1. Definisi

Apa itu bayi tak bisa bernapas?

Kebanyakan kasus kehabisan napas pada bayi terjadi ketika bayi diletakkan dalam posisi tengkurap di permukaan yang lembut  hingga menutupi jalan napas, yang membuat mereka tidak bisa bernapas. Bayi yang baru lahir sampai usia 4 bulan memiliki risiko mengalami keadaan ini. Ini terjadi karena mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk mengangkat kepala mereka saat ada benda yang menghalangi jalan napas mereka. Banyak kematian karena kekurangan napas terjadi ketika bayi sedang tidur siang di rumah seseorang yang tidak memiliki tempat tidur bayi atau yang tidak paham bahwa bayi usia di bawah 4 bulan harus ditidurkan dalam posisi telentang.

Ada beberapa penyebab bayi mengalami sesak napas yang dapat membahayakan hidup mereka. Ada satu kasus di mana bayi tidak sengaja tertimpa ibu mereka yang tertidur di samping mereka. Jika Anda menyusui bayi Anda di kamar tidur Anda pada malam hari, Anda perlu berhati-hati kalau Anda tiba-tiba tertidur di sebelah bayi Anda. Akan lebih baik jika bayi Anda tidur di kasurnya sendiri. Alasan lain untuk tidak membiarkan bayi Anda tidur di tempat tidur Anda selama 6 bulan pertama adalah karena sebagian besar kasur orang dewasa terlalu lembut untuk bayi. Selimut dan bantal dapat meningkatkan risiko kehabisan nafas.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala termasuk:

  • Bunyi gemeretak di kerongkongan bayi
  • Jalan napas terhalangi
  • Bayi kesulitan bernapas
  • Pernapasan cepat dan dangkal
  • Napas berbunyi
  • Suara menggeram
  • Muka bayi Anda pucat
  • Sianosis (warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat)
  • Edema

2. Cara menanganinya

Apa yang harus saya lakukan?

Segera singkirkan benda apa saja yang menghalangi jalan napas bayi Anda, misalnya boneka, kantung plastik, atau bantal yang menempel di wajahnya. Tanpa menggerakan bayi Anda terlalu banyak, tempatkan wajahnya di area permukaan yang datar dan tidak empuk Pelan-pelan miringkan kepala bayi Anda ke belakang dengan satu tangan dan angkat dagu bayi Anda dengan tangan satunya.

Dekatkan telinga Anda pada mulut dan hidung bayi Anda untuk mendengar apakah ia masih bernapas. Lihat gerakan dadanya apakah masih naik-turun. Anda juga harus memeriksa denyut nadi dengan menempatkan dua jari Anda di leher anak Anda di bagian samping tempat jakun. (Jika anak Anda masih bayi, Anda bisa merasakan denyut nadi di lengan dalam antara siku dan bahu.)

Jika anak Anda tidak bernapas dan Anda tidak merasakan denyut nadi, segera lakukan CPR atau napas buatan

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi bantuan medis secepatnya jika anak Anda mengalami keadaan ini.

3. Pencegahan

Agar bayi Anda tetap aman, selalu tidurkan bayi Anda dalam posisi telentang di tempat tidurnya sendiri dengan kasur yang keras. Ini termasuk saat tidur siang.

Bayi tidak dianjurkan untuk tidur dalam posisi miring karena merupakan posisi yang tidak stabil berisiko sindrom kematian bayi mendadak, jadi akan lebih baik jika bayi Anda tidur telentang. Tidur tengkurap membuat bayi memiliki risiko sesak napas yang 5 kali lebih besar. Kasur yang terlalu empuk tidak aman untuk bayi bahkan jika bayi tidur dalam posisi telentang, karena mereka bisa saja terguling ke samping. Anda dapat mencegah kematian bayi akibat kehabisan napas dengan tidak menempatkan bayi untuk tidur pada permukaan yang lembut seperti:

  • Kasur air atau kasur bulu
  • Karpet, selimut, atau bed cover dari kulit domba
  • Permukaan apa saja yang lembut dan tebal termasuk kasur lembut dan bed cover
  • Kasur yang ditutupi dengan kantong plastik
  • Bantal lembut dan kursi bean bag

Sebaiknya juga hindari meletakkan boneka, mainan, bed cover, selimut, atau benda lembut menumpuk di sekitar wajah bayi Anda yang sedang tidur. Kenakan pakaian yang cukup hangat untuk bayi Anda sehingga ia tidak perlu mengenakan selimut saat tidur.

Pencegahan Sesak Napas untuk Balita:

Bayi yang sudah agak besar atau usia balita dapat tercekik kantong plastik. Kecelakaan ini biasanya terjadi ketika mereka memasukkan kepala mereka ke dalam plastik atau saat mereka merangkak ke kantong plastik. Hati-hati saat membuang kantung plastik atau usahakan untuk menjauhkan plastik dari anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Barang-barang lain yang harus dijauhkan adalah:

  • Plastik tas dari laundry
  • Tas belanja plastik
  • Kantong sampah plastik

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca