Perut Perih Setelah Minum Kopi, Apakah Saya Sensitif Terhadap Kopi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang menjadikan kegiatan minum kopi di pagi hari sebagai rutinitas wajibnya. Namun, sebagian orang ada juga yang tidak kuat jika minum kopi terlalu sering dan banyak. Sedikit minum kopi saja, merasa perut kembung atau bahkan perih. Lalu, apakah hal itu disebabkan karena sensitif terhadap kopi? Bagaimana perut perih setelah minum kopi? Ini penjelasan lengkapnya. 

Perut perih setelah minum kopi, apakah karena sensitif terhadap kopi?

Sebenarnya, perut perih setelah minum kopi adalah hal yang cukup sering terjadi. Pasalnya, rata-rata kopi memiliki sifat yang asam, sehingga tak sedikit orang yang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya.

Faktanya, terdapat 30 jenis zat asam yang berbeda-beda di dalam kopi, seperti asam sitrat yang biasanya terkandung di dalam jeruk, asam malik yang terdapat di dalam apel, dan asam asetat yang banyak di dalam cuka. Jenis asam yang terbanyak yang ada di dalam kopi adalah asam klorogenik dan asam ini yang dianggap dapat menyebabkan gangguan pada perut Anda.

Beberapa kondisi yang mungkin terjadi akibat kopi yang terlalu asam yaitu:

Apakah ini tanda saya sensitif terhadap kopi? Pada dasarnya, sistem pencernaan orang berbeda-beda. Jika Anda memang selalu mengalami masalah pencernaan setelah minum kopi, bisa jadi perut Anda memang tidak cocok dan tak dapat mencerna kopi dengan baik. Inilah yang dimaksud dengan sensitif terhadap kopi. Namun, untuk mengetahuinya lebih lanjut Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter. 

Menurunkan jumlah asam pada kopi bisa mengurangi risiko gangguan pada perut

Semua gangguan pencernaan tersebut memang sebagian besar disebabkan karena sifat kopi yang asam. Bila Anda mengantuk dan ingin minum kopi, tapi takut perut kembung atau perih, Anda sebenarnya bisa mengakalinya dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Mencampurkan kopi dengan susu

Bila awalnya Anda peminum kopi hitam sejati, cobalah untuk menambahkan susu ke dalam cangkir kopi agar perut Anda tidak perih tiba-tiba. Disebutkan dalam sebuah jurnal, kalau protein yang ada di dalam susu dapat mengikat asam klorogenik dengan baik, sehingga asam tersebut lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jangan lupa untuk pilih susu yang rendah lemak ya.

2. Pilihlah cold brew coffee

Cold brew sebenarnya adalah teknik menyeduh kopi hitam dengan air dingin yang kemudian didiamkan selama 12-24 jam untuk mendapatkan rasa yang diinginkan. Kopi yang dibuat dengan teknik ini, cenderung memiliki asam yang lebih sedikit ketimbang kopi yang langsung diminum setelah diseduh.

3. Kenali jenis biji kopi yang Anda minum

Biasanya, untuk mendapatkan rasa yang nikmat, biji kopi akan melalu proses pemanggangan dulu sebelum dijadikan bubuk kopi. Biji kopi yang dipanggang dalam waktu yang lama, ternyata mempunyai kadar asam yang lebih rendah dari pada yang durasi pemanggangannya sebentar. Contohnya, biji kopi hijau yang tidak melalui proses pemanggangan sama sekali, mengandung asam klorogenat yang tinggi.

Dalam sehari, Anda hanya boleh minum kopi sebanyak dua gelas. Jika lebih dari itu, maka zat-zat yang ada di dalam kopi – selain zat asam – dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan Anda. Kemudian, bila Anda tetap merasakan perut perih setelah minum kopi, hentikan kebiasaan minum kopi dan segera periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Saat menjemur bayi yang baru lahir, atau sekadar berjemur meresapi sinar matahari pagi, Anda harus tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bau mulut

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
penyebab mulut kering

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit