5 Cara Mengatasi Depresi Postpartum Setelah Melahirkan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sekitar 50% wanita mengalami depresi ringan setelah melahirkan. Ini adalah hal yang normal. Tubuh Anda baru saja melewati perubahan emosi dan fisik, termasuk tekanan fisik dan mental akibat membawa bayi dalam perut selama sembilan bulan. Yang penting diperhatikan adalah jangan sampai naik turunnya emosi ini mengambil alih kehidupan Anda. Jika ini terjadi, Anda mungkin terancam terkena kondisi serius bernama depresi postpartum.

Apa bedanya baby blues dan depresi postpartum?

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah baby blues, yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ibu yang stress dan depresi ringan akibat perubahan hormon setelah melahirkan. Baby blues tidak sama dengan depresi postpartum. Baby blues biasanya muncul dua hari setelah melahirkan, karena hormon kehamilan yang mendadak menurun membuat tubuh dan mood Anda berubah pula.

Baby blues biasanya memuncak sekitar empat hari setelah bayi dilahirkan, dan Anda akan mulai membaik dalam dua minggu, ketika hormon Anda sudah kembali normal. Anda juga mungkin mengalami baby blues selama setahun penuh setelah melahirkan, namun stres dan depresi yang dialami biasanya hanya ringan.

Namun, jika Anda masih merasa depresi berat setelah lebih dari dua minggu dari melahirkan, Anda mungkin mengidap depresi postpartum.

Apa saja tanda dan gejala depresi postpartum?

Beberapa gejala yang sering dialami oleh para wanita yang terserang depresi postpartum adalah:

  • Insomnia
  • Menangis tiba-tiba
  • Depresi hingga tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari
  • Berpikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan menyakiti bayi
  • Merasa tak berharga dan tak memiliki harapan
  • Kehilangan energi
  • Merasa lemas dan kelelahan yang amat sangat
  • Kehilangan nafsu makan, atau bahkan penurunan berat badan

Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, beri tahu dokter. Depresi postpartum bukanlah hal yang bisa dibiarkan saja.

Bagaimana cara mengatasi depresi postpartum?

1. Jauhi hal-hal yang horor dan mengerikan

Ibu yang mengidap depresi postpartum sangat emosional. Apapun yang mereka lihat, akan mereka hubungkan dengan kondisi mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka kadang sulit mengontrol pikiran dan malah terjebak dalam imajinasi sendiri. Penting untuk mengelilingi diri Anda dengan hal-hal yang indah dan positif untuk mencegah pikiran Anda berkelana ke hal-hal yang buruk. Jauhi dulu film horor, novel misteri, cerita-cerita menegangkan, dan untuk sementara jangan baca atau tonton berita kriminal.

2. Jangan terlalu mengandalkan tips orang lain

Baik itu informasi yang Anda dapat dari website atau majalah, atau dari mommies forum di internet, ingatlah bahwa tak semua saran dan tips yang berhasil bagi ibu-ibu lain akan berhasil juga pada Anda. Kondisi depresi setiap ibu berbeda-beda, sehingga cara mengatasinya pun mungkin tak sama. Terobsesi dengan berbagai saran dan tips malah bisa membuat Anda makin terpuruk saat Anda tak melihat hasil yang nyata.

3. Jangan membebani diri sendiri dengan tugas yang menumpuk

Mengurus anak, mengurus suami, mengurus rumah, mengurus pekerjaan, dan sebagainya. Kalau memang tugas Anda banyak, jangan bebani diri sendiri dengan seluruh pekerjaan ini jika kondisi psikologis Anda memang tidak memungkinkan. Jangan sungkan minta bantuan suami, keluarga, atau asisten rumah tangga. Kalau Anda merasa lelah dan benar-benar butuh tidur, tapi cucian kotor masih menumpuk, tidurlah. Kesehatan Anda lebih penting dibanding tumpukan pakaian yang masih bisa dicuci keesokan harinya.

4. Jauhkan diri dari orang-orang negatif

Tak semua orang akan mendukung Anda dan memahami kondisi Anda. Mungkin di antara mereka malah menyalahkan Anda karena merasa depresi saat Anda baru saja dikaruniai anugerah seorang bayi yang lucu, atau karena Anda tidak bisa memenuhi tugas Anda sebagai ibu, istri, dan wanita karier sekaligus karena depresi menghambat Anda. Daripada mendengarkan hal-hal yang membuat Anda merasa bersalah, habiskanlah waktu hanya dengan orang-orang yang memahami situasi Anda dan mendukung secara positif. Penting juga untuk mencari ibu lain yang pernah berada dalam kondisi yang sama, sehingga Anda bisa saling berbagi.

5. Tahu kapan harus mencari bantuan

Anda bisa mendapatkan bantuan dari orang lain untuk mengatasi depresi postpartum, tapi intinya adalah Anda sendiri harus aktif dan berniat kuat untuk melewati masa kelam ini. Tanpa adanya motivasi untuk “sembuh” dari diri sendiri, akan sulit mengalahkan depresi. Jika gejala Anda bertambah parah dan Anda merasa sudah tak bisa menanganinya sendiri, segera cari bantuan profesional dari seorang terapis atau psikolog.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    melatih otak agar percaya diri

    3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    Berpikir negatif demensia

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit