Apakah Bahaya Jika Darah Haid yang Keluar Sedikit (Hipomenorea)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Wajar jika Anda cemas saat tahu darah haid yang keluar bulan ini jauh lebih sedikit ketimbang biasanya. Kondisi ini dalam ilmu medis disebut dengan hipomenorea. Apa yang menyebabkan hipomenorea itu? 

Apa itu hipomenorea?

menstruasi sedikit

Hipomenorea adalah sebuah kondisi ketika darah yang keluar saat menstruasi lebih sedikit daripada biasanya. Kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena setiap wanita mungkin akan mengalami perubahan siklus hingga jumlah darah menstruasi yang keluar. 

Nah, biasanya pada wanita yang mengalami hipomenorea akan muncul gejala, seperti:

  • Siklusnya datang lebih cepat
  • Lebih sedikit memerlukan pembalut dibandingkan biasanya
  • Pada hari pertama dan kedua, darah menstruasi tidak keluar sebanyak biasanya.
  • Pendarahan haidnya berupa bercak darah atau flek

Terkadang hipomenorea juga terjadi akibat adanya masalah kesehatan tertentu. Meski begitu, ada juga wanita yang tak memiliki gangguan kesehatan apa pun tapi darah haidnya sedikit. Kondisi ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh riwayat keluarga dan keturunan.

Penyebab darah menstruasi keluar lebih sedikit

Tidak hanya dari riwayat keluarga, hipomenorea juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Umur

tips berkomunikasi dengan anak remaja

Banyak atau sedikitnya darah yang keluar saat haid juga dapat dipengaruhi oleh umur Anda. Pada saat Anda baru-baru mengalami menstruasi, contohnya saat remaja, biasanya aliran menstruasi cenderung lebih sedikit dibandingkan wanita berumur 30-40 tahun.

Nah, jika Anda sedang memasuki usia menopause, yang terjadi justru adalah kebalikannya. Anda tidak mengalami hipomenorea, melainkan mendapati siklus menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kedua kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormon.

2. Efek samping kontrasepsi

menstruasi berlebihan

Selain faktor umur, ternyata penggunaan pil KB juga mempengaruhi hipomenorea. Mulai dari pil kontrasepsi, IUD, atau implan mengandung estrogen yang cukup rendah, sehingga mengurangi pertumbuhan endometrium. Hal tersebut menyebabkan endometrium saat menstruasi menjadi lebih sedikit.

Pada kasus tertentu, beberapa dokter akan menyarankan para wanita yang mengalami kondisi ini untuk tetap memakai kontrasepsi. Hal ini dilakukan agar membantu siklus menstruasi mereka kembali normal dan konsisten.

3. Berat badan

mengatasi anoreksia nervosa

Hipomenorea juga dapat terjadi disebabkan oleh angka timbangan Anda yang jauh dari batas wajar. Berat dan lemak di badan dapat mempengaruhi menstruasi Anda karena hormon yang bekerja secara tidak normal. Kurangnya berat badan yang disebabkan oleh anoreksia dan bulimia juga dapat memunculkan kondisi ini.

Oleh karena itu, kekurangan berat badan bisa membuat tubuh Anda berovulasi tidak secara teratur. Nah, jagalah berat badan Anda agar kondisi ini tidak terjadi dengan rutin berolahraga tetapi tidak berlebihan.

4. Hamil

makan pepaya saat hamil

Biasanya, menstruasi akan berhenti pada ibu hamil. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa bercak darah atau flek terjadi pada mereka. Nah, jika darah menstruasi Anda keluarnya lebih sedikit dibandingkan biasanya, periksakan diri Anda untuk mengetahui apakah Anda hamil atau tidak. Hal tersebut bisa menjadi pertanda awal dari kehamilan.

5. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

apa itu pcos polycystic ovary syndrome

Polycystic ovary syndrome adalah kelainan hormon wanita yang memproduksi banyak kista kecil pada indung telur. Selain dapat menghasilkan hormon pria (androgen), penyakit ini juga mempengaruhi siklus dan perdarahan menstruasi Anda yang berujung pada hipomenorea.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala PCOS dan darah menstruasi Anda juga sedikit, segera periksakan ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

6. Stres

cemas mempertajam ingatan

Jika Anda mengalami stres berkepanjangan, hal tersebut dapat berdampak pada menstruasi Anda. Otak Anda dapat mengubah hormon siklus haid, sehingga terkadang Anda tidak mengalami menstruasi atau justru darah yang keluar hanya sedikit. Nah, apabila Anda sudah tidak stres, biasanya hipomenorea akan hilang dan menstruasi kembali normal.

Kapan saya harus ke dokter?

Walaupun hipomenorea tidak berbahaya, perdarahan menstruasi yang sedikit dan sering terjadi tentu dapat menjadi pertanda bahwa ada masalah dengan tubuh Anda. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, segera konsultasikan ke dokter agar mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

  • Tidak menstruasi lebih dari 3x dan tidak hamil
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Merasakan sakit ketika haid berlangsung

Nah, sekarang Anda sudah tahu bukan bahwa hipomenorea tidak berbahaya. Akan tetapi, jika darah menstruasi Anda keluarnya tetap sedikit dalam beberapa waktu, Anda tetap harus mewaspadainya. Oleh karena itu, silahkan datangi dan tanyakan kepada dokter Anda terkait kondisi ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca