Mana yang Lebih Sehat, Minum Kopi Pakai Gula Putih Atau Gula Aren?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kopi pakai gula aren belakangan ini sedang nge-tren dijajakan oleh berbagai kedai kopi lokal. Nah, penasarankah Anda, sebenarnya mana cara minum kopi yang lebih sehat: pakai gula pasir putih biasa atau pakai gula aren (palm sugar)? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Perbandingan kandungan gizi antara gula putih dan gula aren

Banyak orang kini lebih memilih meracik kopi pakai gula aren ketimbang gula pasir biasa. Alasannya, sih, karena kata orang-orang gula aren lebih sehat. Kenapa palm sugar dianggap lebih unggul dibanding gula putih?

Gula putih terbuat dari tebu, sementara gula aren terbuat dari nira (cairan yang keluar dari batang pohon enau). Gula putih termasuk sumber makanan yang hanya tinggi kalori saja tapi gizinya minim, bahkan hampir nol, sementara gula aren ternyata diperkaya oleh beberapa mineral yang diperlukan oleh tubuh.

Studi menemukan bahwa gula aren mengandung kalium, fosfor, zink, zat besi, mangan, tembaga, hingga dosis kecil antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, dan antosianidin. Gula aren juga kaya akan vitamin B8 (inositol), asam folat, vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B2 (riboflavin) yang berfungsi untuk membentuk sel-sel sehat.

Nilai glikemik gula aren lebih rendah daripada gula pasir putih biasa

Selain dari sisi kandungan nutrisinya, gula aren juga jauh mengungguli gula putih dalam hal nilai glikemik. Dari rentang skor 0-100, nilai indeks glikemik gula pasir putih adalah 100 sementara gula aren memiliki nilai glikemik sekitar 35. Semakin tinggi nilai glikemik, semakin cepat pula makanan tersebut menaikkan gula darah.

Gula aren menjadi salah satu pemanis alternatif dengan indek glikemik rendah juga berkat kandungan serat makanan di dalamnya yang disebut inulin. Serat inulin dikenal dapat menjaga kadar gula darah tetap normal.

Jadim minum kopi pakai gula aren lebih sehat?

Dari berbagai aspek, gula aren memang jauh lebih unggul daripada gula pasir putih biasa. Namun bagaimana pun juga, gula aren tetaplah gula.

Gula aren tetaplah gula yang dapat meningkatkan jumlah asupan kalori. Asupan kalori berlebihan terkait dengan risiko kenaikan berat badan, hingga penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Itu kenapa kita harus tetap membatasi jumlah asupan gula dalam makanan dan minuman sehari-hari guna mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Apa pun jenis gulanya, batas rekomendasi porsi gula untuk orang Indonesia dalam sehari adalah 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh. Batasan ini telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Porsi minum kopi juga perlu dibatasi

Terlepas dari minum kopi pakai gula aren atau gula putih,  seberapa banyak Anda minum kopi juga sebenarnya perlu Anda perhatikan. Walau Anda memakai sedikit gula, jika Anda terlalu sering minum kopi, asupan gula tentu akan tetap meningkat, bukan?

Bukan cuma kandungan gulanya yang jadi masalah. Kopi mengandung banyak kafein yang juga perlu dibatasi. Per hari Anda dibolehkan minum hingga 2-3 cangkir kopi saja, atau sekitar 400 sampai 600 mg kafein.

Untuk mengurangi asupan kafein, sebaiknya pilih kopi decaf, yaitu kopi dengan bebas atau dengan sejumlah kecil kafein.

Agar kebiasaan minum kopi Anda tetap sehat, jangan lupa untuk mengatur kembali waktu minum kopi. Jangan terlalu pagi dalam kondisi perut masih kosong karena bisa membuat Anda sakit perut. Bukan juga di sore atau malam hari yang bisa membuat Anda susah tidur.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Manfaat minum kopi untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, di antara es kopi atau kopi panas, mana yang lebih sehat? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Salah satu efek yang paling sering dikeluhkan setelah minum kopi adalah rasa mual. Ini berbagai penyebab dan tips mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Ada Khasiat Khusus Minum Kopi Campur Lemon?

Kopi dan lemon sama-sama memiliki nutrisi yang bermanfaat. Namun, minum kopi campur lemon disebut-sebut memiliki khasiat khusus. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum kopi untuk penderita maag

3 Tips Minum Kopi yang Aman Buat Perut Jika Anda Punya Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
pemanis buatan saat hamil

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi kafein

Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit