Siomay vs Batagor: Mana yang Lebih Sehat Dimakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siomay dan batagor menjadi salah satu makanan yang banyak digemari berbagai kalangan. Makanan yang dilengkapi bumbu kacang dan jeruk nipis ini memang bisa memanjakan lidah dan mengenyangkan perut Anda. Namun, lebih sehat mana jika dikonsumsi? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Apa itu siomay dan batagor?

Siomay adalah campuran daging ikan tenggiri atau udang dengan tepung tapioka. Campuran adonan kemudian dibentuk menjadi bentuk bulat yang kemudian dikukus. Ada pula yang membuatnya dengan menyelimuti campuran adonan dengan kulit lumpia.

Selain kukusan ikan dan tepung, siomay juga dilengkapi dengan bahan makanan lain, seperti kentang, kubis, pare, tahu putih, dan telur. Setelah itu, siomay disajikan dengan siraman sambal kacang, saus, jeruk nipis, dan kecap.

Sama seperti siomay, batagor juga disajikan dengan siraman sambal kacang, saus, dan kecap. Akan tetapi, cara mengolah dan bahan yang digunakan sedikit berbeda.

Batagor dibuat dari tahu kulit yang bagian tengahnya diisi dengan adonan tepung tapioka dan ikan tenggiri yang kemudian digoreng. Variasi lainnya, Anda bisa menggoreng adonannya saja setelah dibentuk menjadi bulatan atau menggoreng kulit lumpia sehingga jadi seperti keripik.

Mana yang lebih sehat antara siomay dengan batagor?

batagor
Sumber: Grosir Mesin

Pada dasarnya, siomay dan batagor dibuat dari bahan yang sama. Namun, baik siomay maupun batagor, punya rasa yang khas. Siomay lebih kaya akan rasa ikan sementara batagor lebih memanjakan lidah karena sensasi gurih dan renyahnya.

Terlepas dari rasanya, ternyata siomay jauh lebih sehat ketimbang batagor. Berikut ini ada beberapa alasan kenapa siomay disebut-sebut lebih sehat untuk Anda.

1. Nutrisinya lebih lengkap

Siomay dan batagor merupakan olahan makanan dari ikan tenggiri. Ikan yang termasuk dalam kelompok spanish mackerel ini mengandung asam lemak omega 3, vitamin B12, dan selenium.

Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan melindungi sel dari kerusakan akibat paparan radiasi bebas.

Akan tetapi, nutrisi siomay jauh lebih kaya karena disajikan dengan tambahan kubis, kentang, pare, dan telur. Protein yang Anda dapat tidak hanya dari ikan saja, tapi juga dari sayur dan telur.

Menurut Data Konsumsi Pangan Indonesia, kubis, kentang, dan pare mengandung kalium, kalsium, serat, fosfor, zat besi, tembaga, vitamin B, dan vitamin C. Dengan mengonsumsi siomay, Anda membantu memenuhi kebutuhan mineral, protein, dan vitamin di dalam tubuh.

2. Mengandung lebih sedikit minyak

Selain lebih lengkap nutrisinya, siomay juga dianggap lebih sehat karena diolah dengan cara dikukus. Itu artinya, kandungan minyak pada siomay jauh lebih sedikit dibandingkan dengan batagor. Minyak pada siomay umumnya terdapat pada sambal kacangnya saja.

Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes dan penyakit jantung. Ini disebabkan oleh kandungan lemak trans yang bisa menyumbat pembuluh darah sekitar jantung, menaikkan berat badan, dan meningkatkan risiko peradangan pada tubuh.

Jika Anda memang sedang mengurangi makanan berminyak agar lebih sehat, sebaiknya Anda lebih memilih siomay ketimbang batagor.

Meski sehat, tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan

siomay
Sumber: Dapur Kobe

Sebenarnya, makan batagor dan siomay tidak jadi masalah jika Anda mengonsumsinya tidak berlebihan. Mengonsumsi kedua makanan ini dalam jumlah besar bisa membuat perut Anda kekenyangan.

Selain itu, sambalnya yang pedas juga bisa membuat Anda sakit perut. Jadi, akan lebih baik jika siomay dan batagor dikonsumsi dengan porsi secukupnya dan tidak terlalu sering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Nasi merah kerap dijadikan pengganti nasi putih saat seseorang sedang diet. Namun, jangan asal makan nasi merah setiap hari tanpa tahu hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk bayi

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
makanan untuk lansia

Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 11 menit
resep dessert vegan

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit