Kejang Tanpa Demam

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

  • Definisi

Apa itu kejang?

Kejang tanpa demam terjadi pada 0.4% populasi anak. Jika insiden kejang tanpa demam terus berlanjut, kemungkinan besar akan menyebabkan epilepsi. Penyebab kejang beragam, namun yang paling umum adalah trauma pada jaringan otak yang dapat memicu terjadinya kejang. Serangan kejang yang berulang (paroksismal) dapat ditangani dengan obat antikonvulsan.

Apa tanda dan gejalanya?

Saat kejang, anak akan hilang kesadaran dan tiba-tiba terjatuh, tatapan mata kosong atau terbalik ke atas, badan kaku, dan gerakan-gerakan kejut yang terjadi pada tangan dan kaki. Kejang umumnya bertahan tidak lebih dari lima menit.

  • Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan jika anak Anda mendadak terserang kejang adalah dengan membaringkan anak Anda pada bidang mendatar (lantai, kasur, atau tanah). Pindahkan ia ke tempat lebih aman hanya jika ia terserang kejang di tempat-tempat yang berbahaya.

Setelah kejang berangsur pulih, biarkan ia tidur dan beristirahat. Otak anak Anda mengalami ‘korslet’ sesaat saat kejang, langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membiarkan ia beristirahat. Jika ia memiliki kejang kambuhan (paroksismal), diskusikan dengan dokter anak Anda mengenai terapi yang dibutuhkan. Beberapa dokter akan menyarankan Anda untuk meningkatkan dosis antikovulsan yang anak Anda tengah konsumsi. Jika ia melewati dosis, gandakan pemberian dosis dari yang diresepkan. Tidak perlu membawa anak ke UGD setiap kali kejang terjadi, khususnya jika ia terdiagnosis oleh epilepsi.

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi bantuan gawat darurat (112), jika:

  • Kejang pertama berlangsung lebih dari 5 menit
  • Kejang pada anak dengan epilepsi berlangsung lebih dari 10 menit (umumnya, insidensi epilepsi tidak akan melukai otak jika tidak berlangsung lebih dari 30 menit.)

Segera hubungi dokter, jika:

  • Anak Anda tidak pernah mengalami kejang sebelumnya
  • Kejang kambuhan terjadi sangat sering
  • Kejang susulan terjadi
  • Anak Anda mengalami kebingungan atau ‘teler’ lebih dari 2 jam
  • Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, hindari anak Anda dari kegiatan yang dinilai akan memicu terjadinya kejang. Hindari aktivitas berat yang memerlukan memanjat atau ketinggian (seperti panjat dinding atau panjat pohon), bersepeda di jalur cepat, atau berenang tanpa pengawasan orang dewasa. Hindari pula berlayar, scuba diving (menyelam), dan paragliding (terbang layang). Namun perlu diingat, kebanyakan aktivitas olahraga lainnya tetap aman untuk dijalani.

Anjurkan anak Anda untuk madi dengan pancuran air, dan hindari berendam kecuali jika dalam pengawasan orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Luka Tertusuk

Karena jenis luka ini mudah tertutup, luka tusuk kerap menimbulkan infeksi jika tidak cepat diobati. Inilah pertolongan pertama untuk luka tusuk.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Campak

1. Definisi Apa itu campak? Dibandingkan penyakit lain yang berhubungan dengan demam dan ruam gatal-gatal, campak adalah yang paling mematikan bagi anak-anak. Penyakit ini menyebar dengan sangat mudah sehingga sangat ...

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 6 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Parafimosis

DefinisiApa itu parafimosis? Parafimosis adalah kondisi saat kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Dapat menyebabkan kulup penis membengkak dan tersangkut, sehingga mencegah peredaran darah terjadi ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Trauma Gigi

Trauma gigi atau cedera pada gigi sering ditandai dengan keluarnya darah dari gusi. Jika kasusnya ringan, cedera bisa Anda tangani sendiri di rumah.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
obat untuk cantengan, bagaimana cara mengobati cantengan

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Cantengan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit