Vagina Gatal dan Bau? Waspada Gejala Trikomoniasis

Oleh

Trikomoniasis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis. Wanita paling sering terkena penyakit ini, meski laki-laki juga dapat terinfeksi dan menularkan trichomononiasis kepada pasangan mereka melalui kontak seksual tanpa pengaman. Pada wanita, parasit ini menyerang vagina, uretra (saluran kandung kemih), dan kandung kemih.

Meski berapa banyak jumlah wanita Indonesia yang terinfeksi penyakit ini belum dapat diketahui pasti, trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit kelamin yang paling sering terjadi pada perempuan muda yang aktif secara seksual. Penting untuk Anda mengetahui apa saja tanda dan gejala dari trikomoniasis, beserta langkah pengobatannya.

Apa saja tanda dan gejala trikomoniasis pada wanita?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa infeksi trikomoniasis pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, kebanyakan wanita yang memiliki parasit ini tidak mengetahui mereka telah terinfeksi. Jikapun muncul, gejala trikomoniasis bisa tampak mulai dari lima hingga 28 hari atau bahkan beberapa bulan setelah paparan pertama dengan parasit.

Gejala pada wanita dapat mencakup:

  • Keputihan abnormal — berbusa, berwarna kuning kehijauan, dan berbau busuk atau amis; mungkin juga mengandung darah
  • Nyeri saat buang air kecil dan/atau sering buang air kecil
  • Sakit saat seks
  • Iritasi vagina — mungkin terasa sakit, perih, gatal, bengkak
  • Nyeri di bagian bawah perut (jarang)

Namun demikian, sejumlah pertanda ini juga umum muncul di banyak kondisi kesehatan lainnya. CDC menambahkan bahwa gejala juga mungkin datang dan pergi.

Bagaimana trikomoniasis didiagnosis oleh dokter?

Gejala trikomoniasis pada wanita sering salah didiagnosis sebagai uretritis (infeksi kandung kemih), sehingga umumnya tidak ditangani dengan tepat lalu menimbulkan komplikasi lebih lanjut — misalnya, meningkatkan peluang risiko wanita terinfeksi dengan atau menyebarkan HIV pada pasangan seksnya.

Maka, tidak mungkin untuk mendiagnosis trikomoniasis hanya berdasarkan gejalanya saja. Dokter harus melakukan pemeriksaan fisik dan uji lab agar dapat mendiagnosis trikomoniasis

Dokter akan mengambil sampel cairan vagina Anda dengan kapas atau cotton bud, dan menelitinya di laboratorium. Diagnosis trikomoniasis dapat dipastikan jika sampel keputihan Anda menunjukkan tingkat pH yang lebih tinggi dari 4,5 (kadar pH normal vagina), dan juga keberadaan parasit T. vaginalis. Trikomoniasis juga dapat didiagnosis dengan tes khusus DNA atau RNA trikomoniasis, atau sel kultur. Parasit ini lebih sulit dideteksi pada pria dibandingkan wanita.

Kabar baiknya, trikomoniasis dapat diobati dengan antibiotik. Mengabaikan gejala hanya akan memperburuk masalah, dan juga mempersulit diagnosis pasti. CDC mengatakan, infeksi yang tidak diobati dapat bertahan selama beberapa bulan atau tahun. Dan jika Anda hamil selama waktu-waktu ini, trichonomiasis dapat meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan prematur dan bayi BBLR.

Apa obat untuk trikomoniasis?

Trikomoniasis dapat disembuhkan dengan resep antibiotik berupa pil dosis tunggal  (metronidazole atau tinidazol) yang dapat dikonsumsi melalui mulut. Wanita hamil juga boleh minum obat ini.

Orang-orang yang telah menjalani pengobatan trikomoniasis bisa kembali terinfeksi lagi, jika terlibat dalam hubungan seks berisiko. Sekitar 1 dari 5 orang bisa terinfeksi ulang dalam waktu 3 bulan setelah pengobatan. Untuk menghindari terinfeksi kembali, pastikan bahwa pasangan seks Anda juga menjalani pengobatan yang sama, dan menunggu untuk berhubungan seks sampai semua gejala hilang (sekitar seminggu).

Sebelum mengonsumsi obat, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat-obatan apa yang sedang Anda dan pasangan Anda gunakan saat ini. Beberapa orang yang minum alkohol dalam waktu 24 jam setelah minum obat ini dapat mengalami beberapa efek samping yang tidak nyaman. Anda dan pasangan Anda perlu menghabiskan seluruh dosis obat agar kemanjurannya efektif. Buat janji periksa ke dokter lagi jika gejala Anda datang kembali.

Apakah trikomoniasis bisa dicegah?

Satu-satunya cara untuk mencegah trikomoniasis sepenuhnya adalah dengan tidak berhubungan seks sama sekali. Jika Anda akan melakukan hubungan seks, perhatikan hal-hal berikut:

  • Gunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seks — kondom lateks adalah kondom yang paling efektif untuk menurunkan risiko infeksi trichonomiasis dan PMS lainnya
  • Batasi jumlah pasangan seks, dan jangan bolak-balik antar pasangan. Atau, batasi kontak seksual hanya dengan satu orang yang sudah terjamin tidak terinfeksi

Namun demikian, kondom tidak menutupi segalanya, dan masih mungkin untuk mendapatkan atau menyebarkan infeksi ini bahkan ketika menggunakan kondom. Jika Anda pikir Anda terjangkit trikomoniasis, hindari kontak seksual dan kunjungi dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca