Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang yang mengalami epilepsi katanya dilarang untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Hal tersebut dianggap dapat memicu kejang pada pengidap epilepsi. Bahkan orang dengan epilepsi juga tidak boleh berenang. Mengapa demikian?

Tak semua olahraga baik untuk epilepsi

Epilepsi adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat yang terjadi akibat adanya aliran listrik yang tak normal di dalam otak. Orang yang mengalami hal ini bisa mengalami kejang, perilaku abnormal hingga hilangnya kesadaran diri.

Oleh karena kondisi tersebut, banyak yang menganggap jika pasien epilepsi tidak boleh melakukan olahraga dengan intensitas berat. Larangan ini dijelaskan lebih dalam pada  penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Epilepsia. 

Dalam penelitian tersebut, para ahli mengungkapkan bahwa olahraga yang berat bisa membuat pasien kelelahan yang akhirnya memicu kejang-kejang.

Namun, bukan berarti pasien epilepsi harus menghindari semua olahraga dan aktivitas fisik. Tentu saja ini juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Pasalnya, secara umum gerak tubuh tidak akan memperburuk kondisi penderita epilepsi. Justru pada kasus tertentu, aktivitas fisik dapat menjaga kesehatan tubuh dan mencegah kejang itu muncul.

Olahraga yang dianjurkan yaitu olahraga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain seperti sepak bola, basket, dan futsal. Sedangkan olahraga yang mesti dihindari yaitu  free climbing, scuba-diving, balap motor, dan jenis olahraga ekstrem lainnya.

Lantas, bagaimana dengan berenang? Apakah orang dengan epilepsi tidak boleh berenang?

Jadi, bolehkah pasien epilepsi berenang?

Pernyataan bahwa penderita epilepsi tidak boleh berenang, tidak sepenuhnya benar. Mengapa demikian? Penderita epilepsi boleh saja melakukan olahraga air yang satu ini, asalkan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Tidak berenang sendiri

infeksi telinga perenang

Penderita epilepsi tidak boleh berenang jika dilakukan seorang diri. Artinya, ia baru boleh berenang jika ada yang mengawasi. Meskipun berenang di kolam renang umum, penderita tetap harus didampingi saat sedang berenang.

Sebaiknya, penderita ditemani oleh seseorang yang mengetahui kondisi kesehatannya serta tahu cara menolong penderita jika gejala kejang muncul saat sedang berenang. 

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan kepada penderita epilepsi jika gejala kejang muncul di dalam air:

  • Posisikan kepala dan wajah penderita di atas permukaan air
  • Keluarkan penderita dari dalam air secepat mungkin
  • Periksa apakah penderita masih bernapas. Jika tidak, berikan CPR segera.
  • Hubungi ambulans dan bawa ke rumah sakit terdekat. Meskipun penderita terlihat sudah pulih dari kejang, ia harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

2. Tidak berenang saat sedang tidak dalam kondisi prima

HIV mudah lelah

Jika sedang tidak enak badan, merasa letih, dan tubuh tidak prima, sebaiknya penderita epilepsi menghilangkan hasrat ingin berenang. Karena jika dipaksakan, hal ini hanya akan membahayakan dirinya saja.

Jika terjadi kejang saat berada di dalam air, penderita dapat menelan air dalam jumlah yang banyak dan masuk ke dalam paru-paru. Saat hal tersebut terjadi, maka masalah kesehatan serius lainnya akan muncul, seperti edema paru, misalnya.

3. Tidak berenang di perairan terbuka

berenang di laut

Bagi penderita epilepsi, berenang di kolam renang mengurangi risiko dibandingkan berenang di perairan terbuka seperti laut atau danau. Selain itu, hal ini memudahkan pengawasan pendamping terhadap mereka.

Berenang di perairan terbuka diperbolehkan jika penderita epilepsi menggunakan pelampung untuk meminimalisir bahaya serta selalu diawasi dari jarak dekat. Berenang terlalu jauh ke tengah lautan tidak disarankan, karena semakin ke tengah, laut akan semakin dalam.

Oleh sebab itu, penderita epilepsi tidak boleh berenang hanya jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi. Mereka masih boleh berenang dengan memenuhi kondisi seperti yang telah disebutkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Epilepsi merupakan gangguan saraf yang dapat mengganggu perkembangan anak. Namun, bisakah mendeteksi epilepsi sejak janin di dalam kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Mudah Renang Gaya Bebas untuk Pemula

Berenang bisa dilakukan dengan berbagai teknik dan tingkat kesulitan. Jika Anda adalah pemula, inilah cara renang gaya bebas yang disarankan untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 April 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Rutin Berenang Gaya Dada, Plus Tips Latihannya untuk Pemula

Jangan cuma "main air" di kolam renang. Jika Anda sudah menguasai teknik dasarnya, cobalah mulai berlatih renang gaya dada. Ada banyak manfaatnya, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 27 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Kenali Lebih Baik Gejala Epilepsi (Penyakit Ayan) Berikut Ini

kejang adalah salah satu gejala epilepsi. Namun, ciri-ciri dari penyakit epilepsi tidak hanya itu saja. Yuk, kenali gejala lainnya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 4 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kejang Parsial

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Dantrolene adalah

Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit
kejang demam pada anak

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit