Mengenal Anyang-Anyangan, Saat Buang Air Kecil Terus Menerus dan Terasa Perih

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada berbagai kondisi yang bisa mengganggu proses keluarnya urin dari kandung kemih Anda. Kondisi yang sering membuat tidak nyaman adalah anyang-anyangan, terutama saat sedang buang air kecil. Meski bisa menyerang siapa saja, tapi anyang-anyangan pada wanita lebih sering terjadi ketimbang pada pria.

Untuk lebih jelasnya, mari simak lebih lanjut mengenai penyebab anyang-anyangan, obat anyang-anyangan, serta cara mencegah dan mengatasi anyang-anyangan.

Apa itu anyang-anyangan?

vagina berkeringat

Anyang-anyangan adalah kondisi yang sering dikaitkan dengan rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Atau dalam istilah medisnya, kondisi ini bisa disebut dengan nama disuria. Frekuensi buang air kecil umumnya akan menjadi lebih sering daripada biasanya, bahkan bisa mencapai dua kali dalam waktu satu jam.

Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan selama buang air kecil bisa bervariasi pada setiap orang. Ada yang berupa rasa sakit, nyeri, hingga rasa panas atau seperti terbakar di area alat kelamin Anda.

Seberapa umumkah anyang-anyangan?

Disuria bisa terjadi pada siapapun tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, sebagian besar kasus anyang-anyangan pada wanita lebih sering terjadi dibandingkan pada pria, dilansir dari laman Emedicine Health.

Ya, risiko seseorang menderita kondisi ini akan semakin meningkat pada wanita karena wanita memiliki uretra (tempat keluarnya air kencing) yang cenderung lebih pendek sehingga mudah mengalami infeksi. Jika disuria terjadi pada pria, biasanya lebih sering menyerang pria dengan usia lebih tua.

Gejala dan ciri-ciri anyang-anyangan

penyebab bad mood saat haid

Anyang-anyangan ni sebenarnya adalah sebuah gejala yang mengindikasikan suatu penyakit. Maka itu, tanda-tanda yang dialami masing-masing orang tidak selalu sama. Dengan kata lain, gejala yang timbul tergantung dari penyebab anyang-anyangan yang mendasarinya.

Bila ada infeksi dari bakteri yang menyerang organ vital Anda, memang akan menimbulkan gejala berupa rasa nyeri dan sakit ketika buang air kecil. Kondisi ini biasanya akan mengarah pada penyakit infeksi saluran kemih (ISK).

Tapi dalam beberapa kasus, gejala yang timbul bisa saja tidak berupa rasa sakit ataupun nyeri. Itu artinya, kondisi ini disebabkan oleh hal yang lain. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Keinginan untuk buang air kecil meningkat
  • Kesulitan dalam mengontrol kandung kemih
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil
  • Urin berwarna keruh, gelap, atau cenderung lebih pekat
  • Urin kadang disertai dengan darah
  • Kadang diiringi dengan demam

Kemungkinan masih ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala yang serupa seperti disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan lainnya, sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda. Terutama bila kondisi ini memengaruhi aktivitas sehari-hari. Konsultasi dengan dokter akan membantu menemukan solusi terbaik bagi kondisi kesehatan Anda.

Penyebab anyang-anyangan

polip kandung kemih

Ada berbagai macam hal yang bisa menjadi penyebab anyang-anyangan. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, penyebab anyang-anyangan atau disuria bisa karena adanya infeksi bakteri yang mengarah pada penyakit infeksi saluran kemih.

Jenis infeksi lain yang paling umum sebagai penyebab anyang-anyangan yakni infeksi kandung kemih (cystitis); infeksi ginjal (pielonefritis); infeksi prostat (prostatitis); serta peradangan atau pembengkakan pada bagian uretra (uretritis). Disamping itu, penyakit menular seksual (penyakit kelamin) juga bisa ditandai dengan timbulnya disuria saat buang air kecil.

Berbagai hal lain yang juga bisa menjadi penyebab anyang-anyangan, seperti:

  • Muncul batu pada kandung kemih. Berupa gumpalan mineral keras yang ada di kandung kemih. Biasanya terbentuk karena tidak buang air kecil secara tuntas sehingga urin menggumpal dan membentuk kristal mineral.
  • Trauma. Terjadi karena cedera atau iritasi setelah pemasangan kateter urin maupun kontak seksual.
  • Obstruksi anatomik. Misalnya karena pembesaran prostat atau penyempitan saluran kencing (striktur uretra).
  • Tumbuh jaringan yang tidak normal di area organ intim. Itu yang membuat nyeri ketika urin menyentuh jaringan abnormal.
  • Adanya iritasi di organ intim. Risiko anyang-anyangan pada wanita akan semakin besar jika Anda sering melakukan douching vagina, yakni mencuci vagina dengan menyemprotkan suatu larutan khusus ke dalam saluran vagina, menggunakan alat khusus yang telah dilengkapi dengan kantong dan selang.
  • Faktor hormonal. Efek dari pasca-menopause dan menopause yang membuat vagina terasa kering.
  • Kondisi neurologis. Ketika sulit mengosongkan kandung kemih.
  • Kanker. Menyerang uretra, kandung kemih, prostat, vagina, vulva, maupun penis.
  • Penggunaan sabun, parfum, ataupun produk perawatan organ intim lainnya.
  • Peradangan pada vagina. Disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus lainnya, yang akan menyebabkan gatal, perih, serta infeksi.

Siapa yang berisiko mengalami anyang-anyangan?

cara menggunakan BPJS rawat inap

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Anda menderita disuria adalah:

  • Jenis kelamin, anyang-anyangan pada wanita lebih sering terjadi ketimbang pada pria. Terlebih bila disebabkan oleh infeksi saluran kemih, maka perjalanan bakteri ke arah kandung kemih yang lebih pendek membuat wanita lebih mudah mengalami rasa tidak nyaman atau nyeri saat buang air kecil.
  • Mengidap penyakit infeksi saluran kemih.
  • Pernah melakukan pemasangan kateter urin. Umumnya terjadi pada orang yang kesulitan dalam berkemih sehingga harus pakai kateter untuk berkemih. Misalnya pada pasien rumah sakit, pasien dengan neuropathy uncontrolled urinary function, dan pasien kelumpuhan.
  • Memiliki batu yang mengendap di kandung kemih.
  • Mengalami pembesaran prostat, pada pria.
  • Mengalami penyempitan saluran kencing.
  • Menderita iritasi pada area organ intim.
  • Salah arah saat membersihkan saluran kencing. Bila membersihkan dimulai dari anus ke arah saluran kencing, maka bakteri pada anus bisa dengan mudah berpindah ke saluran kencing.

Bagaimana dokter mendiagnosis anyang-anyangan?

rawat jalan

Sebagian besar kasus disuria akan berlangsung dalam waktu singkat, sehingga tidak perlu pemeriksaan khusus. Namun, jika rasa sakit saat buang air kecil berlangsung terus-menerus dalam waktu yang cukup lama, bahkan terasa semakin parah. Sebaiknya jangan tunda untuk segera temui dokter dan konsultasikan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Anda.

Mulanya dokter akan meninjau semua riwayat kesehatan Anda, lengkap dengan gejala yang dialami dan kebiasaan pribadi yang menyangkut organ intim. Informasi mengenai frekuensi buang air kecil dan riwayat seksual yang dilakukan juga harus Anda sampaikan.

Berdasarkan hasil dari informasi tersebut, maka baru bisa ditentukan pemeriksaan apa yang paling sesuai untuk mendiagnosis keluhan yang Anda alami. Biasanya, pemeriksaan yang dilakukan dokter meliputi pemeriksaan pada perut atau panggul dengan ultrasonografi (USG); pemeriksaan genitalia eksterna atau pemeriksaan pada alat kelamin yang tampak dari luar; hingga pemeriksaan ginekologi untuk wanita.

Itu sebabnya, untuk mendiagnosis disuria tergantung dari pemicu utamanya. Jika dokter menduga penyebab anyang-anyangan adalah karena penyakit infeksi kandung kemih, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan tes urin.

Sampel urin yang dihasilkan nantinya akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna mendeteksi kehadiran bakteri organ saluran kemih Anda. Lain halnya bila Anda diduga mengalami vaginitis, maka perlu dilakukan swab test dari sampel jaringan di organ intim yang terinfeksi untuk diuji di laboratorium.

Di sisi lain, jika Anda mengalami disuria dan telah melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan banyak pasangan, dokter biasanya akan memutuskan untuk melakukan tes khusus guna mencari tahu apakah Anda menderita suatu jenis penyakit menular seksual – seperti gonore, klamidia, trikomoniasis, sifilis, dan HIV.

Obat anyang-anyangan

obat keputihan, keputihan saat hamil, penyebab keputihan, mengatasi keputihan

Oleh karena ada berbagai hal yang jadi penyebab anyang-anyangan, maka pemilihan obat anyang-anyangan pun juga harus disesuaikan dengan pemicunya. Untuk kasus infeksi pada saluran kencing, infeksi ginjal, infeksi kandung kemih, uretritis, serta vaginitis yang karena bakteri, maka obat anyang-anyangan yang tepat adalah dengan mengonsumsi antiobiotik sesuai dengan resep dokter.

Sementara untuk kasus vaginitis yang dipicu oleh pertumbuhan jamur, maka obat anyang-anyangan yang dipilih lebih dikhususkan untuk mengurangi hingga menghilangkan perkembangan jamur pada vagina.

Biasanya infeksi jamur akan diobati dengan obat antijamur, baik berupa obat oral, supositoria, maupun krim yang dioleskan langsung ke vagina. Obat oral yang bisa dijadikan pilihan obat anyang-anyangan karena vaginitis, termasuk clotrimazole, miconazole, nistatin, dan terconazole.

Krim vagina, supositoria vagina bisa didapatkan tanpa harus menggunakan resep dokter, tapi untuk obat oral perlu resep dari dokter terlebih dahulu.

Selain itu, juga bisa diberikan obat analgesik, seperti phenazopyridine, sebagai pilihan obat anyang-anyangan lainnya yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri atau meredakan rasa sakit di area saluran kemih Anda. Obat ini akan mengubah warna urin Anda menjadi jingga kemerahan. Antinyeri obat minum seperti asetaminofen dan ibuprofen juga dapat digunakan sebagai obat anyang-anyangan.

Penting untuk selalu mematuhi petunjuk pemakaian obat anyang-anyangan ini.

Bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan di rumah?

Sama halnya seperti pilihan obat anyang-anyangan yang bisa dikonsumsi, cara mengatasi anyang-anyangan pun tidak bisa sembarangan. Alias tergantung pada penyebab anyang-anyangan yang Anda alami. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi anyang-anyangan:

1. Konsultasi pada spesialis urologi

Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti ISK, tumor saluran kemih, atau batu saluran kemih. Oleh karena itu perlu konsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis urologi untuk mengetahui sebab utama terjadinya anyang-anyangan tersebut.

Jika rasa sakit saat berkemih (disuria) yang Anda rasakan dipicu karena adanya sel kanker pada saluran kemih, maka rujukan dan konsultasi pada dokter spesialis urologi juga merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi anyang-anyangan. Di sana Anda akan dipandu untuk menjalani serangkaian tes dan pengobatan lebih lanjut.

Penanganan untuk masing-masing kasus kanker juga akan berbeda, tergantung pada jenis kanker, lokasi kanker, dan tingkat keparahan kanker. Umumnya perawatan yang akan Anda dapatkan meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

2. Jaga kebersihan area organ intim

Setelah buang air kecil, terapkan untuk selalu membersihkan saluran kencing dari arah depan ke belakang. Tujuannya, untuk mengurangi perpindahan bakteri dari anus (belakang) ke saluran kencing (depan). Hindari melakukan douching atau membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan cairan ke dalam vagina.

Meski hal-hal seperti ini lebih ditujukan untuk mengatasi anyang-anyang pada wanita, tapi tidak kalah penting untuk diterapkan oleh pria sebagai bentuk cara untuk mengatasi anyang-anyangan.

3. Berendam dalam air hangat

Disuria memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga sakit saat buang air kecil. Berendam di dalam air hangat diyakini bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di area organ vital Anda.

4. Istirahat yang cukup

Dalam beberapa kasus, disuria bisa disertai dengan gejala demam tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Untuk itu, Anda perlu tidur dan istirahat yang cukup hingga demam dan nyeri reda.

5. Kosongkan kandung kemih

Hindari menahan keinginan untuk buang air kecil, terlebih dalam waktu yang lama. Sebaiknya ikuti keinginan alami tubuh untuk buang air kecil dan kosongkan kandung kemih Anda sampai tuntas. Cara ini lambat laun bisa bantu mengatasi anyang-anyangan pada wanita dan pria yang cukup mengganggu.

6. Makan yogurt dengan teratur

Bila rasa tidak nyaman saat buang air kecil yang Anda alami disebabkan oleh adanya infeksi jamur di area organ intim, coba atasi dengan cara makan yogurt yang mengandung ragi secara teratur. Pasalnya, yogurt bisa membantu menghentikan perkembangan infeksi jamur sekaligus mencegahnya kambuh kembali.

Yogurt juga dilengkapi dengan sumber kalsium yang baik, sehingga aman untuk mendukung perkembangan bakteri baik dalam vagina Anda sekaligus mengurangi infeksi jamur yang secara tidak langsung bisa bantu mengatasi anyang-anyangan pada wanita.

6. Patuhi anjuran dari dokter

Penting juga untuk rutin memeriksakan diri Anda ke dokter guna memantau perkembangan kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh dan mengatasi anyang-anyangan yang Anda alami. Tak lupa untuk selalu mematuhi semua petunjuk dokter, dengan tidak sembarangan minum obat ataupun mengonsumsi obat tanpa izin dan saran dari dokter.

Cara mencegah anyang-anyangan

keputihan saat hamil muda

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah kondisi ini?

Bagi Anda yang belum pernah mengalami kondisi tidak nyaman ketika buang air kecil, dan sebelum harus “terjebak” untuk mengatasi anyang-anyangan yang Anda derita. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan guna mencegahnya. Apalagi jika Anda seorang wanita dan ingin mencegah munculnya anyang-anyangan pada wanita.

Intinya, Anda diharuskan untuk lebih rajin dan telaten dalam menjaga area organ intim. Entah itu dengan selalu buang air kecil sebelum dan sesudah bangun tidur; setelah melakukan hubungan seksual; membasuh saluran kencing dari arah depan ke belakang; memastikan area organ intim selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab; mengganti pembalut secara teratur; hingga memakai celana dalam dengan bahan dasar katun dan tidak ketat.

Tidak ada salahnya juga untuk menghindari penggunaan sabun atau pembersih khusus kewanitaan guna mencegah anyang-anyangan pada wanita. Jika ingin lebih spesifik mencegah disuria atau nyeri saat berkemih yang dipicu oleh infeksi kandung kemih dan infeksi ginjal, Anda diharuskan minum banyak air putih agar membantu membersihkan saluran kemih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca