home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Pasangan Mengatasi Depresi

10 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Pasangan Mengatasi Depresi

Hidup bersama pasangan depresi tidaklah mudah. Depresi membuat pasangan Anda tampak jauh, sehingga menimbulkan ketegangan pada hubungan Anda. Anda mungkin kesepian dan terbebani oleh tumpukan pekerjaan rumah tangga karena si dia terlalu lesu untuk menyelesaikannya, merasa kesal karena pasangan Anda tidak akan merasa baikan, atau justru menyalahkan diri sendiri atas hadirnya penyakit itu sebagai pihak ketiga dalam hubungan Anda. Pasangan depresi bukan berarti hubungan Anda berdua adalah akar masalahnya. Jika depresi menjadi duri dalam hubungan Anda, inilah saatnya Anda bertindak — demi pasangan Anda dan diri Anda sendiri.

Bagaimana cara membantu pasangan depresi?

Seringkali pasangan yang sehat akan menjadi bintang utama dalam “langkah penyelamatan” ini, karena depresi itu sendiri mencegah pengidapnya untuk mengakui bahwa dirinya sakit atau menolak mencari pertolongan. Mereka mungkin merasa terlalu putus asa atau membebani orang lain, atau mungkin berpikir bahwa mereka dapat mengobatinya sendiri. Langkah-langkah ini bisa membantu Anda mendukung pasangan untuk mengatasi depresi yang dihadapinya.

1. Waspadalah terhadap perubahan tingkah lakunya, sekecil apapun

Depresi bisa terjadi perlahan, hampir tak kentara. Gejala depresi juga terlihat berbeda pada pria dan wanita. Jadi mungkin perlu beberapa waktu untuk melihat perubahan polanya atau siap menerima depresi sebagai kemungkinan penyebabnya.

Tapi Andalah yang paling mengenal pasangan Anda luar-dalam. Jika Anda memperhatikan bahwa tingkah laku, gejolak emosi/perasaan, atau pola pikir pasangan Anda tidak seperti biasanya, tanyakan pada diri Anda apakah ini bisa menjadi gejala depresi, tapi jangan berhenti di situ saja. Depresi mungkin menjadi alasan mengapa pasangan Anda bekerja lembur berjam-jam, mulai minum alkohol/minum lebih banyak, atau terjerumus narkoba.

2. Jangan tunggu sampai pasangan Anda benar-benar down

Membiarkan orang yang depresi tenggelam sebelum menawarkan bantuan adalah salah total. Depresi berat akan semakin sulit untuk ditangani, lebih mudah kambuh, dan akan semakin menebar duri dalam hubungan Anda berdua ke depannya. Menunggu juga meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan Anda tidak akan bertahan; adanya depresi dalam suatu hubungan meningkatkan risiko perpisahan hingga sembilan kali lipat.

Selain itu, semakin lama pasangan yang sehat hidup dengan pasangan yang depresi, semakin tinggi risiko Anda untuk juga mengalami depresi. Pasangan yang depresi pun bisa tenggelam lebih dalam, sehingga semakin sulit untuk akhirnya mengatasi depresi. Depresi yang makin parah dan tidak ditangani akan memperbesar risikonya untuk kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat terlarang, kekerasan, hingga bahkan bunuh diri. Sekitar 60 persen orang yang mencoba bunuh diri mengalami depresi berat — dan pria yang depresi empat kali lebih berisiko untuk bunuh diri daripada wanita.

3. Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih

Cinta memiliki kekuatan untuk menyembuhkan segalanya. Bila pasangan Anda sedang mengalami bad day, beri tahu mereka bahwa Anda peduli dengan menunjukkan lebih banyak cinta. Mungkin akan terasa lebih sulit untuk melakukan hal ini saat mereka sedang kambuh dan melampiaskan negativitasnya pada Anda, tapi justru di saat-saat inilah mereka sangat membutuhkan cinta.

Tidak perlu membombardirnya dengan hadiah mahal atau kata-kata gombal, tunjukkan saja kepedulian dan kasih sayang Anda dengan gesture sederhana yang benar-benar berbicara kepada mereka. Maksudnya begini: Jika mereka lebih menghargai kata-kata yang penuh kasih daripada sentuhan fisik, gunakanlah kata-kata — “ i love you”; “Sudah ngapain saja hari ini?”; “Mau aku main ke rumah?” dst. Tunjukkan padanya apa arti sejati cinta tanpa syarat. Karena kalaupun mereka tidak membalas cinta Anda saat itu juga, mereka bisa merasakannya.

4. Ajak ia pergi ke dokter

Berurusan dengan pasangan yang depresi dan dalam penyangkalan memang tidak mudah. Tapi, dengan tidak mengatasi masalah ini, pasangan Anda akan terus sakit atau malah memburuk, atau bahkan bunuh diri, sehingga Anda pun merasakan imbasnya juga. Depresi tidak bisa disembuhkan tanpa perawatan intensif. Agar Anda bisa memulai proses penyembuhannya seoptimal mungkin, dekati pasangan Anda dengan perhatian dan dengan rencana matang. Jangan sembarangan mendiagnosisnya dengan berujar “Kamu depresi, ya?” atau memaksanya seperti “Pergi ke dokter, gih!”. Yang ada, mereka akan semakin menyangkal kondisinya.

Jika ia tidak mau konsul ke dokter sendirian, Anda hubungi dokter dulu dan jelaskan bahwa pasangan Anda mengalami depresi. Jelaskan apa saja gejalanya. Kemudian, buatkan janji untuknya dan temani dirinya saat konsul. Jika dia menolak, mintalah dia untuk melakukannya demi Anda dan anak-anak, untuk membuat Anda merasa lebih baik. Jika cara ini pun ditolak mentah-mentah, pergi ke dokter saat ia merasa sakit (misal lagi flu atau batuk pilek), dan selipkan pembicaraan ini saat konsultasi di ruang dokter.

5. Jangan mudah tersinggung ketika depresinya kambuh

Salah satu gejala utama depresi adalah cara pandang yang negatif. Semuanya terasa lebih buruk daripada seharusnya, dan di hari-hari tertentu akan terasa sulit baginya bahkan untuk sekadar bangkit dari tempat tidur di pagi hari. Kelesuan ini bisa “menular” ke hal-hal lain dalam hubungan Anda seperti berkencan, berhubungan seks, atau bahkan ngobrol santai. Jika pasangan Anda tampaknya telah kehilangan minat pada hubungan Anda, memang ini bisa menyakitkan.

Ingat bahwa musuh Anda sebenarnya adalah depresinya, bukan pasangan Anda. Tapi juga jangan abaikan mereka. Jika pasangan Anda sakit atau terluka, Anda tidak akan membenci mereka karena hal itu. Anda akan membantu mereka untuk mendapatkan perawatan, kan? Nah, depresi tidak ada bedanya dengan penyakit fisik lainnya.

Hubungan suportif dan penuh cinta sangat bermanfaat bagi seseorang yang menderita depresi. Itu termasuk memahami pasangan Anda, tapi itu juga berarti mengambil langkah-langkah praktis untuk menangani masalahnya. Bergeraklah untuk membantu pasangan depresi Anda menjadi lebih baik, entah itu jalan kaki bareng untuk berangkat kerja, mengantarkan dan menemaninya ke janji temu dokter, atau memastikan ia teratur minum obat.

6. Peduli dan dengarkan saat ia melampiaskan perasaannya

Doronglah pasangan yang depresi untuk membicarakan bagaimana perasaannya, pemikirannya atau tingkah lakunya, dan dengarkan tanpa menghakimi. Anda mungkin mendengar hal-hal yang bisa membuat Anda ketakutan, misalnya, pasangan yang depresi mungkin mempertanyakan cinta mereka terhadap Anda minat mereka untuk tinggal bersama, atau bahkan keinginan mereka untuk bunuh diri.

Tanyakan apa yang mereka benar-benar butuhkan saat ini, dan berikan mereka tepatnya apa yang mereka mau. Buat daftar mental dari hal-hal yang membawa mereka kegembiraan dan kebahagiaan dan tawarkan padanya saat depresi mereka kambuh. Mungkin itu maraton dari serial tv atau film favorit mereka, atau mengudap camilan favorit. Pahami apa yang benar-benar mereka butuhkan selama masa-masa ini dan kemudian dengan penuh kasih menawarkannya kepada mereka. TIP: Anda tidak harus selalu bertanya. Anda selalu bisa saja muncul dengan es krim favorit mereka dan berkata “Tadi aku ke supermarket inget sama kamu, nih.”

7. Dukung mereka bahkan di momen terburuk mereka

Gejala depresi itu sangat buruk. Inilah sebabnya mengapa mereka membutuhkan dukungan Anda, terutama saat mereka terpuruk. Dan meski kondisinya terus memburuk, jangan padamkan dukungan Anda. Bahkan jika mereka mencoba sekeras mungkin untuk menyingkirkan Anda (ini umum bagi pasien depresi untuk melakukannya), Anda harus terus mendukungnya. Sangat mudah bagi penderita depresi untuk melupakan bahwa mereka memiliki dukungan di sekitar mereka, terutama saat mereka berada dalam keadaan depresi. Selama masa ini, Anda harus mengingatkan mereka akan dukungan Anda.

8. Tahu kapan harus membiarkan mereka menyendiri

Terkadang pasangan Anda akan mengatakan bahwa mereka hanya ingin menyendiri, tapi yang mereka maksud adalah, “Saya membutuhkan Anda.” Di lain waktu, mereka akan memberi tahu Anda bahwa mereka memerlukan jarak dan itulah yang benar-benar mereka membutuhkan. Tugas Anda untuk menafsirkan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, dan Anda dapat melakukannya dengan mengajukan pertanyaan dan menghubungkannya secara emosional.

Bila pasangan Anda mengatakan bahwa mereka menginginkan jarak, hadapi dan coba untuk menjalin kontak fisik (pegang tangan atau letakkan tangan Anda di paha mereka) dan “konfirmasi” pernyataan tersebut dengan menanyakan apakah mereka benar-benar menginginkan kesendirian itu. Dengan menciptakan koneksi fisik, Anda menunjukkan bahwa Anda bersedia duduk bersama mereka untuk mengatasi ini. Jika mereka benar-benar membutuhkan ruang, mereka akan memberi tahu Anda. Anda bisa menunda untuk membicarakan kelangsungan hubungan Anda berdua setelah ia merasa lebih baikan.

9. Temukan konselor kesehatan mental untuk kalian berdua

Pasangan Anda membutuhkan cinta, dukungan, dan perhatian Anda. Tapi kesemua kualitas penting ini tidak bisa menyembuhkan depresi sama sekali. Gunakan cinta Anda untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat dan untuk mengingatkan pasangan Anda bahwa dirinya berharga dan dicintai oleh orang lain di sekitarnya.

Depresi bisa memengaruhi Anda berdua. Sehingga untuk mengatasi depresi pasangan, selain berobat pada dokter medis, konsultasi pula pada terapis atau konselor pernikahan yang mengkhususkan diri untuk mengatasi depresi pada pasangan. Kenapa ini penting? Anda berdua mungkin saja memiliki masalah yang berbeda untuk ditangani secara individual, atau Anda/dirinya mungkin dihadapkan oleh masalah dalam menghadapi halangan dari mengatasi depresi. Akan sangat membantu jika memiliki konselor yang bisa Anda berdua temui masing-masing pada waktu dan terpisah di lain waktu..

10. Cari dukungan untuk Anda sendiri

Jangan lupa juga untuk mendapatkan bantuan untuk diri Anda sendiri. Ingat bahwa depresi bahkan bisa menghampiri Anda yang sehat. Jadi, di sela-sela membantu pasangan mengatasi depresi yang ia hadapi, tak ada salahnya untuk rehat dan memanjakan diri sendiri. Pergilah menonton film terbaru, ngopi-ngopi di kafe bersama teman, curhat dengan sahabat.

Mengakui adanya depresi dalam hubungan Anda bisa jadi sulit. Begitu pula dengan sulitnya menerima bantuan. Pilihlah teman yang terpercaya sebagai teman curhat — akan lebih baik lagi seseorang yang pernah mengalami depresi dalam hidupnya atau di dalam keluarga mereka. Dan jika Anda kewalahan dengan tugas rumah tangga karena pasangan Anda tidak dapat membantu, katakan ya ketika orang lain menawarkan bantuan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

8 Tips for Dealing with a Depressed Spouse https://www.livescience.com/45568-tips-dealing-depression-spouse-partner.html accessed June 19 2017

 

How to Deal with a Depressed Spouse http://www.rd.com/health/wellness/how-to-cope-with-a-depressed-spouse accessed June 19 2017

 

6 Ways to Support a Spouse Living With Depression http://www.huffingtonpost.com/ruby-fremon/depression-spouse_b_7557410.html accessed June 19 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 22/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x