Ternyata Tak Semua Luka Gores Boleh Dioles Obat Merah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gagal fokus barang satu dua detik saja saat mengiris bawang, lalu jari Anda yang teriris. Atau Anda jatuh tersandung kerikil saat menyeberang jalan, dan kini tak hanya celana Anda yang sobek, tapi lutut Anda juga jadi korbannya. Biasanya, sih, untuk urusan jatuh-bangun seperti ini obat merah sering menjadi benda penyelamat. Tapi kenapa ya, obat merah terasa menyengat perih saat dioleskan ke luka?

Kenapa obat merah rasanya perih saat dioleskan ke luka?

Obat merah adalah cairan antiseptik yang dirancang melemahkan atau menghentikan pertumbuhan kuman dan bakteri guna mencegah risiko infeksi pada luka terbuka, seperti luka lecet, goresan, atau luka terbakar. Dalam sebuah produk cairan antiseptik biasanya terkandung alkohol dan hidrogen peroksida. Nah, kedua bahan inilah yang mengaktifkan sinyal rasa sakit dalam tubuh dan memicu sensasi perih terbakar.

Ketika dioleskan ke luka, alkohol mengaktifkan vanilloid receptor-1 (VR1), yang bertanggung jawab untuk menciptakan sensasi terbakar ketika reseptor terpapar pada panas atau senyawa kimia tertentu — seperti zat capsaicin dalam cabe. VR1 biasanya hanya diaktifkan dalam suhu tinggi (40ºC atau lebih). Oleh karena itu, reseptor ini biasanya tidak akan dinyalakan kecuali memang benar tubuh Anda sedang terbakar hidup-hidup. Namun, ketika alkohol bersentuhan dengan VR1, ambang temperatur inti tubuh jadi menurun di bawah biasanya. Jadi, Anda tiba-tiba merasa kepanasan seperti sedang terbakar, padahal sih, tidak demikian.

Sementara itu, hidrogen peroksida dalam obat merah mengaktifkan kempok reseptor lain, yang dikenal sebagai reseptor transient potensial ankyrin 1, atau TRPA1. TRPA1 diduga terlibat dalam sensasi rasa sakit yang disebabkan oleh hidrogen peroksida. Inilah yang menyebabkan rasa perih yang menggerayang di bawah kulit setelah Anda mengoleskan obat merah ke luka.

Tapi, tak semua luka bisa diobati dengan obat merah

Untuk mengobati luka gores, sayatan, terkikis, lecet yang ringan sebenarnya tak perlu-perlu amat diobati dengan obat merah, seperti hidrogen peroksida, iodin, atau alkohol. Mengoleskan obat merah ke luka ringan sembarangan justru dapat mengiritasi kulit dan mengganggu proses penyembuhan. Jadi, lain kali kulit Anda lecet tergores bekas terjatuh (lagi), langsung bilas luka dengan air bersih mengalir.

Jika tidak ada air bersih tersedia, Anda bisa menggunakan larutan air garam, tisu basah non-alkohol, atau waslap lembut — asalkan jangan kain yang berserat atau berbulu sehingga tidak ada helai bahan yang tersangkut di luka. Kemudian keringkan dengan baik dan tutup luka dengan kain kasa, guna menjaga area luka tetap bersih selagi memulihkan diri.

Dalam situasi genting di mana tak tersedia air bersih atau bahan lainnya untuk merawat luka, barulah obat merah boleh dipakai secukupnya saja. Ingatlah untuk selalu mencuci lukanya dulu dengan air mengalir sampai bersih dan keringkan dengan baik sebelum diteteskan obat merah. Setelahnya, tunggu obat merah mengering dulu di kulit, barulah luka ditutup perban.

Jangan gunakan obat merah untuk merawat luka kulit terbuka — seperti luka sobekan dalam dari kecelakaan dengan pisau atau mesin lainnya, luka iris dalam, gigitan binatang, luka bakar besar (lebih besar dari tahi lalat), atau luka. Semua ini adalah tipe luka kulit dengan perdarahan yang cepat dan luas. Povidone iodine tidak memiliki efek penyembuh pada luka seperti ini.

Hello Sehat menyediakan artikel khusus seputar informasi pertolongan pertama pada luka tusuk, luka dalam, gigitan hewan liar, dan luka bakar yang bisa Anda simak di laman kami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit