Panduan Memberi Pertolongan Pada Korban Jatuh dari Ketinggian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jatuh dari ketinggian tidak hanya dapat menyebabkan cedera, tapi juga dampak lain yang mungkin tidak langsung terlihat dari luar. Maka dari itu, pertolongan pertama saat jatuh tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah hal yang perlu dicermati agar upaya yang Anda berikan guna menolong korban tidak memperparah cedera.

Memberikan pertolongan pertama pada orang yang terjatuh

Sebelum melakukan tindak penanganan apa pun, pastikan bahwa kondisi sekitar Anda cukup aman. Hindari posisi maupun lokasi yang dapat membahayakan Anda seperti di bawah reruntuhan, di atas permukaan tanah yang licin, dan sebagainya.

Setelah memastikan kondisi Anda aman, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Memastikan kesadaran korban

cara-menolong-orang-pingsan

Saat memberikan pertolongan pertama pada orang yang jatuh, jangan terburu-buru memindahkan badannya. Hampiri korban terlebih dulu agar Anda bisa memastikan kesadarannya dan menilai kondisi tubuhnya dengan cepat.

Perhatian apakah korban sadar dan mampu merespons. Jika korban dapat merespons, perhatikan apakah ia bisa bernapas. Bila korban tidak merespons, apalagi jika tidak teraba nadi di daerah lehernya, segera lakukan resusitasi jantung paru. Begitu korban dipastikan bernapas, pastikan jalur udaranya tidak terhambat. Ubah posisi tubuhnya bila ia tampak kesulitan bernapas.

2. Ketahui kapan Anda harus menghubungi nomor darurat

Segera hubungi nomor ambulans apabila korban tidak sadarkan diri atau mengalami cedera serius pada leher, kepala, punggung, tulang pinggul, ataupun paha. Hubungi pula nomor darurat apabila korban tidak mampu bernapas atau mengalami kejang.

Saat menunggu bantuan medis bagi korban jatuh yang tidak bernapas, Anda dapat memberikan pertolongan pertama dengan melakukan resusitasi jantung dan paru (RJP). Jika Anda tidak mengetahui caranya, hubungi tenaga medis untuk memandu Anda.

3. Melihat tanda-tanda cedera dan luka

memar

Jika korban mampu bernapas dan memberikan respons, langkah selanjutnya adalah melihat tanda-tanda cedera dan luka. Tanyakan pada korban bagian mana dari tubuhnya yang terasa sakit. Awasi pula adanya perdarahan dalam, memar, dan bagian tubuh yang terkilir.

Jangan pindahkan badan korban bila ia mengalami cedera pada leher atau tulang belakang. Hubungi ambulans dan jagalah posisi korban hingga tenaga medis tiba. Apabila terjadi perdarahan, tekan perlahan bagian yang berdarah dengan kain bersih.

4. Melakukan penanganan darurat terhadap patah tulang

Saat memberikan pertolongan pertama pada korban jatuh, bentuk cedera yang paling sering terjadi adalah patah tulang. Jangan memindahkan badan korban karena hal ini bisa memperparah cedera pada tulang maupun area sekitarnya.

Jangan pula mencoba membetulkan posisi tulang yang bergeser. Sebagai gantinya, Anda bisa memasangkan bebat darurat dari kayu atau bahan sejenisnya pada bagian atas dan bawah area patah tulang. Gunakan kain untuk mengikat bebat tersebut.

5. Menjaga kondisi korban saat tidak ada cedera dan luka

penyebab gejala gegar otak

Apabila korban tampak tidak mengalami luka dan mampu bergerak bebas, Anda bisa membantunya duduk. Perhatikan kondisi korban dan awasi tanda-tanda nyeri, rasa tidak nyaman, pusing, atau kepala berkunang-kunang.

Bila memungkinkan, atau jika Anda adalah anggota keluarga korban, pantau kondisinya selama 24 jam ke depan. Segera hubungi tenaga medis apabila korban mengalami gejala gegar otak seperti sakit kepala, kejang, muntah, atau pingsan.

Pertolongan pertama yang Anda berikan saat seseorang jatuh dari ketinggian akan memberikan pengaruh yang besar. Tindakan paling sederhana sekalipun bisa menghindarkan korban dari risiko cedera permanen atau bahkan kematian.

Agar manfaatnya optimal, pastikan Anda cermat dan berhati-hati sebelum memberikan pertolongan pertama. Tidak lupa, keselamatan Anda sebagai penolong juga harus tetap diutamakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 14 November 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

iga nefropati penyakit berger

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit
telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
syok anafilaksis adalah

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit