Kesalahan Saat Membersihkan Luka Bisa Jadi Fatal. Bagaimana Cara yang Benar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda pernah terjatuh dari motor atau sepeda karena kecelakaan? Biasanya setelah jatuh, tubuh Anda akan mengalami luka-luka. Luka ini harus dibersihkan terlebih dahulu! Jika Anda menunda-nunda, hal ini bisa jadi masalah di kemudian hari. Karena infeksi pada luka memiliki risiko berbahaya, membersihkan luka menjadi bagian penting. Beberapa jenis infeksi bahkan dapat menyebabkan kematian. Lalu bagaimana cara yang benar untuk membersihkan luka? Simak jawabannya di bawah ini!

Jangan bersihkan luka sendiri dalam kondisi luka seperti ini

Menurut situs kesehatan WebMD, luka pada kulit harus dibersihkan secara menyeluruh untuk mengurangi risiko infeksi dan untuk mencegah adanya jaringan parut (keloid) agar proses penyembuhan bisa lebih cepat. Cara menangani luka yang pertama adalah dengan menghentikan perdarahan terlebih dahulu. Entah itu pendarahan ringan atau berat.

Sebelum membersihkan luka, darah bisa dihentikan dengan cara menekan atau menutup bagian luka tersebut. Namun apabila perdarahan belum berhenti, segera cari bantuan medis darurat. Pasalnya, kehilangan banyak darah bisa menyebabkan berbagai masalah.

Beberapa kondisi luka berikut ini mengharuskan Anda untuk segera mencari pertolongan. 

  • Area luka yang luas atau lebar dan membutuhkan jahitan.
  • Luka tersebut sangat dalam.
  • Luka yang terasa sangat menyakitkan ketika dibersihkan sendiri.
  • Apabila masih terdapat kotoran, kerikil, serpihan, atau puing-puing yang tidak bisa diambil.

Cara membersihkan luka yang tepat secara medis

Apabila Anda tidak bisa segera pergi ke dokter, ada baiknya Anda mencuci atau membersihkan luka tersebut selama kurang lebih 5 hingga 10 menit dengan menggunakan air bersih yang mengalir. 

Untuk perdarahan yang ringan atau untuk membersihkan luka yang tidak terlalu berat, Anda harus menghentikan pendarahan yang terjadi dengan kapas atau kain bersih yang steril.

Untuk membersihkan kotoran, Anda bisa menggunakan pinset yang sudah disterilkan. Anda bisa mensterilkan pinset dengan alkohol atau obat antiseptik khusus luka. Pada saat membersihkan luka, sebisa mungkin jangan mendorong pinset ke dalam luka.

Kemudian, cuci luka dengan air. Jika memungkinkan, gunakanlah air mengalir yang bisa menghilangkan kotoran dan bakteri. Anda juga bisa pakai sabun yang tidak mengandung terlalu banyak bahan kimia seperti pewangi atau pengawet. Namun, apabila luka tersebut ada di area mata, sebisa mungkin hindari penggunaan produk sabun jenis apa pun.

Gunakanlah air dengan tekanan sedang, misalnya air keran. Biasanya air dingin akan membuat luka terasa lebih baik daripada dengan air hangat. Mencuci luka akan membantu menghilangkan berbagai kotoran, bakteri, dan dapat mengurangi risiko infeksi.

Bersihkan secara perlahan luka tersebut dengan menggunakan air, sabun dan kain lap yang steril. Menggosok luka terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan meningkatkan kemungkinan luka melebar. Selain itu, menggosok luka yang terbuka dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Berikut petunjuk cara membersihkan luka Anda:

  • Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir jika tidak tersedia, gunakan hand sanitizer.
  • Gunakan sarung tangan medis sebelum membersihkan luka jika Anda memilikinya.
  • Jika memungkinkan, biarkan orang yang memiliki luka untuk membersihkan lukanya sendiri.
  • Menggunakan tangan kosong untuk membersihkan luka adalah pilihan terakhir jika tidak ada sarung tangan dan alat-alat medis.

Lalu bagaimana jika luka sangat besar, dalam, dan kotor?

Luka yang sangat kotor, dalam, dan besar biasanya membutuhkan evaluasi dokter sebelum dibersihkan secara menyeluruh, termasuk mungkin membutuhkan jahitan. Selain itu, biasanya luka yang dalam dan besar membutuhkan obat antibiotik.

Namun, pada intinya, jika Anda merasa khawatir dengan luka Anda, sebaiknya segera kunjungi layanan kesehatan terdekat.

Lindungi luka Anda

Jika Anda ingin melindungi luka agar tidak mudah kotor atau terkena bakteri, ada baiknya Anda menggunakan pembalut luka yang steril dan bersih. Pembalut luka atau perban tersebut harus dipasang dengan berhati-hati.

Untuk menghindari agar luka tidak membusuk dan terinfeksi, ada baiknya Anda menggunakan kapas yang terlebih dahulu diberikan antiseptik khusus luka, kemudian diperban dengan kain kasa yang steril.

Ingatlah untuk membalut luka hanya setelah luka tersebut dibersihkan. Selalu ganti pembalut luka atau perban tersebut setiap sehari sekali. Perhatikan apabila muncul tanda-tanda infeksi, seperti keluar nanah atau Anda mengalami demam. Anda harus segera menghubungi dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca