Lebih Sehat Mana: Cold Brew Coffee Atau Kopi Hitam Biasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua mata dan lidah penikmat kopi di Indonesia belakangan ini sedang tertuju pada tren cold brew coffee. Memang sih, menyeruput segelas kopi dingin di siang terik jauh lebih menyegarkan daripada secangkir kopi panas. Tapi apakah tren baru ini memang lebih sehat daripada kopi tubruk biasa, seperti kata orang? (Psstt… Jangan buru-buru tutup artikel ini jika kalau mau tahu cara buat cold brew coffee sendiri di rumah!)

Apa itu cold brew coffee?

Sederhananya, cold brew adalah teknik “menyeduh” bubuk kopi hitam dengan air dingin (atau air suhu ruangan) selama kurang lebih 12-24 jam untuk mendapatkan rasa yang optimal.

Anda bisa “menyeduh” bubuk kopi pilihan Anda dengan cara merendamnya di gelas lalu didiamkan dan disaring, atau menggunakan alat penyeduh kopi khusus, seperti french press atau cold drip.

Teknik penyeduhan dingin ini akan menghasilkan konsentrat kopi yang pekat. Konsentrat kopi ini bisa diminum langsung sebagai kopi hitam tanpa basa-basi, atau ditambah susu, krimer, gula, atau pemanis lainnya untuk meracik kreasi kopi lainnya. Misalnya, cappuccino.

Konsentrat cold brew coffee bisa tetap segar hingga dua minggu jika Anda simpan di lemari es.

Apa bedanya cold brew coffee dengan es kopi?

Meski namanya mengandung kata “dingin”, cold brew coffee beda dengan es kopi biasa. Membuat segelas es kopi perlu waktu yang lebih cepat daripada “menyeduh” kopi cold brew. Es kopi diracik dengan bubuk kopi yang dilarutkan pakai air panas dan ditambahkan es batu setelahnya agar dingin. Konsentrat kopi cold brew didapatkan dari merendam bubuk kopi hitam dengan air dingin atau air suhu ruangan.

Teknik yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda pula. Espresso panas yang dijadikan dasar es kopi harus diproses lebih kuat agar rasa dan aromanya tak mudah pudar setelah diencerkan dengan es. Metode seduhan air panas inilah yang memberikan kopi hitam (baik panas maupun ditambah es) rasa dan aroma pahit yang kuat khas kopi pada umumnya.

Sementara itu, cold brew membutuhkan waktu hingga 18-24 jam untuk menghasilkan konsentrat. Proses yang mirip dengan infused water ini menghasilkan rasa dan aroma yang lebih halus. Inilah yang menyebabkan kopi cold brew terasa lebih manis. Konsentrat ini juga bisa Anda hidangkan dingin-dingin dengan batu es tanpa harus takut kedapatan rasa yang terlalu tawar karena keenceran. Untuk alasan ini, pembuatan kopi pakai metode cold brew umumnya dianggap sebagai metode terbaik untuk meracik kopi dingin.

Lebih sehat mana, kopi hitam biasa atau cold brew coffee?

Kopi tubruk, espresso, maupun cold brew coffee pada dasarnya adalah kopi hitam biasa. Yang berbeda hanya teknik pembuatannya. Oleh karena itu, baik secangkir kopi hitam tradisional maupun secangkir konsentrat cold brew bisa dibilang sama-sama hampir nol kalori dan tak memiliki nilai gizi berarti. Secangkir kopi hitam dan konsentrat kopi cold brew yang disajikan tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat. Nilai gizi dari kesemua versi minuman ini baru berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis.

Selain itu, rasa kopi cold brew tidak seasam kopi tubruk tradisional. Kopi yang “diseduh” pakai air dingin ini memiliki kadar pH 6,31, berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48 — pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam zat tersebut. Ini berarti kopi cold brew bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk memuaskan keinginan ngopi bagi orang-orang yang punya masalah pencernaan, seperti maag atau refluks asam lambung, jelas Joan Salge Blake, RD, associate associate klinis di Boston University dan penulis Nutrition & You, dilansir dari Health.

Selain itu, makanan/minuman yang rendah asam telah dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, seperti mendukung kesehatan tulang, mengurangi hilangnya massa otot, menjaga kesehatan jantung dan memori, hingga mengurangi tingkat keparahan atau kejadian hipertensi dan stroke, menurut sebuah artikel di Journal of Environmental and Public Health.

Kopi cold brew juga lebih rendah kafeinnya daripada kopi hitam yang diseduh air panas. Satu cangkir kopi hitam yang diracik dengan air panas mengandung sekitar 62 miligram kafein, sementara kafein dalam konsentrat kopi cold brew pada umumnya hanya berkisar 40 miligram.

Tips membuat cold brew coffee di rumah

Tergiur dengan sejumlah kebaikan cold brew coffee di atas? Anda tak harus repot-repot keluar rumah untuk memborong banyak jika Anda punya bahan-bahannya di rumah dan tahu cara membuatnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Yang Anda perlukan:

  • Sendok atau spatula kayu
  • Kopi hitam bubuk, boleh Arabika atau Robusta
  • Filter kopi, kain tipis bersih, atau saringan besar
  • Toples kaca atau wadah besar bertutup
  • Mangkuk besar
  • Air dingin

Cara membuat:

  1. Tuang bubuk kopi ke dalam wadah pilihan, kemudian susul dengan air dingin. Perbandingan terbaiknya adalah 1:8 kopi dan air.
  2. Aduk sampai kopi tercampur rata. Tutup rapat wadah kopi, diamkan selama 18-24 jam (boleh di suhu ruangan atau dalam kulkas).
  3. Setelah waktunya, saring kopi dengan saringan ke dalam mangkuk besar. Ulangi penyaringan hingga 2-3 kali sampai warna konsentrat kopi bening tanpa ampas bubuk kopi yang tertinggal.
  4. Sajikan. Boleh ditambahkan es, krimer, susu, atau gula sesuai selera. Simpan sisanya dalam kulkas. Jika disimpan dengan baik, cold brew coffee bisa tahan hingga 2 minggu hingga sebulan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Di Balik Manfaat Kopi untuk Pengidap Asma

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kopi memiliki manfaat untuk para penderita asma. Mengapa bisa demikian? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Asma, Kesehatan Pernapasan 2 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Cara Membuat Kopi Cappuccino Versi yang Lebih Sehat

Di tengah maraknya tren es kopi susu gula aren, pamor kopi mainstream seperti cappuccino tidak pernah padam. Yuk, coba bikin cappuccino sendiri di rumah!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Resep Sehat, Nutrisi 2 Juli 2019 . Waktu baca 10 menit

5 Minuman yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Tidak hanya makanan, apa yang Anda minum juga sama pentingnya untuk menurunkan berat badan. Inilah 5 minuman penurun berat badan yang dapat Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Menguak 3 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Otak Anda

Selain mengusir ngantuk dan membuat Anda lebih fokus berpikir jernih, nyatanya ada banyak lagi manfaat minum kopi buat kesehatan otak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 31 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit


Direkomendasikan untuk Anda

teh atau kopi

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat es kopi lebih sehat daripada kopi panas

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengurangi kopi

6 Cara Mengurangi Ketergantungan Kopi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit