Berapa Lama Jam Tidur yang Ideal untuk Lansia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semakin tua usia seseorang, maka jam tidur malam yang diperlukan jadi semakin berkurang. Itu artinya, waktu tidur lansia jauh lebih singkat dibandingkan bayi atau orang dewasa. Mengingat lansia sering kali terbangun di malam hari dan bangun lebih awal, berapa waktu tidur lansia yang ideal? Jika kurang tidur terus berlanjut, apa efeknya bagi kesehatan lansia? Simak penjelasannya berikut ini.

Berapa lama waktu tidur lansia yang ideal?

Organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Hal ini memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, salah satunya melatonin. Hormon alami ini berperan dalam mengatur siklus bangun dan tidur seseorang.

Jika produksi hormon terganggu, maka siklus tidur dan bangun akan berubah. Proses tubuh inilah yang dialami oleh lansia sehingga mereka memiliki jam tidur yang lebih singkat dibanding orang dewasa dan anak-anak.

Dilansir dari laman Sindo News, Joni Haryanto, seorang doktor di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menyebutkan bahwa waktu tidur yang ideal untuk lansia adalah 6 jam. Lamanya jam tidur tersebut sudah mencakup tidur siang dan juga malam.

Sayangnya, banyak lansia yang tidak memenuhi kebutuhan tidur 6 jam per hari. Mereka umumnya sulit untuk memulai tidur dan terbangun di malam hari karena terus menggerakkan tubuh dan buang air. Semua gangguan tersebut membuat mereka bangun lebih awal dan mengantuk di siang hari. Meski kebutuhan tidur bisa dipenuhi di siang hari, tidur di malam hari tetap harus diutamakan.

Gangguan tidur yang sering terjadi pada lansia

gangguan tidur lansia

Selain perubahan hormon, gangguan tidur juga dapat merusak kualitas tidur lansia. Hampir 50 persen lansia mengeluhkan masalah ini. Gangguan tidur yang umum dialami oleh lansia adalah insomnia. Kesulitan untuk tidur ini bisa terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu, merasa stres, cemas, atau juga depresi.

Lansia juga cenderung memiliki kondisi medis lainnya seperti sleep apnea, gangguan pada kandung kemih, dan juga rematik. Sleep apnea membuat mereka terbangun tengah malam karena napas tiba-tiba berhenti sejenak. Sementara masalah kandung kemih menyebabkan mereka bolak-balik ke kamar mandi dan rematik menimbulkan rasa nyeri sehingga tidur jadi tidak nyaman.

Jika siklus tidur mereka terus memburuk, ritme sirkadian akan terganggu. Ritme sirkadian adalah jadwal jam kerja organ tubuh manusia. Kondisi ini menyebabkan lansia terjaga di malam hari dan kelelahan ekstrem di siang hari.

Dampak jangka panjang gangguan tidur pada lansia

penyebab susah tidur

Kualitas tidur yang buruk diperkirakan dapat melipatgandakan risiko kematian pada lansia. Jadi, jangan anggap remeh jika kakek, nenek, atau Anda mengalami keluhan sulit tidur disertai gejala kelelahan di siang hari. Segara periksa ke dokter supaya kondisi tidak semakin memburuk.

Tanpa perawatan yang tepat, gangguan tidur dapat menyebabkan kualitas hidup lansia semakin menurun. Berbagai penyakit jadi lebih mudah menyerang. Mulai dari gagal jantung kongestif, diabetes melitus, penyakit paru obstrukstif kronis, demensia, dan penyakit Parkinson.

Gejala tubuh yang kelelahan dan mengantuk di siang hari dapat meningkatkan risiko cedera pada lansia. Misalnya hilang keseimbangan saat berjalan menyebabkan lansia terjatuh. Akibatnya, bagian tubuh tentu akan terkilir atau terluka dan proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Kebutuhan vitamin dan mineral harian terus perlu dipenuhi. Apa saja kebutuhan nutrisi pada lansia dan bagaimana cara memenuhinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebutuhan vitamin dan mineral
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Perkuat Otak Lansia dengan Rutin Melakukan Aktivitas Sehat Ini

Berkurangnya kemampuan ingatan jangka pendek adalah proses penuaan yang normal bagi lansia. Namun, bagaimana jika ada aktivitas sehat untuk otak lansia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 10 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Setiap Lansia Harus Menjalani Rehabilitasi Medik?

Seiring bertambahnya usia, tiap orang menghadapi perubahan fungsi tubuh yang memengaruhi hidupnya. Di sinilah pentingnya rehabilitasi medik bagi lansia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 21 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Lindungi Lansia dari Risiko Jatuh Dengan 5 Latihan Keseimbangan Ini

Lansia lebih sulit menjaga kestabilan tubuh sehingga berisiko cedera dan jatuh. Latihan keseimbangan akan membantu melindungi lansia dari risiko tersebut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 28 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit