backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

Sakit Perut Bagian Bawah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 21/02/2024

Sakit Perut Bagian Bawah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit perut bagian bawah bisa menandakan berbagai masalah kesehatan. Pasalnya, di dalam perut terdapat berbagai organ dengan fungsinya masing-masing.

Untuk menentukan pengobatannya, tentu saja Anda harus mengetahui kenapa perut bagian bawah Anda terasa sakit.

Penyebab sakit perut bagian bawah

Bagian bawah perut mencakup area di antara pusar dan tulang kemaluan. Maka, rasa sakit di bagian bawah perut dapat berkaitan dengan organ-organ tubuh di sekitar area tersebut, seperti usus, ovarium, atau panggul.

Berikut adalah berbagai penyebab nyeri perut bagian bawah yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Usus buntu

gejala usus buntu

Gejala utama dari usus buntu adalah nyeri pada bagian bawah pusar. Rasa nyeri tersebut disebabkan oleh peradangan di dalam usus buntu.

Rasa sakit biasanya akan menjalar hingga bagian kanan bawah perut dan terasa semakin nyeri ketika Anda batuk, bersin, atau memberikan tekanan di area tersebut.

Selain nyeri perut bagian bawah, usus buntu juga ditandai dengan mual, sembelit, penurunan nafsu makan, hingga demam ringan.

2. Kram menstruasi

Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang kerap dialami oleh perempuan yang sedang menstruasi.

Rasa sakit ini bisa menjalar ke paha bagian dalam dan punggung. Nyeri karena menstruasi bisa terasa sejak 1–3 hari sebelum menstruasi sampai 2–3 hari setelah hari pertama haid.

Kram perut saat menstruasi disebabkan oleh peningkatan prostaglandin, zat mirip hormon yang salah satu fungsinya ialah merangsang kontraksi otot rahim.

Kontraksi dibutuhkan untuk meluruhkan dinding rahim yang tidak digunakan karena tidak ada pembuahan.

3. Radang prostat

Bagi seorang pria, sakit perut bagian bawah bisa menandakan radang prostat. Selain pada perut, nyeri karena radang prostat juga bisa terasa di sekitar penis, anus, hingga punggung bagian bawah.

Radang prostat biasanya juga menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil maupun BAB. Anda mungkin juga mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, khususnya di malam hari.

Gejala radang prostat biasanya hilang dan timbul. Jika gejala tersebut terus muncul selama setidaknya enam bulan, ini artinya Anda sudah mengalami radang prostat kronis yang membutuhkan penanganan segera.

4. Kista ovarium

Alasan lain kenapa perut bagian bawah terasa sakit adalah pertumbuhan kantong berisi cairan atau kista di ovarium.

Sakit perut bagian bawah ini bisa terasa di sebelah kanan maupun kiri ovarium, sesuai dengan ovarium sebelah mana yang ditumbuhi kista.

Selain itu, kista ovarium biasanya disertai nyeri panggul, perdarahan vagina, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Rasa sakit karena kista ovarium bisa terasa sangat tajam atau bahkan tumpul, tetapi kondisi ini umumnya datang dan pergi.

Sebagian besar kasus kista ovarium memang tidak bergejala. Jika rasa sakit semakin intens, kista Anda mungkin sudah pecah sehingga membutuhkan penanganan segera.

Tahukah Anda?


Kista ovarium biasanya juga menyebabkan nyeri menstruasi semakin memburuk. Oleh karena itu, pastikan ke dokter jika nyeri menstruasi Anda sangat mengganggu.

5. Radang panggul

Penyebab lain dari nyeri perut bagian bawah adalah radang panggul. Rasa sakit ini disebabkan oleh infeksi pada panggul atau organ di sekitarnya, seperti ovarium, mulut rahim, rahim, dan tuba falopi.

Mengutip dari buku Pelvic Inflammatory Disease (2023), sakit perut karena radang panggul bisa terasa hingga bagian panggul.

Masalah ini biasanya juga disertai dengan rasa tidak nyaman saat berhubungan ranjang. Namun, sebagian kasus radang panggul memang tidak menimbulkan gejala sakit perut.

Beberapa orang dengan radang panggul mungkin baru berobat ketika merasakan gejala yang lebih parah, seperti kesulitan hamil.

6. Penyakit Crohn

Crohn’s disease atau penyakit  peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan, khususnya usus halus dan usus besar, juga bisa menyebabkan nyeri perut bagian kanan bawah.

Selain nyeri pada perut, penyakit Crohn juga menimbulkan gejala berupa diare, BAB berdarah, pucat, dan penurunan nafsu makan.

Pada anak-anak, penyakit Crohn bisa menyebabkan gangguan tumbuh-kembang karena proses penyerapan gizi yang terhambat.

7. Gangguan ginjal

Jika rasa sakit berawal dari punggung bagian bawah, Anda perlu mencurigai adanya gangguan pada ginjal. Kondisi ini terjadi ketika ginjal dipenuhi oleh limbah atau cairan.

Selain itu, kondisi lain terkait ginjal yang juga dapat menyebabkan sakit perut sebelah kiri bawah adalah batu ginjal.

Selain rasa sakit, kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan rasa terbakar saat buang air kecil, kencing berdarah, dan demam.

8. Gangguan pencernaan

Diare, sembelit, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya juga bisa menjadi penyebab sakit perut bagian bawah. Kebanyakan kasus gangguan pencernaan memang bisa membaik dengan sendirinya.

Namun, jika rasa sakit tidak juga membaik, atau bahkan diikuti gejala lain, seperti muntah-muntah, mudah lelah, dan penurunan berat badan secara drastis, Anda sebaiknya segera periksa ke dokter.

Cara mengatasi sakit perut bagian bawah

Obat cacing Vermox 500

Karena sakit perut bagian bawah bisa disebabkan oleh banyak faktor, pengobatannya pun bisa berbeda-beda pada tiap orang. Itulah mengapa Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Jika rasa sakit masih cukup ringan, Anda bisa minum obat pereda nyeri. Namun, Anda membutuhkan resep dokter jika memerlukan obat yang lebih keras, seperti opioid atau steroid.

Selain menjalani perawatan dari dokter, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankan sakit perut bagian bawah.

  • Minum air putih setidaknya delapan gelas per hari.
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Tempelkan kompres hangat pada perut. 
  • Kurang konsumsi kafein dan teh.

Nyeri pada perut bisa juga disebabkan kondisi lain yang tidak disebutkan di atas. Oleh karena itu, selalu ikuti saran perawatan dari dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 21/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan