Apa Bedanya Shampo Wanita dan Shampo untuk Pria?

Oleh

Mungkin Anda menyadarinya saat sedang berbelanja. Di lorong perawatan rambut di supermarket atau gerai kecantikan lainnya, akan ada dua deretan rak besar yang menjejerkan beragam pilihan shampo; shampo khusus pria dan shampo khusus wanita, sengaja ditampilkan terpisah berseberangan.

Produk perawatan rambut khusus wanita dikemas dalam botol warna-warni dan bentuk yang bervariasi, sedangkan shampo untuk pria didesain dalam kemasan sederhana, didominasi warna hitam, putih, atau abu-abu yang menampilkan kesan tangguh. Produsen memproduksi shampo dan produk perawatan tubuh lainnya dalam dua versi gender untuk menguatkan stereotip gagasan maskulinitas dan feminitas guna menargetkan pembeli, meskipun sebenarnya produk tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama persis.

Apakah shampo khusus pria dan wanita benar memiliki kegunaan yang berbeda? Apakah ada perbedaan besar dalam kedua jenis shampo yang akan memberikan manfaat lebih hanya untuk satu gender saja?

Apa yang membedakan rambut pria dan wanita?

Secara struktur, tidak ada perbedaan besar antara rambut pria dan wanita.

Rambut terbuat dari protein keras yang disebut keratin, dan bertumbuh dari folikel yang tertanam di bawah kulit kepala. Pembuluh darah di kulit kepala memberikan nutrisi untuk folikel, dan memberikan asupan hormon yang dapat mengubah laju pertumbuhan dan struktur rambut pada waktu yang berbeda sepanjang hidup manusia.

Setelah rambut keluar dari kulit kepala, rambut tidak lagi hidup. Folikel akan terus melepaskan minyak alami untuk melindungi rambut mulai dari akar hingga ke ujung rambut.

Pada umumnya, laju pertumbuhan rata-rata rambut manusia adalah 15 centimeter per tahun. Karena pola dan siklus pertumbuhan alami rambut berbeda antara satu orang dan lainnya dan tidak terkait langsung dengan gender, rambut wanita tidak selalu tumbuh lebih cepat daripada rambut pria. Laju pertumbuhan rambut paling dipengaruhi oleh pola makan dan faktor biologis dari setiap individu.

Asupan vitamin yang baik, seperti vitamin A, B, C, dan E dapat mempercepat laju pertumbuhan rambut. Walaupun hormon memainkan peran dalam mempertahankan keawetan rambut, hormon tidak benar-benar memfasilitasi pertumbuhan. Pada wanita, hormon estrogen menyebabkan wanita akan lebih jarang mengalami kerontokan, sedangkan androgen pada pria memiliki kontribusi langsung terhadap kebotakan rambut kepala dan peningkatan pertumbuhan rambut di tubuh.

Tekstur rambut yang Anda miliki saat ini menjadi bagian dari identitas Anda. Anda belajar untuk menatanya dengan cara yang menurut Anda paling sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup Anda. Seiring waktu, rambut mungkin menjadi tipis, keriting, lurus, atau kasar.

Ada banyak alasan mengapa rambut tekstur bisa berubah. Yang paling utama, mungkin, dan bisa membedakan antara pria dan wanita adalah cara perawatan dan pemakaian produk, seperti gel, pomade, atau wax rambut yang cenderung menyebabkan rambut menjadi kasar dan kering pada pria.

Apakah shampo untuk pria dan wanita benar berbeda?

Selain dari sedikit perbedaan volume, umumnya sangat sedikit yang membedakan antara shampo untuk pria dan wanita.

Perbedaan terbesar yang paling mungkin adalah jenis wewangian yang digunakan dalam komposisi shampo. Selain itu, Anda akan menemukan lebih banyak daftar bahan-bahan alami yang tercantum dalam produk shampo dan kondisioner wanita daripada pria. Hal ini karena pasar wanita lebih cenderung tertarik ke arah produk berbahan holistik atau alami (buah-buahan, akar tumbuhan, ekstrak bunga, dan seterusnya). Shampo dan kondisioner wanita mungkin akan memiliki lebih banyak pilihan dalam jangkauan keragaman fungsi perawatan rambut, misalnya perawatan warna, frizz control, dan lainnya. Sedangkan produk pria lebih cenderung memfokuskan fungsi dasar dan ilmiah, membuat produk mereka tampak lebih canggih dalam hal penggunaan.

Namun dilansir dari The Huffington Post, menurut Bobby Buka, dermatologis asal New York, komposisi kimiawi lainnya antara shampo pria dan wanita hampir tidak ada bedanya. Hal senada juga diungkapkan oleh penata rambut kenamaan Indonesia, Rudy Hadisuwarno, dikutip dari Okezone Lifestyle. Menurut Rudy, tidak ada perbedaan besar jika shampo wanita digunakan oleh pria karena kesamaan komposisi pendukung produk shampo dan struktur rambut wanita dan pria.

Pria dengan rambut kering dapat menggunakan shampo dan kondisioner berpelembap. Begitu pula dengan produk shampo yang mengandung humectant, shea butter, dan vitamin E — yang notabene umum ditemukan dalam produk wanita — untuk menambah kelembapan rambut. Pria berambut kering juga dapat mencoba produk perawatan deep-conditioning seminggu sekali untuk perawatan secara lebih mendalam. Produk kondisioner leave-in juga bermanfaat bagi pria berambut kering guna melindungi rambut dari faktor eksternal lingkungan yang bisa merusak, seperti sinar matahari dan polusi.

Meskipun manfaat dan kegunaan produk perawatan tubuh tidak secara spesifik ditargetkan untuk masing-masing gender, ada beberapa kemungkinan potensi bahaya yang terkait. Leeann Brown dari Evironmental Working Group US, berpendapat bahwa ada sejumlah bahan kimia dalam produk perawatan tubuh yang mempengaruhi hormon, dan beberapa dari bahan ini terkait dengan gangguan sistem reproduksi laki-laki. Misalnya, phtalates (kemungkinan komponen dari ‘parfum’) telah dikaitkan dengan perubahan hormon pada pria dan anak laki-laki, dan kerusakan sperma.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca