backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

10 Hal yang Bisa Dilakukan saat Menghadapi Pasangan Depresi

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 10/08/2023

10 Hal yang Bisa Dilakukan saat Menghadapi Pasangan Depresi

Hidup bersama pasangan depresi tidaklah mudah. Depresi membuat pasangan Anda tampak jauh, yang tidak jarang menimbulkan ketegangan dalam hubungan. Jika hal ini menjadi duri dalam hubungan, ini waktunya untuk bertindak demi pasangan dan diri Anda sendiri.

Bagaimana cara menghadapi pasangan depresi?

Depresi sering kali mencegah pengidapnya untuk mengakui bahwa diri mereka sedang sakit sehingga biasanya menolak untuk mencari pertolongan.

Jangan pernah merasa putus asa. Sejumlah cara berikut ini bisa membantu Anda mendukung pasangan untuk mengatasi depresi yang dihadapinya.

1. Waspadai perubahan tingkah laku pasangan

masa subur pria

Depresi bisa terjadi perlahan. Jadi, mungkin perlu beberapa waktu untuk melihat gejala depresi menimbulkan perubahan pada tingkah laku pasangan.

Andalah yang paling mengenal pasangan luar-dalam. Jika tingkah laku, gejolak emosi, atau pola pikir pasangan Anda tidak seperti biasa, itu mungkin menandakan depresi.

Tak hanya itu, hal ini mungkin menjadi alasan mengapa pasangan bekerja lembur, mulai minum alkohol berlebihan, atau bahkan terjerumus narkoba.

2. Jangan tunggu sampai pasangan down

Jangan biarkan depresi berlarut-larut. Hal ini membuat depresi makin berat, sulit ditangani, lebih mudah kambuh, dan tentu makin menebar duri dalam hubungan Anda dan pasangan.

Pasangan depresi bisa tenggelam lebih dalam sehingga Anda makin kesulitan menghadapinya. 

Selain itu, makin lama Anda hidup dan tinggal bersama dengan pasangan yang depresi, maka makin tinggi pula kemungkinan Anda mengalami gangguan mental serupa.

Tahukah Anda?

Depresi berat memperbesar risiko seseorang mengalami kecanduan alkohol dan zat terlarang serta melakukan tindak kekerasan. Studi dalam Frontiers in Psychiatry (2021) menemukan pengidap depresi berat berisiko tiga kali lipat mencoba bunuh diri selama hidupnya.

3. Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih

Apabila pasangan Anda sedang mengalami bad day, cobalah tunjukkan lebih banyak cinta dan kasih sayang. 

Tidak perlu dengan hadiah atau kata-kata gombal. Tunjukkan kepedulian Anda lewat kata-kata penuh kasih, seperti, “I love you,” “Sudah ngapain saja hari ini?” dan lainnya.

Anda juga dapat menggunakan gestur lain sesuai bahasa cinta pasangan. Tunjukkan padanya cinta tanpa syarat dan tulus dari dalam lubuk hati Anda.

4. Ajak pasangan konsultasi dengan dokter

Jangan sembarangan mendiagnosisnya dengan berujar, “Kamu depresi, ya?” atau memaksanya seperti “Pergi ke dokter, gih!”. Yang ada, mereka akan makin menyangkal kondisinya.

Jika pasangan tidak mau ke dokter sendirian, hubungi dokter untuk membuat janji dan jelaskan bahwa pasangan Anda mengalami depresi serta gejala yang ia alami.

Pasangan mungkin menolak saat hendak pergi ke dokter. Anda dapat mengakali hal ini dengan ke dokter saat ia sakit, misal batuk pilek, lalu selipkan pembicaraan ini saat konsultasi.

5. Jangan mudah tersinggung saat depresi kambuh

Salah satu gejala utama depresi ialah cara pandang negatif. Hal ini bisa berdampak buruk pada hal-hal lain, seperti seperti saat Anda berkencan, berhubungan intim, atau bahkan mengobrol santai.

Jangan merasa tersinggung ketika depresi pasangan kambuh. Tetap bangun hubungan suportif dan penuh cinta supaya pasangan bisa mengambil langkah untuk menghadapi masalahnya.

Hal ini mungkin termasuk jalan kaki bareng saat berangkat kerja, mengantarkan dan menemani pasangan saat janji temu dokter, atau memastikan pasangan teratur minum obat.

6. Dengarkan pasangan saat melampiaskan perasaan

Doronglah pasangan untuk membicarakan perasaannya, lalu dengarkan tanpa menghakiminya.

Pasangan depresi dapat saja mempertanyakan cinta Anda terhadapnya atau bahkan keinginan mereka untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Jangan panik dan tetaplah tenang. Coba tanyakan hal apa yang mereka benar-benar butuhkan saat ini, kemudian berikan tepat seperti apa yang mereka kehendaki.

Buat daftar hal yang membawa kegembiraan dan kebahagiaan dan tawarkan padanya saat depresi kambuh, misal menonton film atau mengudap camilan favoritnya.

7. Dukung pasangan saat momen terburuk

Penting diingat bahwa gejala depresi bisa sangat buruk. Itu alasan mengapa pasangan sering kali membutuhkan dukungan Anda, terutama saat mereka terpuruk. 

Jangan padamkan dukungan Anda, bahkan bila pasangan depresi mencoba sekeras mungkin untuk menyingkirkan Anda dari kehidupannya.

Sangat mudah bagi pengidap depresi untuk melupakan dukungan di sekitarnya, terutama saat gejala kambuh. Selama masa ini, ingatkan mereka akan dukungan dari diri Anda.

8. Tahu kapan harus membiarkan pasangan menyendiri

Apabila pasangan depresi mengatakan bahwa mereka butuh waktu sendiri, coba untuk menjalin kontak fisik, seperti pegang tangan pasangan, dan “konfirmasi” pernyataan tersebut.

Tanyakan apakah ia benar-benar menginginkan kesendirian itu. Dengan melakukan konfirmasi, ini menunjukkan bahwa Anda bersedia duduk bersama pasangan. 

Terkadang, pasangan memang perlu waktu menyendiri. Berikanlah mereka waktu dan tundalah untuk membicarakan kelangsungan hubungan Anda setelah ia merasa baikan.

9. Temukan konselor kesehatan mental yang tepat

Dokter akan merujuk Anda ke konselor kesehatan mental untuk mengatasi pasangan depresi.

Depresi mampu memengaruhi keharmonisan hubungan Anda. Konsultasi dengan terapis atau konselor pernikahan akan sangat membantu pasangan Anda menghadapi gangguan mental ini.

Konseling pernikahan membantu Anda memahami lebih baik tentang depresi. Hal ini juga bisa membantu membuka jalur komunikasi yang lebih baik antara Anda dan pasangan.

Komunikasi yang baik memberi kesempatan setiap individu untuk berbicara tentang perasaan, kekhawatiran, dan tantangan yang dihadapinya.

10. Cari dukungan untuk diri Anda sendiri

Jangan lupa juga untuk mendapatkan bantuan untuk diri Anda sendiri. Ingatlah bahwa depresi bahkan bisa menghampiri Anda yang sehat secara mental.

Di sela waktu Anda menghadapi pasangan depresi, tidak ada salahnya untuk rehat dan mulai merawat diri sendiri (self-care), misalnya dengan ngopi dan curhat dengan teman.

Pilihlah teman yang terpercaya sebagai teman curhat. Bahkan, lebih baik lagi dari seseorang yang pernah mengalami atau menghadapi pengidap depresi sebelumnya.

Terkadang, menghadapi pasangan depresi lama-kelamaan dapat membuat Anda kewalahan. Tak ada salahnya untuk menerima bantuan dari orang-orang terdekat Anda.

Kesimpulan

  • Hidup bersama pasangan depresi memerlukan dukungan dan perhatian yang lebih.
  • Waspadai gejala depresi pada pasangan dan jangan menunggu terlalu lama untuk mencari bantuan, baik dari orang dekat atau konselor kesehatan mental.
  • Tunjukkan cinta, dengarkan, dan dukung pasangan Anda saat menghadapi depresi, tetapi jangan lupa untuk mencari dukungan untuk diri sendiri juga.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 10/08/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan