Bahaya Kandungan Triclosan dalam Produk Antibakteri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat memilih produk-produk kebersihan diri seperti sabun mandi, sabun pencuci tangan, atau hand sanitizer, Anda mungkin akan tergoda untuk membeli produk yang menjanjikan antibakteri. Produk-produk tersebut umumnya mencantumkan triclosan sebagai kandungan antibakteri yang ampuh melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Namun, berhati-hatilah karena ternyata penelitian menunjukkan kandungan triclosan dalam produk-produk antibakteri berisiko terhadap kesehatan Anda dan keluarga. Untuk mencari tahu lebih lanjut bagaimana triclosan bisa berdampak pada tubuh, baca terus penjelasannya di bawah ini.

Apa itu triclosan?

Triclosan adalah bahan kimia aktif yang biasanya ditemukan dalam produk perawatan dan kebersihan diri. Awalnya triclosan digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama pada tahun 1960-an. Namun, saat ini kandungan triclosan dalam sabun atau pencuci tangan ini sedang diteliti lebih jauh untuk memastikan bahayanya bagi manusia.

Beberapa negara di Eropa telah melarang penggunaan triclosan dalam sabun, pencuci tangan, atau hand sanitizer yang dijual secara bebas di pasaran. Amerika Serikat juga baru-baru ini mengeluarkan larangan penggunaan kandungan triclosan dalam berbagai produk. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang jelas tentang pemanfaatan zat aktif ini sehingga Anda masih bisa menemukan berbagai produk dengan kandungan triclosan.  

BACA JUGA: Kandungan Aluminium Dalam Deodoran, Apakah Berbahaya?

Bahaya triclosan bagi tubuh

Terpapar kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko tertentu yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya, meskipun digunakan pada permukaan kulit, triclosan ternyata mampu diserap oleh tubuh. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa kandungan triclosan bisa ditemukan dalam air seni (urin) 75% orang yang diteliti. Kandungan triclosan dalam tubuh berisiko menyebabkan gangguan-gangguan berikut ini.

1. Kulit kering dan sensitif

Triclosan adalah bahan kimia yang cukup keras. Akan tetapi, dampaknya memang tidak akan langsung terasa pada kulit Anda. Penggunaan rutin sabun dengan kandungan triclosan selama tiga sampai lima tahun berisiko membuat kulit Anda kering dan jadi lebih sensitif. Bahkan, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering menggunakan produk antibakteri dengan kandungan triclosan berisiko menyebabkan kanker kulit pada hewan. Uji coba tersebut memang belum pernah dilakukan pada manusia, tetapi hal ini bisa menjadi lampu kuning bagi Anda agar lebih waspada terhadap bahaya triclosan.  

BACA JUGA: 9 Ramuan Alami untuk Mengatasi Kulit Kering

2. Gangguan hormon

Bahaya triclosan yang paling sering menjadi topik pembicaraan adalah risiko gangguan hormon. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengungkapkan bahwa di dalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Sebagai akibatnya, kandungan triclosan akan mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Beberapa jenis hormon yang terganggu karena adanya kandungan triclosan dalam tubuh antara lain hormon tiroid dan estrogen. Gangguan terhadap kedua hormon tersebut berisiko menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan Anda, misalnya pada daya tahan tubuh, kesuburan, kehamilan, bahkan tumbuhnya sel kanker. Sejauh ini memang penelitian yang dilaksanakan baru dilakukan pada subjek binatang, bukan manusia. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati terhadap kemungkinan tersebut.    

3. Mengganggu fungsi otot

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di University of California Davis menunjukkan bahwa kandungan triclosan mampu merusak fungsi otot, terutama yang menempel pada kerangka tubuh. Lagi-lagi penelitian ini baru dilakukan pada hewan, tetapi hasilnya tetap bisa membuat siapa pun bergidik.

Pasalnya, triclosan berisiko menurunkan fungsi otot jantung hingga sebanyak 25%. Kekuatan otot tangan dan kaki untuk menggenggam sesuatu juga menurun sampai 18%. Ikan yang hidup di perairan yang telah terkontaminasi triclosan pun menunjukkan kemampuan berenang yang lebih memprihatinkan.

Apakah kandungan triclosan penting ada di dalam sabun?

Yang mungkin belum Anda ketahui adalah triclosan ternyata belum terbukti secara ilmiah ampuh untuk melawan kuman dan bakteri. Triclosan tidak bisa membedakan mana kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dan penyakit dari bakteri-bakteri baik. Jika disandingkan dengan sabun atau produk kebersihan lain yang tidak mengandung agen atau zat antibakteri buatan, triclosan tidak lebih ampuh dalam membunuh kuman serta bakteri. Maka, sebenarnya Anda dan keluarga tidak membutuhkan produk-produk yang mengandung triclosan. Sabun biasa saja sudah cukup untuk melindungi dari berbagai kotoran, kuman, dan bakteri.

Menghindari produk dengan kandungan triclosan

Jika Anda ingin menghindari risiko-risiko kesehatan di atas, sebaiknya cari produk yang bebas kandungan triclosan. Biasanya sabun, pencuci tangan, pembersih kosmetik, dan hand sanitizer yang kemasannya mencantumkan keterangan antibakteri atau antiseptik berarti menggunakan triclosan. Sebaiknya pilih produk yang kandungan zat kimianya paling sedikit. Untuk hand sanitizer, Anda bisa membeli yang kandungan alkoholnya kira-kira 60%.

BACA JUGA: Cara Mudah Buat Hand Sanitizer Alami di Rumah

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kunyit untuk pencernaan kunyit putih, manfaat kunyit asam, manfaat jamu kunyit, masker kunyit, manfaat kunyit untuk wajah, khasiat kunyit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit