Minuman Energi, Apakah Baik untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Mungkin untuk sebagian orang, mengonsumsi minuman energi dapat menolong dari kelelahan dan dianggap dapat menjaga stamina serta performance saat bekerja. Kebanyakan minuman energi mengandung kafein, taurine, guaran, dan berbagai zat stimulan lainnya, yang memang dapat memberikan ‘energi’ lebih, Namun apakah energi yang diberikan dari minuman berenergi itu baik?

Risiko yang ditimbulkan oleh minuman energi

Penjualan minuman energi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Diketahui bahwa konsumen dari minuman energi mencakup orang dewasa, dewasa muda, remaja, hingga anak-anak. Sebuah survei menunjukkan bahwa kelompok usia yang secara rutin mengonsumsi minuman berenergi berasal dari 12 hingga 14 tahun sebanyak 28%, 31% merupakan kelompok 12 hingga 17 tahun, dan 34% adalah kelompok konsumen yang berusia 18 hingga 24 tahun. American Heart Association menyatakan bahwa efek minuman berenergi pada anak-anak akan sama dengan orang dewasa, yaitu menimbulkan ritme detak jantung yang tidak beraturan atau aritmia.

Penelitian yang dilakukan oleh University of the Pacific, California, menemukan bahwa mengonsumsi satu hingga tiga kaleng minuman berenergi mengakibatkan masalah serius bagi kesehatan jantung, bahkan dapat menyebabkan gagal jantung. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa pada orang yang mengonsumsi minuman berenergi memiliki risiko mengalami long QT syndrome pada jantungnya. Diketahui bahwa interval QT pada orang yang mangonsumsi minuman berenergi lebih lama 10 detik dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi minuman berenergi sama sekali. Bahkan untuk orang yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun, setelah meminum minuman berenergi dapat mengakibatkan peningkatan kontraksi jantung dalam beberapa waktu setelah konsumsi.

Apa yang ada di dalam minuman energi?

1. Kafein

Hampir semua minuman berenergi mengandung kafein yang tinggi. Kafein sendiri, dapat meningkatkan dan menstimulasi sistem saraf pusat bagi orang yang meminumnya. Oleh karena itu, mengonsumsi kafein, dapat membuat Anda lebih fokus. Setidaknya satu gelas kopi mengandung 95 hingga 200 mg kafein. Sedangkan dalam minuman berenergi, kafein yang terkandung di dalamnya dapat mencapai 400 mg lebih dalam satu gelas atau satu kemasan.

Kafein dinyatakan aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang kecil, seperti kafein pada segelas teh atau segelas kopi. Namun akan berbahaya jika konsumsinya lebih dari 400 mg. Jika berlebihan, maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Aritmia atau detak jantung tidak beraturan
  • Susah bernapas
  • Diare
  • Demam
  • Kejang-kejang

Konsumsi kafein sangat tidak dianjurkan untuk orang-orang yang sensitif akan kafein, sehingga tidak dapat mencerna kafein, orang yang memiliki riwayat darah tinggi dan penyakit jantung, serta wanita hamil. The American Academy of Pediatric bahkan menyatakan bahwa kafein seharusnya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja, apalagi hingga melebihi 100 mg kafein per hari. Anak-anak dan remaja diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman berenergi sebanyak 2,5mg/kg berat badan per hari.

2. Kandungan gula tinggi

Tahukah Anda bahwa gula pada minuman kemasan, khususnya minuman berenergi sangat tinggi? Gula yang ada di dalam minuman berenergi setidaknya 30 gram gula per satu sajian. Hal ini sudah sangat melebihi rekomendasi dari WHO yang menganjurkan mengonsumsi gula hanya sebanyak 25 gram per hari atau setara dengan 6 sendok makan. Terlalu banyak mengonsumsi gula akan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus dan berbagai penyakit jantung.

3. Zat stimulan lain

Selain kafein, biasanya minuman energi juga menambahkan zat stimulan lainnya seperti, guaran yang dapat meningkatkan efek dari kafein. Guaran sendiri adalah zat yang sama seperti kafein, jumlah guaran 1 gram sama dengan jumlah kafein 400 mg. Konsumsi guaran yang berlebihan juga dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan urin, aritmia, osteoporosis, rasa tidak enak pada perut, mengganggu waktu tidur, dan gelisah.

Taurine juga merupakan zat stimulan yang sering ditemukan di dalam minuman berenergi. Penelitian yang dilakukan di Weil Cornell Medical College, New York, menemukan bahwa taurin mengakibatkan depresi pada sistem saraf pusat, sehingga sistem saraf pusat tertekan dan membuat yang meminumnya menjadi susah tidur. Setidaknya, dalam satu kaleng minuman berenergi, terdapat 1000 mg taurin dan banyak orang yang minimal mengonsumsi 3 atau 4 kaleng dalam sehari. Dapat dibayangkan seberapa besar dampak yang muncul ketika mengonsumsi taurin dalam jumlah yang banyak.

Jika Anda ingin meningkatkan stamina, performa, serta fokus Anda, maka lebih baik dengan melakukan olahraga rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat serta tinggi vitamin-mineral. Karena, minuman berenergi hanya memberikan Anda ‘energi’ dalam beberapa jam saja dan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Endokarditis

    Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . 1 menit baca

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 menit baca

    Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    kelainan katup jantung bawaan pada bayi

    Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    gagal jantung akut

    Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca