Serba-serbi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) yang Penting Diketahui Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sama seperti haid, ovulasi menjadi hal yang pasti dialami wanita normal setiap bulannya. Namun bedanya, ovulasi, alias pelepasan sel telur dari ovarium, ini biasanya tidak disadari karena tandanya yang sangat samar. Akan tetapi, pada sebagian wanita proses ovulasi sering kali menyakitkan. Dalam istilah media kondisi ini disebut dengan mittelschmerz yang berarti nyeri ovulasi.

Sekilas tentang nyeri ovulasi (mittelschmerz)

Rebamipide adalah obat

Mittelschmerz merupakan istilah dalam bahasa Jerman yang berarti sakit di tengah. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan rasa sakit di tengah-tengah siklus haid, yaitu sekitar 14 hari sebelum dimulai. Rasa nyeri ini biasanya muncul tepatnya di perut bagian bawah, di salah satu sisi perut atau panggul saja.

Lokasi nyeri biasanya bergantung pada ovarium mana yang melepaskan sel telur selama siklus tersebut. Apakah ovarium kanan atau bagian kiri. Nyeri yang dirasakan umumnya bisa berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.

Penyebab nyeri ovulasi (mittelschmerz)

penyebab rahim miring

Saat ovulasi, kista folikel akan membengkak dan pecah untuk melepaskan sel telur. Kondisi ini biasanya dipicu oleh hormon luteinizing (LH) dalam tubuh. Setelah sel telur (ovum) dilepaskan, tuba fallopi akan berkontraksi untuk membantu ovum menuju ke sperma.

Selanjutnya, darah dan cairan lain dari folikel yang pecah ini bisa masuk ke rongga perut dan panggul selama prosesnya. Kondisi ini bisa membuat rongga perut dan panggul mengalami iritasi.

Hal tersebutlah yang memicu munculnya rasa sakit saat ovulasi. Selain itu, dikutip dari Healthline, ada masalah kesehatan lain yang juga bisa memicu nyeri ovulasi seperti:

Gejala nyeri ovulasi (mittelschmerz)

sakit gejala usus buntu

Nyeri ovulasi biasanya ditandai dengan gejala yang meliputi:

  • Demam
  • Sakit di perut bagian bawah
  • Perut seperti kram
  • Rasa sakit yang cukup menusuk dan tiba-tiba
  • Keputihan atau perdarahan vagina ringan
  • Nyeri yang terus-menerus
  • Diserta mual dan muntah

Untuk mengetahui apakah yang Anda alami termasuk ke dalam mittelschmerz atau bukan, buat catatan khusus kapan rasa nyeri ini datang. Jika terjadi di tengah siklus haid dan kerap hilang tanpa pengobatan, kemungkinan besar Anda mengalami mittelschmerz.

Pengobatan nyeri ovulasi (mittelschmerz)

metoclopramide obat mual muntah sakit perut ibu hamil

Rasa nyeri akibat ovulasi ini biasanya hilang dalam waktu 24 jam. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak memerlukan perawatan khusus untuk kondisi ini. Obat-obatan penghilang rasa sakit yang dijual bebas di pasaran, seperti naproxen (Aleve),  ibuprofen (Advil, Motrin IB), dan acetaminophen (Tylenol) biasanya cukup efektif untuk membantu meredakan nyeri.

Selain itu, menaruh botol berisi air panas (mengompres) di perut juga bisa membantu mengurangi rasa sakit. Alternatif lainnya, Anda juga bisa berendam atau mandi air hangat untuk merilekskan perut. Untuk rasa nyeri yang cukup parah dokter, bisa meresepkan kombinasi pil KB.

Kapan harus ke dokter akibat nyeri ovulasi?

penyebab sirosis hati

Biasanya kondisi mittelschmerz akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu obat atau bantuan medis. Namun, Anda perlu memeriksakannya jika rasa nyeri ini sudah tak tertahankan dan disertai dengan berbagai gejala, seperti:

  • Muntah
  • Ruam pada bagian yang nyeri
  • Sakit saat kencing
  • Demam
  • Nyeri lebih dari satu hari

Pasalnya, berbagai gejala ini bisa menjadi sinyal yang diberikan tubuh untuk memberi tahu bahwa ada masalah yang lebih serius dari sekadar nyeri ovulasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca