Bayi Tak Bisa Bernapas

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

1. Definisi

Apa itu bayi tak bisa bernapas?

Kebanyakan kasus kehabisan napas pada bayi terjadi ketika bayi diletakkan dalam posisi tengkurap di permukaan yang lembut  hingga menutupi jalan napas, yang membuat mereka tidak bisa bernapas. Bayi yang baru lahir sampai usia 4 bulan memiliki risiko mengalami keadaan ini. Ini terjadi karena mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk mengangkat kepala mereka saat ada benda yang menghalangi jalan napas mereka. Banyak kematian karena kekurangan napas terjadi ketika bayi sedang tidur siang di rumah seseorang yang tidak memiliki tempat tidur bayi atau yang tidak paham bahwa bayi usia di bawah 4 bulan harus ditidurkan dalam posisi telentang.

Ada beberapa penyebab bayi mengalami sesak napas yang dapat membahayakan hidup mereka. Ada satu kasus di mana bayi tidak sengaja tertimpa ibu mereka yang tertidur di samping mereka. Jika Anda menyusui bayi Anda di kamar tidur Anda pada malam hari, Anda perlu berhati-hati kalau Anda tiba-tiba tertidur di sebelah bayi Anda. Akan lebih baik jika bayi Anda tidur di kasurnya sendiri. Alasan lain untuk tidak membiarkan bayi Anda tidur di tempat tidur Anda selama 6 bulan pertama adalah karena sebagian besar kasur orang dewasa terlalu lembut untuk bayi. Selimut dan bantal dapat meningkatkan risiko kehabisan nafas.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala termasuk:

  • Bunyi gemeretak di kerongkongan bayi
  • Jalan napas terhalangi
  • Bayi kesulitan bernapas
  • Pernapasan cepat dan dangkal
  • Napas berbunyi
  • Suara menggeram
  • Muka bayi Anda pucat
  • Sianosis (warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat)
  • Edema

2. Cara menanganinya

Apa yang harus saya lakukan?

Segera singkirkan benda apa saja yang menghalangi jalan napas bayi Anda, misalnya boneka, kantung plastik, atau bantal yang menempel di wajahnya. Tanpa menggerakan bayi Anda terlalu banyak, tempatkan wajahnya di area permukaan yang datar dan tidak empuk Pelan-pelan miringkan kepala bayi Anda ke belakang dengan satu tangan dan angkat dagu bayi Anda dengan tangan satunya.

Dekatkan telinga Anda pada mulut dan hidung bayi Anda untuk mendengar apakah ia masih bernapas. Lihat gerakan dadanya apakah masih naik-turun. Anda juga harus memeriksa denyut nadi dengan menempatkan dua jari Anda di leher anak Anda di bagian samping tempat jakun. (Jika anak Anda masih bayi, Anda bisa merasakan denyut nadi di lengan dalam antara siku dan bahu.)

Jika anak Anda tidak bernapas dan Anda tidak merasakan denyut nadi, segera lakukan CPR atau napas buatan

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi bantuan medis secepatnya jika anak Anda mengalami keadaan ini.

3. Pencegahan

Agar bayi Anda tetap aman, selalu tidurkan bayi Anda dalam posisi telentang di tempat tidurnya sendiri dengan kasur yang keras. Ini termasuk saat tidur siang.

Bayi tidak dianjurkan untuk tidur dalam posisi miring karena merupakan posisi yang tidak stabil berisiko sindrom kematian bayi mendadak, jadi akan lebih baik jika bayi Anda tidur telentang. Tidur tengkurap membuat bayi memiliki risiko sesak napas yang 5 kali lebih besar. Kasur yang terlalu empuk tidak aman untuk bayi bahkan jika bayi tidur dalam posisi telentang, karena mereka bisa saja terguling ke samping. Anda dapat mencegah kematian bayi akibat kehabisan napas dengan tidak menempatkan bayi untuk tidur pada permukaan yang lembut seperti:

  • Kasur air atau kasur bulu
  • Karpet, selimut, atau bed cover dari kulit domba
  • Permukaan apa saja yang lembut dan tebal termasuk kasur lembut dan bed cover
  • Kasur yang ditutupi dengan kantong plastik
  • Bantal lembut dan kursi bean bag

Sebaiknya juga hindari meletakkan boneka, mainan, bed cover, selimut, atau benda lembut menumpuk di sekitar wajah bayi Anda yang sedang tidur. Kenakan pakaian yang cukup hangat untuk bayi Anda sehingga ia tidak perlu mengenakan selimut saat tidur.

Pencegahan Sesak Napas untuk Balita:

Bayi yang sudah agak besar atau usia balita dapat tercekik kantong plastik. Kecelakaan ini biasanya terjadi ketika mereka memasukkan kepala mereka ke dalam plastik atau saat mereka merangkak ke kantong plastik. Hati-hati saat membuang kantung plastik atau usahakan untuk menjauhkan plastik dari anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Barang-barang lain yang harus dijauhkan adalah:

  • Plastik tas dari laundry
  • Tas belanja plastik
  • Kantong sampah plastik

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi tidak hanya tugas orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit