confluence.gallatin.nyu.edu/sections/creative-nonfiction/the-incorrect-truth-of-catharsis?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=the-incorrect-truth-of-catharsis.

Exercise and stress: Get moving to manage stress. (2020, August 18). Retrieved March 22, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/exercise-and-stress/art-20044469.

Mackereth, P., & Tomlinson, L. (2010, December 27). Progressive muscle relaxation: A remarkable tool for therapists and patients. Retrieved March 22, 2021, from https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780702030826000083.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x