Beragam Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Mulut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gejala kanker mulut sering dikira sebagai sariawan biasa. Alhasil, banyak orang yang terlambat mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat. Padahal semakin cepat kanker terdeteksi dan diobati, peluang kesembuhannya juga makin besar. Jika tidak, kanker ini dapat mengancam nyawa penderitanya. Berikut adalah beragam pilihan obat medis sebagai salah satu cara pengobatan kanker mulut.

Obat untuk kanker mulut

Kanker mulut atau kanker oral terjadi ketika sel kanker menyerang jaringan mulut yang sehat, dari lidah, gusi, pipi, sinus, bibir, langit-langit mulut, hingga tenggorokan.

Obat untuk kanker mulut biasanya akan disesuaikan dengan stadium kanker yang diidap oleh pasien. Dikutip dari National Health Service, apabila kanker mulut ditemukan sejak dini ada kemungkinan peluang untuk menyembuhkan kanker sehingga tidak kembali.

Anda mungkin hanya perlu menjalani satu pengobatan, atau malah beberapa pengobatan sekaligus.

Berikut pilihan obat serta pengobatan untuk mengatasi kanker mulut yang perlu Anda ketahui.

1. Obat kemoterapi

aturan minum obat diare

Kemoterapi adalah terapi kanker yang menggunakan obat-obatan. Obat kemoterapi untuk kanker mulut dapat diminum langsung atau diberikan lewat infus.

Sampai saat ini kemoterapi dianggap sebagai pengobatan yang cukup efektif untuk menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Ada banyak sekali jenis obat kemoterapi.

Beberapa jenis obat kanker mulut yang paling umum termasuk cisplatincarboplatinpaclitaxel, docetaxel, dan hydroxyurea.

Dokter biasanya akan menentukan obat kemoterapi yang tepat berdasarkan jenis kanker, stadium kanker, dan kondisi masing-masing pasien. Obat-obatan kemoterapi juga dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan berbagai pengobatan kanker lainnya.

Sama seperti obat medis lainnya, obat kemoterapi untuk kanker mulut juga memiliki potensi efek samping. Hal ini karena obat kemoterapi dapat merusak sel dan jaringan tubuh yang sehat. Rusaknya sel dan jaringan tubuh yang sehat inilah yang memicu beberapa efek samping dari kemoterapi.

Kemungkinan efek samping dari pengobatan kemoterapi kanker mulut yang paling umum meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Rambut rontok
  • Sariawan
  • Merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nafsu makan menurun
  • Tekanan darah rendah
  • Sensasi mati rasa atau baal pada tangan dan kaki
  • Gangguan pendengaran dan keseimbangan.

Kemoterapi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Alhasil, Anda jadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. Biasanya berbagai efek samping yang sudah disebutkan tadi akan berhenti atau hilang setelah Anda selesai melakukan perawatan.

2. Cetuximab

obat penghilang rasa sakit

Cetuximab adalah obat jenis antibiodi yang digunakan untuk pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut.

Cara kerja obat kanker mulut ini dengan menghambat reseptor faktor pertumbuhan epidermal. Reseptor faktor pertumbuhan epidermal adalah protein pada permukaan sel kanker.

Reseptor inilah yang merangsang pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Obat ini dimasukkan lewat suntikan langsung ke dalam pembuluh darah, biasanya setiap satu minggu sekali. Sebelum Anda mendapatkan suntikan Cetuximab, dokter biasanya akan memberikan obat lain seperti diphenhydramine untuk mengurangi risiko efek sampingnya.

Setiap orang mungkin membutuhkan dosis yang berbeda. Sebab, dosis obat ini diberikan berdasarkan berat badan, kondisi kesehatan, dan bagaimana tubuh Anda merespon pengobatan.

Dosis awal obat atau pengobatan kanker mulut ini dimulai dalam takaran yang besar dan diberikan selama 2 jam. Jika pasien dapat menolerir obat, dosis selanjutnya akan dikurangi dan diberikan selama 1 jam.

Dokter atau petugas medis akan mengawasi Anda setidaknya selama 1 jam setelah infus diberikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tubuh Anda tidak bereaksi negatif terhadap obat. Tanda-tanda bila Anda mengalami reaksi negatif terhadap Cetuximab di antaranya:

  • Muncul ruam di kulit mirip jerawat
  • Kulit memerah, bengkak, atau mengembung
  • Mata belekan atau mata kering
  • Tidak enak badan seperti mau sakit flu
  • Mengalami haus yang amat sangat
  • Sensasi panas dingin pada kulit

3. Imunoterapi

obat paratusin adalah

Imunoterapi adalah salah satu pengobatan kanker mulut dengan menggunakan bantuan sistem kekebalan tubuh Anda sendiri untuk melawan sel-sel kanker. Sistem kekebalan tubuh adalah sekumpulan organ, sel khusus, dan zat yang membantu melindungi tubuh Anda dari infeksi dan berbagai penyakit.

Sayangnya, protein yang dihasilkan dari sel kanker memiliki protein yang membuat sel-sel imun sulit untuk mendeteksinya. Maka dari itu, imunoterapi berperan dalam membuat sel-sel imun lebih peka terhadap keberadaan sel kanker sehingga lebih cepat dan efektif untuk menghancurkannya.

Biasanya obat atau pengobatan imunoterapi diperuntukkan bagi pasien kanker mulut yang sudah tidak mempan lagi dengan obat maupun terapi lainnya.

Efek samping yang paling terasa dari pengobatan imunoterapi adalah rasa sakit, gatal, atau bengkak di bagian tubuh yang disuntik. Anda mungkin juga akan mengalami beberapa efek samping lainnya, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Demam
  • Sakit kepala

Pengobatan lain untuk kanker mulut

1. Radioterapi

Radioterapi atau terapi dengan menggunakan radiasi merupakan prosedur medis untuk menangani penyakit seperti kanker. Maka dari itu, hal ini pun bisa Anda manfaatkan sebagai obat atau pengobatan kanker mulut.

Biasanya, terapi ini dilakukan setelah operasi untuk mencegah kembalinya kanker. Merupakan perawatan pertama yang diberikan dan dikombinasikan dengan obat kemoterapi. Pengobatan kanker mulut ini dilakukan setiap hari dalam waktu 6 minggu.

Namun, disesuaikan pula dengan ukuran kanker dan sudah seberapa banyak penyebarannya. Efek samping dari radioterapi ini adalah tidak hanya memengaruhi sel kanker. Namun, juga dapat memengaruhi jaringan yang sehat.

Efek samping lainnya yang bisa dirasakan:

  • Kulit yang kemerahan seperti terbakar matahari.
  • Mulut menjadi kering.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mudah merasa lelah.

2. Photodynamic therapy (PDT)

Pengobatan kanker mulut yang satu ini akan direkomendasikan apabila Anda juga mempunyai lesi yang hampir berubah menjadi kanker. Lesi merupakan jaringan yang tidak normal di area mulut.

Tidak hanya itu saja, pengobatan ini juga dapat dilakukan ketika berada di kondisi tahap awal.

Saat akan melakukan PDT, Anda akan diberikan obat kanker mulut terlebih dahulu. Obat ini akan memberikan efek samping yaitu kulit serta jaringan lain akan lebih sensitif terhadap cahaya.

Maka dari itu, hal ini pula yang akan membuat jaringan kanker menjadi lebih sensitif. Lalu, pengobatan ini pun menggunakan laser yang tujuan utamanya mungkin akan menghancurkan permukaan lapisan kanker.

Hal yang harus diperhatikan adalah keharusan untuk tinggal di ruangan gelap selama 7 hari tanpa cahaya sama sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tenggorokan Stadium 1: Gejala, Cara Mendeteksi, dan Pengobatannya

Perkembangan kanker tenggorokan umumnya dibagi menjadi 4 tahapan stadium. Apa artinya jika Anda didiagnosis kanker tenggorokan stadium 1?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 31/10/2019 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Untuk pasien kanker tenggorokan stadium awal, dokter sering merekomendasikan pengobatan langsung lewat operasi. Mana yang akan Anda jalani?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Tiroid, Health Centers 31/10/2019 . Waktu baca 5 menit

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2019 . Waktu baca 5 menit

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/10/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ultrasound menghancurkan sel kanker

Terapi Ultrasound Tidak Hanya untuk Kecantikan, Tapi Bisa Kurangi Sel Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker muncul setelah sembuh

Ria Irawan Meninggal Dunia Akibat Kanker yang Kembali Muncul, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat nanas untuk kanker

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019 . Waktu baca 4 menit
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 6 menit