Hobi Difoto Pakai Flash? Waspada Bahaya Kejang-kejang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Foto selfie atau swafoto, merupakan hal lumrah di masa kini. Kamera canggih pada ponsel pintar, memudahkan seseorang untuk mengambil foto diri sendiri dengan hasil yang bagus. Tak jarang, galeri foto dalam ponsel seseorang biasanya dipenuhi dengan foto selfie. Namun, para ahli memperingatkan bahwa terlalu banyak berfoto, apalagi dengan lampu flash, punya risiko tersendiri. Kira-kira, risiko apa yang terjadi kalau selfie pake lampu flash?

Kenapa foto selfie bisa memicu kejang?

Foto selfie ternyata memiliki ancaman tersendiri bagi kesehatan, terutama jika Anda mengidap epilepsi. Lampu flash pada kamera yang bertujuan untuk membuat gambar menjadi lebih terang dan terkadang sering digunakan jika pencahayaan minim.

Baru-baru ini, seorang remaja perempuan di Kanada mengalami kejang pada aktivitas otaknya setelah memotret dirinya menggunakan lampu kilat atau flash kamera depan. Seorang dokter di Kanada kemudian menyimpulkan bahwa remaja tersebut memiliki respons fotosensitif. Jadi pemicu kejangnya otak adalah akibat hobi selfie dengan flash tersebut.

Dokter yang merawat remaja tersebut, menyebut kejadian ini sebagai fenomena “selfie-epilepsy,” seperti yang diterbitkan dalam laporan Seizure Journal di menurut laporan tersebut, yang diterbitkan pada bulan Februari di jurnal Seizure. Aktivitas otak seperti kejang yang dipicu oleh selfie ini ditemukan saat remaja tersebut dipantau di laboratorium selama tiga hari, seperti yang dikutip dari berita organisasi Epilepsy Research di Inggris.

Di laboratorium, gadis itu diperiksa menggunakan electroencephalogram atau EEG dan juga direkam dengan video. Meskipun remaja tersebut tidak mengalami kejang di laboratorium, dokter melihat adanya dua lonjakan yang tidak biasa dalam aktivitas otaknya.

Ketika mereka kembali dan meninjau videonya, mereka menemukan bahwa sebelum lonjakan pada otak remaja tersebut terjadi, remaja tersebut telah menggunakan iPhone-nya untuk berfoto. Remaja tersebut melakukan foto selfie menggunakan lampu flash di cahaya yang remang-remang.

Tidak mengherankan jika seorang selfie dapat memicu aktivitas kejang di otak, terutama saat pasien diketahui memiliki kepekaan terhadap cahaya atau fotosensitif. Semua jenis lampu yang berkedip, termasuk permainan video, lampu strobo dan lampu flash dapat memancing fotosensitif.

Joseph Sullivan, seorang dokter ahli epilepsi dari San Fransisco juga mencatat bahwa dalam kasus remaja, selfie tidak menyebabkan kejang. Melainkan, foto selfie bisa membuat perubahan dalam aktivitas gelombang pada otak yang memicu kejang.

Tips menolong orang kejang

Kejang merupakan kondisi yang bisa terjadi oleh siapapun dengan faktor risiko yang berbeda-beda. Bila Anda dihadapkan dengan teman, keluarga, atau kerabat yang memiliki kondisi kejang ada baiknya Anda mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama bagi orang kejang.

Pertama, coba posisikan orang tersebut secara miring. Ini bertujuan agar busa atau cairan yang keluar dari mulut tidak masuk ke dalam saluran pernapasan sehingga orang tersebut bisa bernapas lebih lega tanpa harus mengalami sesak lebih parah atau bahkan batuk tersedak.

Posisikan juga agar kepala orang tersebut lebih tinggi dari tubuhnya. Bila berada di rumah, Anda bisa memberikan bantalan pada kepalanya. Ini bertujuan juga agar kepala orang yang kejang terhindar dari cedera. Umumnya, kejang akan membaik sendiri tanpa bantuan medis.

Namun jika kejang  berlangsung lebih dari 5 menit lamanya, segera minta bantuan dan bawa ke rumah sakit terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Selain minum obat, pilihan makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi ternyata juga harus diperhatikan. Selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nyeri akibat kejang otot punggung bisa terasa makin parah ketika Anda membungkukkan badan. Simak berbagai cara mudah mengatasi kejang otot punggung di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tortikolis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Parsial

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Dantrolene adalah

Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit